Bundesliga Musim 2016/2017 jadi Penentuan Bagi Borussia Dortmund

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Bundesliga Musim 2016/2017 jadi Penentuan Bagi Borussia Dortmund

Musim 2015/2016 adalah musim yang cukup sensasional bagi Borussia Dortmund. Meski sempat dilanda keraguan pasca ditinggal pergi oleh Juergen Klopp ke Liverpool, sang manajer pengganti, Thomas Tuchel, mampu meramu tim ini menjadi tim yang disegani kembali di daratan Jerman dengan menjadikan klub ini sebagai pesaing Bayern Muenchen dalam meraih gelar juara pada musim 2015/2016.

Dengan mencetak 78 poin dan menghasilkan 82 gol lewat sebuah permainan yang memukau nan cepat, mengembangkan gegenpressing peninggalan dari seorang Juergen Klopp, Dortmund kembali menjelma menjadi tim yang kuat dan sulit ditaklukkan pasca musim 2014/2015 yang mengecewakan. Bahkan, tim ini mampu melaju ke babak delapan besar Europa League sebelum dikalahkan oleh Liverpool secara ajaib dalam sebuah peristiwa bernama Miracle of Anfield.

Namun, begitu masuk jendela transfer musim panas 2016, ada perubahan dalam tubuh Dortmund. Sejumlah pemain yang pada musim 2015/2016 menjadi pemain kunci satu per satu mulai meninggalkan klub yang bermarkas di Signal Iduna Park ini. Mulai dari Mats Hummels yang memutuskan untuk pindah ke Bayern Muenchen. Lalu, berlanjut kepada nama-nama lain yang juga melakukan hal yang sama.

Ilkay Gundogan memilih untuk pindah ke Manchester City. Sementara itu, Henrikh Mkhitaryan memutuskan gabung Manchester United yang akan ditangani oleh Jose Mourinho musim depan. Sekarang pun, isu hengkangnya pemain Dortmund ke klub lain kembali berhembus, yaitu bek Nevan Subotic yang diisukan akan pergi ke Middlesbrough dengan mahar delapan juta euro.

Hilangnya beberapa pemain kunci ini, seperti diakui Tuchel, merupakan kehilangan yang teramat besar. Pasalnya, pemain-pemain inilah yang menjadi motor permainan Dortmund musim lalu. Mkhitaryan menjadi sosok penting di lini serang Dortmund dengan mencetak 23 gol dan 32 asis dalam 52 penampilan. Sedangkan Hummels menjadi sosok utama di lini pertahanan Dortmund.

"Banyak hal terjadi pada bursa transfer kali ini, termasuk hengkangnya tiga sosok penting kami yaitu Mats (Hummels), Illy (Ilkay Gundogan), dan Micki (Henrikh Mkhitaryan). Hilangnya mereka lebih dari sekedar sebuah transfer belaka," ujar Tuchel seperti dilansir oleh ESPN FC.

"Mereka menjadi poros dalam permainan kami karena mereka selalu menampilkan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Merekalah yang menjaga permainan kelas dunia dalam tubuh klub ini," lanjutnya.

Tuchel dan manajemen Dortmund bukannya tidak berusaha. Mereka mencoba untuk tetap mempertahankan pemain kunci mereka. Namun, lebih lanjut Tuchel menerangkan bahwa ada faktor lain yang membuat pemain-pemain mereka akhirnya memutuskan pindah, termasuk di dalamnya adalah faktor ekonomi.

"Kami harus menyadari bahwa ada klub di luar sana yang secara prestise dan ekonomi berada di atas kita. Mereka mampu menyajikan sesuatu yang tidak kami miliki," ujar Tuchel.

Tapi, Tuchel pun memilih untuk tidak terus larut dalam kesedihan. Total 100 juta euro yang ia dapatkan hasil dari penjualan Hummels, Gundogan, dan Mkhitaryan sudah ia pergunakan untuk memperkuat skuadnya yang akan kembali berlaga dalam ajang Liga Champions Eropa musim depan.

Mereka sudah membeli Marc Bartra dari Barca, Raphael Guerrero pemain timnas Portugal, Sebastian Rode mantan pemain tengah Muenchen, wonderkid Turki, Emre Mor, dan youngster dari Prancis Ousmane Dembele. Dikabarkan juga bahwa mereka sekarang sedang mendekati Andre Schuerrle dari Wolfsburg. Hal ini membuktikan bahwa Tuchel siap untuk membawa Dortmund melangkah maju.

Ia menjanjikan akan memberikan sesuatu yang baru dan segar, dan siap untuk berkompetisi musim depan. "Dengan pemain-pemain baru ini, kami akan menyajikan sesuatu yang baru. Untuk musim depan, kami akan menantang tim-tim kuat dalam ajang Liga Champions Eropa, bersaing untuk memperebutkan titel Bundesliga, dan menjuarai DFB Pokal!" ujar Tuchel penuh ambisi.

Namun, Tuchel pun perlu waspada. Utamanya karena rival mereka di Bundesliga sudah berbenah, termasuk Bayern Muenchen yang merekrut pelatih kenamaan Carlo Ancelotti untuk menggantikan Pep Guardiola yang hijrah ke Manchester City. Segala sesuatunya mungkin akan berbeda untuk musim 2016/2017.

Sekarang, pilihan ada di Tuchel dan tangan dinginnya. Apakah tangan dinginnya mampu membawa Dortmund melangkah maju, atau malah kehilangan pemain-pemain ini akan membuat Dortmund melangkah mundur dan pada akhirnya kembali kepada masa gelap mereka sebelum kedatangan Juergen Klopp. Kapabilitas seorang Tuchel dan para pemainnya lah yang akan mampu menjawabnya.

foto: pixabay.com

Komentar