Melayang di Udara Bersama Bambang Pamungkas

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Melayang di Udara Bersama Bambang Pamungkas

Di sebuah malam pada tahun 2011, di Al Kuwait Sports Klub, Kuwait, timnas Indonesia harus tertunduk lesu. Peluang untuk berlaga di Piala Asia buyar. Pasalnya, mereka kalah dari tuan rumah Kuwait dengan skor tipis 2-1. Padahal sebenarnya Indonesia bisa dibilang sudah melakukan awalan cukup bagus pada periode tersebut. Mereka berhasil menahan imbang Australia dan Oman di stadion kebanggaan negeri, Gelora Bung Karno.

Namun dalam pertandingan yang menyesakkan tersebut hadir sebuah momen yang luar biasa. Indonesia melakukan sesuatu yang mengejutkan hari itu. Meskipun kalah, Indonesia sebenarnya unggul terlebih dahulu. Dan gol yang dicetak oleh Indonesia sangatlah spesial.

Pada babak pertama, tepatnya pada menit ke-30, Indonesia mendapatkan sepak pojok setelah serangan berhasil dimentahkan oleh lini pertahanan Kuwait. Sepak pojok kemudian diambil oleh Ismed Sofyan. Dan momen magis tersebut kemudian terjadi. Bola kiriman Ismed ke jantung pertahanan Kuwait seperti tidak menemui sasaran, bola melambung cukup tinggi. Para pemain Kuwait yang memiliki postur lebih jangkung rasanya terlihat akan segera bisa menyapu bola. Namun yang terjadi setelahnya sangat mengejutkan. Bambang Pamungkas berlari, melompat, dan menyambar bola. Bambang menanduk bola yang kemudian bersarang di gawang Kuwait.

Yang menjadikan gol dari penyerang yang akrab disapa Bepe spesial bukan hanya soal bagaimana sundulan Bepe sangat bertenaga hingga sulit dihalau oleh kiper Kuwait. Tetapi lompatan Bepe ketika berduel udara dengan para pemain Kuwait adalah sesuatu yang luar biasa. Ia yang berpostur tubuh lebih kecil bisa melampaui para pemain Kuwait yang jauh lebih tinggi dan jauh lebih besar.

Kemampuan dalam menyarangkan gol melalui tandukan sudah menjadi ciri khas pemain asal Getas, Jawa Tengah, ini. Lebih dari lusinan gol yang berasal dari sundulan sudah disarangkan Bepe ketika berseragam Timnas Indonesia. Dan gol melawan Kuwait tersebut adalah salah satu yang spesial.

Sejak tampil untuk timnas senior pada tahun 1999 hingga memutuskan pensiun dari ajang Internasional pada 2013, bukan hanya soal sundulan saja, secara keseluruhan Bepe dan gol-golnya banyak terlibat dalam momen spesial yang dialami oleh Indonesia di berbagai kejuaraan.

Bepe berada di sana ketika Indonesia menang besar 9-2 atas Kamboja di kualifikasi Piala Asia tahun 2000. Bepe yang kala itu bersanding dengan Rochi Putiray di lini depan berhasil menyarangkan dua gol ke gawang Kamboja. Kemenangan besar tersebut juga memastikan Indonesia akan berlaga di Piala Asia untuk kedua kalinya.

Bepe juga turut ambil bagian kala Indonesia mencatatkan kemenangan terbesar di level Asia Tenggara. Skuat Garuda menggasak Filipina dengan skor besar 13-1 di Piala Tiger (kini Piala AFF) pada tahun 2002. Bepe mencetak empat gol dalam kemenangan dengan skor besar yang mungkin akan sangat sulit terjadi kembali.

Bepe pun turut serta ketika Indonesia memenangkan partai perdana Piala Asia 2007. Dengan gegap gempita sebagai tuan rumah penyelenggara kompetisi sepakbola wilayah Asia tersebut bersama tiga negara Asia Tenggara lain yaitu Vietnam, Thailand, dan Malaysia, Bepe memberikan gol kemenangan di partai perdana melawan Bahrain.

Eksekusi penalti Bambang Pamungkas ke gawang Thailand di Piala AFF 2011

Pemain yang identik dengan nomer punggung 20 tersebut pun tak absen ketika Indonesia berhasil memenangkan laga penting di fase grup Piala AFF 2010. Dua eksekusi penalti Bepe yang berhasil mengecoh Shinthaweechai ‘Kosin’ Hathairattanakool membuat Indonesia melaju dari fase grup dengan status sebagai juara grup.

Tentu gol debut Bepe pada 2 Juni 1999 juga sangatlah spesial. Gol pada pertandingan tersebut menjadi tanda perkenalan Bepe bukan saja kepada pentas sepakbola nasional tetapi juga internasional. Singkatnya, Bepe dan gol-golnya selalu menjadi bagian dari momen besar sejarah sepakbola Indonesia.

***

Sebelum ada Boaz Solossa, Irfan Bachdim, Zulham Zamrun, Muchlis Hadi dan Dimas Drajad yang mewakili era saat ini, Bepe adalah nama yang dipuja ketika membicarakan sosok penyerang timnas Indonesia. Bahkan mungkin generasi saat ini tidak banyak yang mengetahui siapa sosok Bepe.

Terlepas dari kontroversi yang terjadi terkait rivalitas antara klubnya dulu, kini, dan nanti, terlepas isu-isu yang muncul seputar Bepe dan sepakbola Indonesia, harus diakui bahwa seorang Bambang Pamungkas adalah kapten, pemimpin, dan legenda bagi sepakbola Indonesia. Ia masih tercatat sebagai pemilik penampilan terbanyak dan pencetak gol terbanyak untuk Indonesia.

Lahir 10 Juni 1980, penyerang andalan Persija Jakarta ini mungkin semakin uzur. Akan tetapi kita mungkin masih akan lama melihat Bepe melayang di udara, menanduk bola, dan mencetak gol, dan terus melekat dalam ingatan kita bahwa Bepe adalah legenda sepakbola Indonesia. Selamat ulang tahun, Bambang Pamungkas!

foto : bintangbola

Komentar