Dynamo Moscow, Kesebelasan Legendaris Warisan Uni Soviet yang Akhirnya Terdegradasi

Cerita

by Billi Pasha

Billi Pasha

Selalu menganggap sepakbola dan musik adalah dua hal paling indah di dunia

Dynamo Moscow, Kesebelasan Legendaris Warisan Uni Soviet yang Akhirnya Terdegradasi

Berakhirnya Liga Primer Rusia musim 2015/2016 menyisakan sepenggal cerita sendu. Bukan akibat dari kegagalan FC Rostov menjadi juara setelah secara spektakuler bisa memuncaki klasemen dalam beberapa pekan, tapi jauh dari hingar bingar tersebut sebuah kesebelasan yang sarat akan sejarah di Rusia harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Liga Primer Rusia, Dynamo Moscow.

Dynamo Moscow sendiri merupakan kesebelasan tertua yang ada di Rusia. Mereka Berdiri sejak 1923 dan merupakan satu-satunya tim yang selalu berkompetisi di level teratas sepakbola Rusia. Mereka telah 11 kali menjuarai Soviet Top League yang merupakan cikal bakal dari Liga Primer Rusia. Meski begitu kesebelasan berjuluk Belo-golubye ini belum pernah mencicipi mahkota liga yang baru bergulir di tahun 2001 tersebut.

Dynamo merupakan tim pertama yang memperkenalkan sepakbola Rusia ke Eropa khususnya di bagian barat, ketika melakukan tur pada tahun 1945. Selain itu mereka juga menorehkan prestasi cemerlang dengan menjadi kesebelasan Uni Soviet pertama yang mampu berbicara banyak di turnamen antar tim Eropa ketika berhasil mencapai babak final Piala Winners pada tahun 1972.

Sementara itu di level individu, Lev Yashin yang merupakan legenda tim sekaligus penjaga gawang fenomenal Uni Soviet, menjadi pemain asal negeri Tirai Besi pertama yang sukses dinobatkan menjadi pemain terbaik Eropa di tahun 1963.

Di musim 2015/2016 ini mereka mengawali musim ini dengan situasi sulit. Hal itu terjadi setelah UEFA menjatuhkan sanksi atas pelanggaran Financial Fair Play dan mencabut tiket untuk lolos ke Europa League. Kebijakan tersebut akhirnya berimbas kepada biaya pemasukan serta pengeluaran.

Puncaknya adalah kepergian para pemain bintang mereka pada jendela transfer di awal musim. Mereka harus rela melepaskan Mathieu Valbuena, Kevin Kurányi dan Balázs Dzsudzsák. Sementara Yuri Zhirkov, Aleksandr Kokorin serta Alexander Büttner dilepas pada jendela transfer musim dingin. Tak ayal kehilangan beberapa penggawa penting merupakan salah satu faktor utama merosotnya penampilan tim yang bermarkas di Arena Khimki pada musim ini.

Dengan begitu mereka hanya mengandalkan pemain muda, TomᚠHubočan, Christopher Samba dan sang kapten, Igor Denisov sebagai pemain yang berpengalaman. Selain itu mereka juga mendatangkan Pavel Pogrebnyak dari Reading.

Mereka mengalami start yang buruk ketika mengawali liga. Kemenangan pertama baru diraih pada pertandingan ketujuh, saat berhasil mengalahkan Anzhi Makhachkala dengan skor tipis 3-2. Pasca kemenangan tersebut mereka mampu meraih hasil positif dan perlahan menjauh dari zona degradasi. Ironis mengingat dalam lima periode sebelumnya pencapaian Dynamo tak terlalu buruk. Mereka selalu bercokol di posisi empat besar dan hanya sekali finis di peringkat ketujuh pada musim 2012/2013. Kini mereka seakan bersusah payah untuk bertahan di Liga Primer Rusia.

Ketika menginjak April, mereka mulai menampilkan performa yang buruk. Dalam sembilan laga terakhir mereka tak pernah meraih satu pun kemenangan dengan hanya sekali imbang dan delapan kali kalah. Termasuk kekalahan beruntun dengan skor 1-4 atas Rubin Kazan serta takluk di tangan Kuban Krasnodar di depan pendukung mereka.

Selain itu sang arsitek Andrey Kobelev seakan sudah angkat tangan sebelum berakhirnya liga. Pada 10 Mei lalu, pelatih yang merupakan mantan penggawa kesebelasan tersebut mengundurkan diri dari posisinya dan jabatan sementara diserahkan kepada Sergei Chikishev yang merupakan pelatih U-21 Dynamo.

Kekalahan atas Zenit St. Petersburg dengan di laga terakhir menjadi puncaknya. Tiga gol yang disarangkan oleh Artem Dzyuba, Aleksandr Kokorin dan Domenico Criscito tak bisa dibalas oleh mereka. Sementara itu di pertandingan lainnya, FC Ufa yang berada di bawah mereka secara mengejutkan berhasil berhasil menang atas Spartak Moscow dengan skor 3-1. Kesebelasan berjuluk Gorozhane itu langsung melesat ke posisi 12 dan satu-satunya tim yang dipastikan selamat dari lima tim yang berjuang untuk lepas dari zona degradasi.

Bagi Dynamo, kekalahan tersebut membuat mereka finis di posisi kedua dari bawah yang artinya mereka langsung terbuang ke divisi satu tanpa melalui babak play-off. Dari total 30 laga di sepanjang musim ini mereka hanya mampu meraih 25 poin dari hasil kemenangan di lima pertandingan, 15 kali kalah dan 10 kali imbang.

Di balik kesuksesan FC Rostov yang berhasil meraih posisi runner-up dan keberhasilan CSKA Moscow untuk meraih gelar keenamnya, Dynamo Moscow yang merupakan tim legendaris yang pernah mengharumkan nama Uni Soviet harus lengser dari Liga Primer Rusia untuk pertama kalinya. Sebagai kesebelasan tradisional Rusia, tentunya mereka diharapkan bisa segera kembali ke Liga Primer dalam waktu singkat.

Foto: whoateallthepies

Komentar