11 Remaja Terbaik Liga Top Eropa Musim 2015/2016

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

11 Remaja Terbaik Liga Top Eropa Musim 2015/2016

Musim reguler sepakbola Eropa sudah mendekati akhir. Bahkan beberapa liga sudah menemukan pemenangnya. Sepanjang musim ini banyak bermunculan para pemain muda berbakat. Meskipun masih berusia belasan tahun, mereka sudah menunjukan talenta yang luar biasa. Berikut sebelas pemain berusia belasan tahun yang tampil sensasional sepanjang musim 2015/2016:

Kiper : Gianluigi Donnarumma (AC Milan)

Lahir : 25 Febuari 1999

Bisa jadi Donnarumma adalah satu-satunya hal baik yang ada di AC Milan musim ini. Meskipun berusia muda, Donnarumma justru berhasil menggeser pemain-pemain yang lebih senior. Ia adalah kiper utama Milan sepanjang musim ini. Semua dimulai ketika Donnarumma tampil bagus dalam laga pra musim menghadapi Real Madrid. Bahkan dalam laga tersebut ia berhasil mementahkan eksekusi Toni Kroos di babak adu penalti.



Sepanjang musim ini Donnaruma sudah bermain sebanyak 24 kali di Serie-A dan mencatatkan tujuh clean sheets. Rataan kemasukannya berada di angka 0.88 per pertandingan. Sebuah catatan yang luar biasa bagi kiper bahkan belum berusia 18 tahun

Bek Tengah : Jonathan Tah (Bayer Leverkusen)

Lahir : 11 Febuari 1996

Diplot sebagai pelapis Omer Toprak dan Kyriakos Papadopoulous di posisi bek tengah, Jonathan Tah justru menjadi andalan di lini belakang Leverkusen. Bersama bek sayap Wendell, ia menjadi pemain bertahan yang paling sering tampil. Sepanjang Bundesliga musim ini Tah sudah bermain sebanyak 26 kali.

Ketenangan menjadi kelebihan Tah dalam mempertahankan posisinya dan bermain baik dari pertandingan ke pertandingan. Salah satu bukti terbaik ketenangan bermainnya adalah leg pertama pertandingan play-off Champions League melawan SS Lazio. Pada pertandingan yang dilangsungkan di Olimpico tersebut, Tah bersama Wendell dan Karim Bellarabi menjadi korban rasisme para pendukung Lazio. Tah tidak terpengaruh. Ia tetap bermain.

Bek Tengah : Andreas Christensen (Borussia Monchengladbach)

Lahir : 10 April 1996

Bek Chelsea yang sedang dipinjamkan ke Gladbach ini menjadi salah satu kunci sukses klubnya untuk merangsek ke papan atas Bundesliga. Christensen yang juga bisa beroperasi di posisi bek kanan ini sudah bermain di 26 pertandingan Bundesliga musim ini. Peforma Christensen bahkan sampai membuat pelatih Andre Schubert mencadangkan Alvaro Dominguez yang lebih senior.

Bek Kanan : Almamy Toure (AS Monaco)

Lahir : 28 April 1996

Bagi yang tidak terlalu mengikuti Ligue 1, nama Almamy Toure pastinya asing. Tapi di Prancis, Almamy merupakan sensasi terbaru. Berposisi sebagai bek kanan, Almamy tidak hanya tangguh ketika bertahan, tapi juga sangat rajin untuk membantu serangan. Sepanjang Ligue 1 musim ini, ia sudah mencatatkan tiga gol dan dua assists.

Bek Kiri : Brendan Galloway (Everton)

Lahir : 17 Maret 1996

Brendan Galloway Sempat menjadi kejutan di awal-awal Liga Primer Inggris musim ini. Ia mendapatkan kesempatan bermain menggantikan Leighton Baines yang cedera. Bahkan ketika Baines sudah bisa kembali bermain, Galloway dalam beberapa kesempatan sempat ditempatkan sebagai gelandang kiri.

Gelandang Tengah : Danilo Barbossa (Valencia)

Lahir : 2 Febuari 1996

Danilo Barbossa menjadi generasi terbaru gelandang bertahan asal Brasil. Danilo yang didatangkan dari Braga pada awal musim berhasil nyetel dengan dua gelandang senior Valencia seperti Dani Parejo dan Javi Fuego. Total ia sudah bermain 18 kali untuk Valencia musim ini. Pertandingan terbaiknya adalah ketika berhadapan dengan Barcelona pada Desember 2015 lalu.

