Irlandia Utara yang Mengekor Kesuksesan Chant Will Grigg is On Fire

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Irlandia Utara yang Mengekor Kesuksesan Chant Will Grigg is On Fire

Irlandia Utara berhasil menorehkan sejarah baru dalam cerita persepakbolaan mereka. Bertanding untuk pertama kalinya di Piala Eropa, Irlandia Utara berhasil lolos ke babak perdelapanfinal.

Kepastian ini diperoleh usai anak asuh Michael O’Neill berada di peringkat ketiga Grup C dan memiliki catatan gol lebih baik ketimbang kesebelasan lain yang berpeluang lolos ke melalui skema peringkat ketiga terbaik.

Menariknya, kesuksesan timnas Irlandia Utara melangkah ke babak perdelapanfinal dibarengi dengan meroketnya chant pendukung mereka yang berjudul Will Grigg is On Fire. Chant ini bahkan mendapatkan tempat tersendiri, yang bahkan mungkin setara dengan kejutan lolosnya Irlandia Utara, di Piala Eropa 2016.

Perjalanan chant Will Grigg is On Fire



Seperti hal-nya lagu yang dibuat atas terjadinya suatu fenomena, chant ini juga demikian. Perjalanan chant ini sendiri dimulai dari sebuah kamar seorang penggemar Wigan Athletic bernama Sean Kennedy melihat performa luar biasa yang ditunjukkan oleh pemain kesebelasan kesayangannya, Will Grigg.

Bukan tanpa alasan Kennedy menciptakan lagu ini. Sebagai pendukung Wigan, ia merasa harus berterima kasih atas sumbangsih 25 gol yang diciptakan Grigg di musim lalu kepada Wigan. Selain itu, gol-gol Grigg tersebut juga membuat Wigan kembali ke Championship.

Atas dasar tersebut, ia menggubah lagu Alicia Keys yang berjudul “Girl On Fire” dan Gala yang berjudul “Freed from Desire” untuk menjadi sebuah lagu yang berjudul “Will Grigg is On Fire”

Liriknya kira-kira seperti ini:

“He`s a striker and he`s on fire / Ooh, hot! Hotter than Mitrovic. Scoring goals home and away / He’s played for the Tics and he’s on fire / Grant Holt was a catastrophe. He just wouldn’t go away”

“Oooh and Will Grigg turned it round / Cost us one million pound / Oooh, I said Will Grigg turned it round / Cost us one million pound / Will Grigg is on fire, Will Grigg is on fire”

“He will score goals / He will score just more and more / He will score goals / He will score just more and more/ He will score goals / Hey and that’s what we signed him for”

“Will Grigg is on fire / Your defence is terrified / Will Grigg is on fire / Your defence is terrified”

Gubahan Kennedy tersebut nyatanya tidak berakhir dengan sia-sia. Ia mendapatkan ganjaran dari bos Wigan, David Sharpe, sebuah tiket musiman untuk musim depan. Nyanyian tersebut bahkan diteruskan oleh pendukung Wigan dan menjadi di sisa musim lalu di kandang kesebelasan berjuluk The Latics tersebut, DW Stadium.

Meski langsung menuai sukses, bukan berarti chant ini langsung mendapatkan tempat di deretan chant wajib kesebelasan Inggris. Squawka melaporkan bahwa Newcastle United sempat kecewa karena chant ini telah terlebih dulu dibuat oleh pendukung mereka kepada Aleksandar Mitrovic. Namun seiring berjalannya waktu dan rehatnya kompetisi lokal Inggris membuat isu ini mendadak berhenti.

Teriakan-teriakan yang mengiringi perjalanan chant ini kembali menggema usai Grigg didapuk menjadi salah satu nama yang menghuni kursi striker timnas Irlandia Utara pada ajang Piala Eropa 2016.

Chant yang dulunya hanya dinyanyikan oleh pendukung Wigan, bahkan kini telah berhasil menambah semarak pergelaran Piala Eropa 2016. Bertemunya pendukung Irlandia Utara dengan pendukung negara lain juga membuat chant ini ditiru oleh kesebelasan nasional lain seperti Inggris yang memberikan gelar “on fire” kepada striker Leicester City, Jamie Vardy.

Meski mulai banyak diikuti kesebelasan nasional lain, kegilaan terbesar atas chant ini tetap milik Irlandia Utara. Dalam beberapa video yang muncul di media sosial, pendukung Irlandia Utara tidak hanya menyanyikannya ketika pertandingan saja, tapi juga ketika pertandingan belum berlangsung dan bahkan ada yang terus bernyanyi saat stadion sudah akan ditutup.

Uniknya, kesuksesan lagu ini ternyata tidak dibarengi dengan menit bermain Grigg. Hingga laga terakhir Grup C, Grigg belum sekali pun turun di Piala Eropa 2016. Nah, Grigg belum bermain saja euforia-nya sudah segila ini, coba Anda bayangkan jika dia benar-benar diturunkan.

ed: fva

Komentar