Timnas Inggris Mungkin Harus Ditangani Oleh Manajer Asing

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Timnas Inggris Mungkin Harus Ditangani Oleh Manajer Asing

Perjalanan tersebut berakhir. Setelah menjabat selama empat tahun sebagai manajer tim nasional Inggris, Roy Hodgson kemudian memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Penampilan tidak memuaskan serta kekalahan di babak 16 besar Piala Eropa melawan Islandia disinyalir menjadi penyebab berhentinya Hodgson. Pelatih tim U-21, Gareth Southgate, akan menjadi pelatih Inggris untuk sementara waktu.

Bukan Inggris jika tidak membunuh ekspektasi. Banyak nama sudah bermunculan untuk nantinya menjadi manajer baru Inggris. Dan dari nama-nama keluar tentu membuat sebagian besar pihak bingung. Nama-nama bakal calon manajer baru timnas Inggris bisa dibilang mengejutkan.

Sam Allardyce berada dalam pole position sebagai manajer baru Inggris. Selain manajer Sunderland tersebut ada nama Eddie Howe (manajer Bournemouth), Alan Pardew (manajer Crystal Palace), dan tentu Southgate sendiri yang berhasil mengantarkan Inggris ke tangga juara turnamen internasioanl usia muda, Toulon Tourney.

Nama-nama yang ditawarkan jelas tidak sesuai dengan harapan. Penggemar timnas Inggris tentu menginginkan nama dengan curriculum vitae yang lebih mentereng. Kegagalan Hodgson tentu tidak ingin terulang kembali. Tapi, tentu ada pertanyaan besar kemudian bahwa apakah pelatih lokal Inggris memiliki pengalaman kerja yang hebat?

Dimulai dari nama-nama yang bermunculan pun bisa dibilang tidak ada yang memiliki prestasi yang benar-benar bagus. Sam Allardyce dan Alan Pardew memang memiliki track record luar biasa dalam urusan menyulap tim alakadarnya menjadi kuda hitam yang merepotkan tim-tim besar di Liga Primer Inggris. Tapi di level top belum ada trofi yang bisa dihasilkan oleh keduanya.

Eddie Howe dan Gareth Southgate memang berbakat. Keduanya merupakan pelatih-pelatih muda Inggris yang punya potensi besar. Namun rasanya kedua pelatih tersebut masih hijau dan belum siap untuk menerima tanggung jawab besar untuk menangani timnas Inggris.

Dalam sejarahnya pun, dari 17 juru taktik yang ditunjuk untuk menangani Inggris, hanya sedikit sekali nama yang mampu memberikan hasil terbaik. Yang paling sukses tentu adalah Alf Ramsey yang berhasil membawa Inggris menjadi juara dunia di rumah sendiri pada tahun 1966.

Setelah Alf Ramsey, memang ada beberapa manajer yang membawa Inggris setidaknya tampil bagus. Tapi kebanyakan justru tidak mampu mencapai prestasi terbaik. Sebut saja Bobby Robson, Glenn Hoddle dan Kevin Keegan. Bahkan manajer legendaris Leeds United, Don Revie, yang membawa klub tersebut menjadi kekuatan dominan sepakbola Inggris pada tahun 70-an, juga tidak berhasil meraih hasil maksimal.

Tentu yang paling diingat karena sebuah tragedi adalah Steve McClaren. Mantan manajer Middlesbrough dan asisten Sir Alex di Manchester United tersebut gagal membawa Inggris lolos dari babak kualifikasi Piala Eropa 2008. Dan sepanjang fase kualifikasi Inggris bisa dibilang tampil buruk. Blunder dari Paul Robinson menjadi salah satu penanda era buruk Inggris bersama McClaren.

Meskipun tercatat hanya dua manajer asing saja yang menangani timnas Inggris, nyatanya kedua orang tersebut membuat Inggris setidaknya berbicara banyak di pentas internasional. Yang pertama, Sven-Goran Eriksson (Swedia) dan yang kedua adalah Fabio Capello (Italia).

Di tangan Eriksson, Inggris secara dramatis berhasil lolos ke Piala Dunia 2002. Gol spektakuler David Beckham ke gawang Yunani menjadi salah satu hal yang diingat dari masa jabatan Eriksson di Timnas Inggris. Selama ditangani Eriksson, Inggris selalu melaju ke babak perempatfinal suatu turnamen Internasional. Kesulitan pelatih yang membawa Lazio meraih scudetto kala itu adalah bagaimana memainkan Frank Lampard dan Steven Gerrard secara bersamaan.

Sementara itu Capello, tentu tidak ada yang meragukan Capello yang memiliki rekam jejak luar biasa ketika menangani suatu tim. Berbagai gelar domestik di berbagai negara sudah berhasil diraih Capello. Ia menjadi manajer Inggris dengan rasio kemenangan terbesar yaitu 66.7 %. Sayangnya karier Capello di timnas Inggris ditutup dengan pahit setelah dibantai Jerman 4-1 di Piala Dunia 2010.

Maka, dengan memerhatikan rekam jejak yang ada, bisa jadi manajer asing adalah opsi yang bagus sebagai suksesor dari Roy Hodgson. Hal ini juga merupakan dampak dari lebih banyaknya pelatih asing berkualitas yang berkerja di Liga Primer Inggris. Karena bukankah kompetisi domestik adalah fondasi untuk sebuah Tim nasional?

Dari semua kandidat, ada dua nama pelatih asing yang muncul. Yaitu Guus Hiddink (Belanda) dan Arsene Wenger (Prancis). Hiddink memang punya pengalaman yang mumpuni ketika menangani tim nasional. Akan tetapi apabila melihat kegagalannya bersama Belanda di fase kualifikasi Piala Eropa lalu tentu ini juga menjadi pertimbangan tersendiri.

Sementara Wenger, terlihat sebagai opsi yang sangat bagus karena berpengalaman di sepakbola domestik Inggris. Wenger adalah manajer yang memiliki waktu kerja terlama di Liga Primer setelah Sir Alex memutuskan pensiun tiga tahun lalu. Wenger sudah berada di Inggris lebih dari satu dekade. Tentu ia paham seluk beluk dan segala sesuatunya tentang sepakbola Inggris.

Hodgson sendiri dianggap tidak mampu menangani mental superstar para pemain Inggris. Ia juga dianggap gagal untuk membangkitkan potensi para pemain muda Inggris seperti Delle Alli dan Marcus Rashford. Maka, Wenger yang sudah terbiasa menangani tim besar dan juga terkenal handal dalam urusan membangkitkan potensi pemain muda tentu menjadi pilihan yang bagus.

Tekanan besar menjadi manajer timnas Inggris selalu ada. Bahkan bisa dalam tahap yang mengerikan. Mulai dari penggemar, media, hingga para eksekutif federasi. Tekanan-tekanan pekerjaan tersebut hanya bisa disaingi oleh pekerjaan sebagai pelatih kepala timnas Brasil, Argentina, dan tentunya Timnas Indonesia.

Namun, karena Inggris adalah ahlinya dalam membunuh ekspektasi, maka bisa jadi pilihan selanjutnya dari suksesor Hodgson adalah sosok yang tidak diduga. Sosok yang sebelumnya tidak pernah dibicarakan dan rasanya mustahil menjadi kandidat. Seperti David Moyes atau Brendan Rogers, misalnya.

foto: HITC

Komentar