Gelandang Tengah : Dele Alli (Tottenham Hotspur)

Lahir : 11 April 1996

Selain Harry Kane, Dele Alli menjadi salah satu kunci sukses Tottenham bersaing di papan atas Liga Primer Inggris musim ini. Peforma mantan pemain MK Dons ini terbilang sangat brilian. Alli tercatat sebagai pemain Inggris U-21 yang bermain paling lama, kemudian mencetak assist terbanyak dan paling sering membobol gawang lawan.



Alli juga sudah dipanggil oleh Roy Hodgson untuk memperkuat kesebelasan negara Inggris meskipun masih sebatas uji tanding Internasional. Namun dengan cederanya Jordan Henderson, bisa saja satu tempat di posisi gelandang tengah Inggris di Piala Eropa 2016 nanti akan diisi oleh Alli.

Gelandang Serang Kanan : Leroy Sane

Lahir : 1 Januari 1996

Leroy Sane adalah generasi terbaru alumnus Knappenschmiede. Meskipun masih berusia muda, Sane menjadi roh permainan Schalke pasca hengkangnya Julian Draxler ke Wolfsburg. Talenta Sane sudah tampak sejak musim lalu. Ia juga sempat mencetak gol ke gawal Real Madrid di ajang Liga Champions.



Musim ini total Sane sudah mencetak enam gol di ajang Bundesliga. Termasuk yang ia cetak dalam laga Revierderby melawan Dortmund. Sane merupakan pencetak gol tersubur kedua Schalke setelah Klaas-Jan Huntelaar.

Gelandang Serang : Alen Halilovic (Sporting Gijon)

Lahir : 6 Juni 1996



Wonderkid Barcelona ini menjalani masa peminjamannya dengan sangat baik. Meskipun secara keseluruhan peforma timnya tidak terlalu baik, permainan Halilovic berkembang pesat di Sporting Gijon. Meskipun berusia muda, Halilovic justru menjadi motor serangan tim asal utara Spanyol tersebut. Ia menjadi pemain yang paling banyak menciptakan assist, sekaligus menjadi nomer dua dalam urusan pembuatan peluang yang dibuat oleh tim.

Gelandang Serang Kiri : Kingsley Coman (FC Bayern)

Lahir : 13 Juni 1996

Bisa jadi Coman adalah yang paling luar biasa diantara remaja-remaja lain. Meskipun belum genap berusia 20 tahun, Coman sudah meraih gelar domestik bersama dua tim besar dari negara yang berbeda. Di Prancis ia sudah dua kali membawa Paris Saint-Germain menjadi kampiun Ligue 1. Ia juga menjadi bagian tim Juventus yang meraih scudetto musim lalu. Musim ini Coman akan menambah deretan gelarnya dengan titel juara Bundesliga.

Musim ini Coman banyak ditempatkan sebagai pemain sayap oleh pelatih Pep Guardiola. Cemerlangnya Coman sepanjang musim ini bahkan membuat banyak pihak menyebutnya sebagai ‘the Next Franck Ribery’. Total empat gol sudah diciptakan Coman di ajang Bundesliga musim ini.

Penyerang : Timo Werner (VFB Stuttgart)

Lahir : 6 Maret 1996



Posisi ini menjadi agak sulit ditentukan. Musim ini banyak sekali bermunculan penyerang-penyerang remaja yang tampil luar biasa. Mulai dari Alex Iwobi, Marcus Rashford, Borja Mayoral, atau Rey Manaj. Namun nama-nama tersebut bukanlah pesaing bagi Timo Werner. Sudah menjadi andalan tim untuk membongkar pertahanan lawan sejak usia 18 tahun. Untuk musim ini saja 15% gol yang disarangkan Stuttgart ke gawang lawan, diciptakan oleh Werner.

***

Sebenarnya ada nama-nama pemain lain yang bisa saja masuk daftar. Selain usia, total jumlah penampilan juga menjadi perhitungan. Sebanyak 11 pemain di atas merupakan remaja-remaja yang sudah sering bermain oleh klubnya. Karena pemain muda mendapatkan kesempatan untuk bermain secara reguler untuk suatu klub adalah kemewahan tersendiri.







Sumber : squawka, transfermarkt.



ed: fva

Komentar