Surat Peringatan dari Spurs untuk Leicester

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Surat Peringatan dari Spurs untuk Leicester

Tottenham Hotspur terus meluncurkan tekanan kepada pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris, Leicester City. Pada pertandingan dini hari tadi, pasukan Mauricio Pochettino berhasil mengalahkan Stoke City di kandang lawannya tersebut dengan skor telak, 4-0.

Dua gol yang masing-masing dicetak oleh nominator PFA Young Player of the Year, Harry Kane (22 tahun) dan Bamidele Alli (20), membuat Spurs hanya ketinggalan lima poin dari The Foxes di sisa empat pertandingan terakhir Liga Primer.

Spurs menurunkan susunan sebelas pemain yang benar-benar sama seperti ketika mereka menghajar Manchester United 3-0 pada pekan lalu (10/04/2016), sementara manajer The Potters, Mark Hughes, melakukan tiga perubahan setelah mereka kalah 1-4 melawan Liverpool. Ia menurunkan Glenn Whelan, Marko Arnautovic, dan penjaga gawang senior asal Republik Irlandia, Shay Given.

Dari awal pertandingan, Spurs langsung menekan dan merepotkan tuan rumah. Mereka bisa membangun serangan dengan lancar melalui umpan-umpan cepat, pergerakan, dan penetrasi. Dengan taktik counterpressing andalan Pochettino, Spurs semakin terlihat tidak memiliki kelemahan.

Pada pertandingan ini, Alli mencetak sebuah rekor baru. Di usianya yang baru 20 tahun dan 7 hari, ia menjadi gelandang termuda yang bisa mencetak 10 gol atau lebih di Liga Primer dalam satu musim.

Alli sudah bermain dalam 32 pertandingan di Liga Primer untuk Spurs musim ini. Ia sudah menjadi pemain andalan Spurs dan masuk ke skuat kesebelasan negara Inggris sejak didatangkan dari Milton Keynes Dons seharga lima juta poundsterling pada musim panas tahun lalu.

Akan tetapi, pada pertandingan ini juga Alli mencetak salah satu peluang gagal yang dianggap bisa menjadi missed of the season setelah ia gagal menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.

Kemudian dengan dua gol lagi yang Kane cetak, membuat Kane menjadi top skor sementara Liga Primer dengan 24 gol, dua gol lebih banyak daripada Jamie Vardy yang terkena kartu merah saat Leicester imbang melawan West Ham United 2-2 akhir pekan lalu (17/04/2016).

Kane, yang sebelumnya sempat "mengancam" Leicester lewat Instagram, mengungkapkan bahwa Spurs sebenarnya bisa mencetak gol lebih banyak. "Kami mencetak empat gol tapi sebenarnya kami bisa mencetak enam atau tujuh. Ini adalah salah satu performa tebaik kami," kata Kane kepada BBC.

Tidak heran Kane berkata demikian, karena dini hari tadi Spurs berhasil meluncurkan 23 buah tembakan. Namun dari tembakan sebanyak itu, hanya enam yang tepat mengarah ke gawang dengan dua lainnya membentur tiang.

Setelah pertandingan, Pochettino mengamini pernyataan penyerangnya tersebut sambil memuji penampilan kesebelasannya setinggi langit. "Pertandingan yang bagus dan saya sangat puas dengan performa (Spurs)", kata Pochettino kepada Sky Sports.

"Kami masih terus berjuang. Mimpi kami adalah untuk berjuang, menaruh tekanan pada Leicester, terus berperforma (bagus), dan hasilnya sangat fantastis," lanjut manajer asal Argentina tersebut. "Saya merasa sangat bangga. Stoke ingin memenangkan pertandingan ini dan kami menunjukkan sikap dan karakter kami. Kami menunjukkan rasa lapar dan hasrat."

Dengan hasil ini, Spurs hkalah sebanyak satu kali saja dalam 16 pertandingan tandang di Liga Primer terakhir mereka. The Lilywhites berhasil menang 9 kali dan imbang 6 kali.

Satu catatan menarik yang terjadi pada dini hari tadi juga adalah dua gol Kane membuatnya sudah mencetak 24 gol di Liga Primer musim ini. Angka ini adalah angka yang lebih banyak daripada yang sudah seluruh kesebelasan Aston Villa cetak di Liga Primer musim ini. Villa sendiri baru mencetak 23 gol dan mereka sudah dipastikan secara matematis untuk terdegradasi ke Divisi Championship musim depan.

Setelah ini, Spurs masih harus menjamu West Bromwich Albion, bertandang ke Chelsea, menjamu Southampton, dan bertandang ke Newcastle United. Sementara Leicester masih harus menjamu Swansea City, bertandang ke Man United, menjamu Everton, dan bertandang ke Chelsea.

Melihat jadwal pertandingan di atas, sejujurnya Spurs memiliki calon lawan-lawan yang lebih ringan dibanding sang pemuncak klasemen. Namun, dengan terpaut lima poin membuat mereka harus berharap setidaknya Leicester terpeleset dua kali (kehilangan enam poin) atau imbang setidaknya tiga kali.

Yang jelas, penampilan meyakinkan Spurs dini hari tadi di Stadion Brittania sangat menyiratkan peringatan untuk Leicester. Para suporter Spurs juga terus-menerus menyanyikan `Leicester City - we`re coming for you!`, atau `Leicester City - kami datang untuk (mengejar) kamu!`, dari awal sampai akhir pertandingan.

Baca juga: Prediksi Klasemen Akhir Papan Atas Liga Primer Inggris

Komentar