Tanah Jerman, Jalan Pulang bagi Mario Gomez

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Tanah Jerman, Jalan Pulang bagi Mario Gomez

Mario Gomez adalah cerita lain dari kisah-kisah tentang penyerang oportunis asal tanah Jerman. Ia memang tidak memiliki kisah heroik bak Gerd Mueller yang mampu mengantarkan Jerman menjadi juara dunia 1974. Ia juga tidak mampu mencetak banyak gol dalam satu turnamen besar seperti halnya yang dilakukan oleh penyerang yang satu generasi dengannya, Miroslav Klose. Namun, Gomez memiliki ceritanya tersendiri.

Pemain kelahiran Riedlingen, Jerman, ini memutuskan untuk kembali ke tanah Jerman setelah mengakhiri petualangannya membela klub di luar Jerman. Ia tidak melanjutkan pengabdiannya kepada klub yang ia antarkan meraih gelar juara Liga Super Turki musim lalu, sekaligus memberikannya tempat dalam skuat Jerman untuk Piala Eropa 2016, Besiktas. Ia memutuskan untuk membela VfL Wolfsburg mulai musim 2016/2017.

Namun, Gomez setelah kembali ke tanah Jerman, malah dengan pongahnya berkata bahwa Wolfsburg bukanlah pilihan utamanya. Ia sebenarnya memilih untuk bermain di klub yang akan bermain dalam ajang Liga Champions Eropa 2016/2017.

"Saya ingin bermain dalam ajang Liga Champions Eropa, tapi semua klub yang bermain di sana sudah memiliki penyerang yang cukup. Lalu muncullah Wolfsburg, dengan segala tawaran yang mereka berikan, yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk membela klub ini. Motivasi saya sekarang adalah, mengantarkan klub ini masuk Liga Champions Eropa musim depan," ujar Gomez.

Kepongahan ini seolah membuatnya lupa, bahwa ia juga pernah mengalami karier yang naik-turun dalam hidupnya, sebelum kembali lagi ke tanah Jerman.

Bayern Muenchen dan Fiorentina, Awal Kejatuhan Karier Gomez

Mario Gomez sebenarnya bukan penyerang yang jelek-jelek amat. Selama membela VfB Stuttgart dan Bayern Muenchen di Bundesliga, dari rentang 2005 sampai 2013, total penyerang yang juga memiliki paspor Spanyol ini mencetak 200 gol dari 330 penampilannya dalam semua ajang. Ia juga rutin membela timnas Jerman dan sudah mencetak 29 gol dari 68 penampilan bersama timnas.

Bayern Muenchen, pada awalnya, yang menjadi awal kejatuhan karier seorang Gomez. Meski berhasil mengantar Die Roten juara Liga Champions Eropa pada 2013, cedera yang kerap menghinggapi dirinya membuat ia jarang dimainkan, hingga akhirnya berujung pada tidak dipanggilnya Gomez untuk membela timnas untuk Piala Dunia 2014.

Akhirnya, karena jarang dimainkan, Gomez memutuskan untuk menyeberang ke Italia, dan membela Fiorentina, mengikuti langkah Miroslav Klose yang juga menyeberang ke Italia, membela Lazio.

Tapi, situasi bukannya membaik bagi Gomez di Firenze. Meski awalnya sempat banyak mencetak gol, cedera kembali menghinggapinya dan membuatnya tidak mampu bersaing dengan pemain lain dan harus kehilangan posisi sebagai penyerang inti. Pada musim 2015/2016, setelah dua musim membela Fiorentina sejak 2013, ia dipinjamkan ke Besiktas, dengan segala reputasi baik dirinya yang sudah menghilang entah kemana.

Besiktas, Memperbaiki Karier, Kembali Masuk Timnas

Orang-orang mengira kariernya sudah redup, sampai-sampai harus membela klub Turki, Besiktas. Siapa sangka, di tempat tersebut, Gomez menemukan kembali sentuhannya yang sudah lama hilang. Satu musim di negara ujung timur Eropa ini menjadi masa ia membangkitkan diri, dan berhasil mencetak 28 gol dari 41 penampilan bersama Besiktas di semua ajang.

Bangkitnya kemampuan Gomez ini tidak lepas dari pengawasan Joachim Loew, pelatih timnas Jerman. Setelah pensiunnya Klose dari timnas usai Piala Dunia 2014, Loew memilih Mario Gomez sebagai penyerang timnas Jerman dalam ajang Piala Eropa 2016. Pemanggilan ini menjadi buah bibir karena orang-orang menilai Gomez sudah habis.

Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Ketika tim mengalami kebuntuan, ia muncul sebagai sosok target man; sebagai tujuan akhir serangan Jerman, sekaligus juga penarik defender-defender lawan. Dalam Piala Eropa 2016 ini, ia hidup kembali dan berhasil mencetak dua gol bagi Die Mannschaft.

Sialnya, pada saat babak delapan besar melawan Italia, ia mengalami cedera dan harus absen sampai Piala Eropa 2016 berakhir. Hasilnya? Ketiadaan Gomez membuat Jerman dikalahkan oleh Prancis pada babak semifinal.

Meski gagal mengantarkan Jerman menjadi juara, dengan tampil apiknya Gomez di Besiktas dan dalam ajang Piala Eropa 2016, ia berhasil memperbaiki kariernya, dan sekarang akan memulai hidup yang baru bersama Wolfsburg, mengakhiri petualangannya di luar Eropa, kembali ke tanah Jerman.

***

Meski mengeluarkan ucapan pongah di atas, pada akhirnya Gomez pun kembali lagi ke tanah Jerman, tempat ia dibesarkan dan tempat ia mengenal sepakbola untuk pertama kalinya. Setidaknya, masih ada klub yang bersedia menyediakan tempat pulang untuknya, dan ia tak harus seperti seorang Ipang Lazuardi yang menciptakan lagu Sekali Lagi hanya untuk mendapatkan kesempatan sekali lagi memperbaiki hubungan dengan kekasihnya.

Herzlich Willkommen zu Hause, Herr Mario.

Komentar