Burnley Tinggal Selangkah Lagi Menuju Juara Championship

Cerita

by Teguh Rama

Teguh Rama

Penulis. Menggemari sepakbola dari sisi budaya tribun. Dapat dihubungi melalui surel teguhsutasman@gmail.com

Burnley Tinggal Selangkah Lagi Menuju Juara Championship

Burnley dipastikan promosi otomatis ke Liga Primer musim depan setelah berhasil menang 1-0 melawan tim asal London, Queens Park Rangers. Gol yang dicetak striker mereka, Sam Vokes, berhasil membuat skuat asuhan Sam Dyche ini kembali ke level teratas kompetisi sepakbola Inggris. Pada musim sebelumnya, Burnley juga terdegradasi dari Liga Primer Inggris.

Kemenangan Burnley atas QPR memastikan mereka untuk setidaknya berada di peringkat dua besar pada musim ini dengan raihan 90 poin. Jumlah poin yang ketat dengan pesaingnya, Middlesbrough dan Brighton, yang terpaut hanya 2 poin saja membuat Boro dan Brighton bisa saja memenangi gelar juara. Celakanya, mereka harus berhadapan di gameweek terakhir, sehingga salah satu dari mereka seandainya menang, akan meraih 91 poin.

Sementara itu, untuk meraih gelar juara Championship, Burnley hanya tinggal bermain minimal dengan hasil imbang di pekan laga terakhir melawan Charlton Athletic. Kecuali, apabila salah satu dari Middlesbrough atau Brighton bisa menang dengan lebih dari 3 gol. Namun, bila menilik lawan Burnley di pekan terakhir, yakni Charlton Athletic yang sudah dipastikan degradasi ke League One, peluang Burnley untuk menjadi juara semakin di depan mata. Bisa dikatakan Burnley sudah menapakkan satu kakinya di puncak tangga perebutan juara.

Posisi Burnley di puncak tabel divisi Championship 2015/16 agaknya tidak menjadi mengherankan. Sebab, penampilan The Clarets-julukan Burnley musim ini, bisa dibilang sangat impresif. Bila melihat catatan mereka sejak Desember lalu, Burnley hingga kini tidak pernah terkalahkan. Sejak pertengahan musim ini pula Burnley terus menanjak dari peringkat kelima hingga mencapai puncak klasemen di pekan ke-34.

Kestabilan di dalam tim menjadi salah satu kunci keberhasilan klub yang bermarkas di stadion Turf Moor ini dalam mencapai keberhasilan. Dipertahankannya sosok Sean Dyche di kursi manajer menjadi faktor penting kesuksesan Burnley musim ini. Dyche yang sempat membawa Burnley promosi di musim 2013/14 sebagai runner-up, masih dipercaya menangani tim meskipun sempat membawa Burnley terdegradasi dari Liga Primer pada musim kemarin.

Kembalinya performa ‘Si Bengal’ Joey Barton juga menjadi salah satu kekuatan dari Burnley musim ini. Barton menjadi pilihan utama manajer Sean Dyche dengan turun di 36 laga bersama The Clarets musim ini dan mencetak tiga gol serta tiga assist. Kerjasamanya dengan David Jones membuat lini tengah Burnley menjadi salah satu yang ditakuti di musim ini.

Nama Andre Gray juga menjadi kunci di lini serang Burnley. Striker berusia 24 tahun ini berhasil menjadi pencetak gol terbanyak bagi Burnley di musim ini dengan 22 golnya. Duetnya bersama Sam Vokes di lini depan mampu menyumbangkan total 36 gol bagi Burnley. Selain itu, pemain lapis kedua yang dimiliki Burnley membuat tim ini pantas menjadi tim paling produktif.

Penampilan gemilang penjaga gawang juga sekaligus kapten mereka, Tom Heaton, patut diapresiasi. Mantan kiper Manchester United tersebut mampu mencatatkan clean sheet di 18 laga di musim ini.

Di lini belakang, ada Benjamin ‘Ben’ Mee, yang tak tergantikan di Burnley musim ini. Mee, yang merupakan mantan bek Manchester City ini tampil sebagai starter di seluruh laga yang dijalani Burnley. Dari kurang lebih 4.050 menit waktu yang dimainkan Burnley di musim ini, Mee bermain sebanyak 4.038 menit atau hanya terpaut 12 menit saja.

Manajer Burnley, Sean Dyche, angkat bicara mengenai kesuksesan anak asuhnya mencapai promosi otomatis.

"Ini sebuah prestasi yang besar. Saya telah membangun ini semusim penuh. Sudah dengan desain dan Anda memiliki semua pasang surut dan rintangan, tetapi Anda harus memproses semua itu dan tinggal tegas dan solid untuk apa yang anda yakini,”ujarnya dikutip situs resmi Burnley.

Prestasi promosi di musim ini tidak membuat Burnley lantas melupakan gelar juara di musim ini. Hal ini ditegaskannya di kesempatan yang sama, saat pesta perayaan promosi.

"Kami akan gelar sekarang, jangan salah,” tegasnya. "Para pemain akan menikmati saat ini dan pergi keluar untuk minum-minum, tapi Kamis [mendatang] kami akan bersiap kembali untuk laga berikutnya.”

"Dua tahun lalu kami menjadi runner-up. Sekarang kita memiliki kesempatan untuk menaruh tangan kami pada piala itu, jadi kami akan berusaha keras mendapatkannya," tutup Dyche.

Melihat peluang yang lebih berpihak kepada Burnley, sepertinya pesta perayaan yang terjadi di Turf Moor saat melawan QPR (2/5) akan berlanjut di The Valley, kandang Charlton pada akhir pekan mendatang (7/5).

Saatnya membuktikan apakah penampilan konsisten Burnley di musim ini mampu diakhiri dengan baik di pekan akhir, atau malah menjadi anti-klimaks dengan membiarkan kejutan lain terjadi dari stadion Riverside, kandang Middlesbrough, tempat Boro dan Brighton bertempur habis-habisan.

Lebih jauh dari itu, pekerjaan rumah bagi Sean Dyche untuk menjadikan Burnley lebih dari sekadar `tim yo-yo` di Liga Primer Inggris.


Sumber foto: burnleyfc, reuters

ed: ans

Komentar