Perbedaan dalam Latihan Terakhir Arema dan Persib Jelang Final Piala Bhayangkara

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Perbedaan dalam Latihan Terakhir Arema dan Persib Jelang Final Piala Bhayangkara

Milomir Seslija berteriak dalam bahasa Inggris dengan pengucapan yang terdengar tak begitu jelas. Ia berteriak dengan nada tinggi. Beberapa pemain Arema memerhatikan dan lambat memberi respons. Hingga akhirnya dia bilang, “Buka! Buka!”

Mendengar instruksi tersebut, para pemain Arema pun kian paham. Christian Gonzalez tak lagi beroperasi di depan kiper Kurnia Meiga, tetapi lebih bergerak melebar. Saat gol tercipta, Milomir kembali berteriak, “Bravo! Bravo!” sembari mengangkat jempolnya.

Bisa dibilang kalau sesi latihan Arema menjadi yang paling berisik ketimbang tiga kesebelasan lain yang menjalani sesi latihan pada Sabtu (3/4) kemarin di Stadion Gelora Bung Karno. Selain, instruksi dari Milomir, para pemain Arema pun turut berteriak “memeriahkan” suasana sore dengan mendung yang bergelayut di atas kota Jakarta.

Milomir memulai sesi latihan dengan tidak biasa. Ia menginstruksikan para pemain Arema dengan berlatih bola tangan. Milomir tak henti berteriak untuk memberikan instruksi. Saat ada kesalahan, ia meniup peluit dan menghentikan pertandingan. Ia menceramahi pemain yang salah dalam melaksanakan instruksi.

Latihan Arema memang semarak. Hampir tidak berhenti Milomir berteriak memberikan instruksi. Para pemain Arema tak pernah berhenti berlari. Intensitas latihan pun terbilang tinggi. Meskipun demikian, terlihat para pemain Arema begitu menikmati sesi latihan tersebut.

Milomir Seslija Arema

Satu jam sebelumnya, Persib Bandung yang mengujicoba lapangan. Pelatih Persib, Dejan Antonic, memulai latihan dengan pemanasan mengelilingi lapangan. Pemanasan dilanjutkan dengan “kucing-kucingan”. Pada sesi ini terlihat kalau latihan Persib terbilang lebih “santai” ketimbang Arema. Para pemain Persib berulang kali tersenyum karena menjadi “kucing”.

Latihan Persib sejatinya difokuskan untuk memantapkan skema serangan. Juan Carlos Belencoso, Yandi Sofyan, dan Rudiyana, menjadi pemantul di lini depan. Dalam latihan, Dejan terlihat ingin mematangkan skema serangan dari sayap. Dari latihan tersebut terlihat kalau Persib kemungkinan akan lebih memaksimalkan serangan balik.

Namun, Dejan terlihat tidak puas dengan performa anak asuhnya. Pasalnya, umpan-umpan para pemain Persib terbilang buruk. Bola-bola umpan silang jarang yang mengarah kepada Belencoso. Selain itu, penyelesaian akhir para pemain Persib pun tak bisa dibilang baik. Dalam skema serangan tersebut bisa dihitung dengan jari berapa kali bola menggetarkan jaring lawan.

Hal ini terbilang mengejutkan karena dengan skema umpan silang, Persib semestinya memiliki pemain yang memiliki akurasi umpan silang yang baik. Selain itu, dengan mengandalkan serangan balik, harusnya para pemain lebih efektif memaksimalkan setiap peluang yang ada.

Meski punya kelemahan, tapi ada kabar bagus buat Bobotoh. Kemampuan umpan silang Rudolf Yanto Basna kian meningkat. Pun dengan penyelesaian akhir Rudiyana yang beberapa kali mampu mendorong bola masuk ke gawang.

Latihan Persib diakhiri dengan tendangan dari luar kotak penalti. Ini bisa dilakukan mengingat rapatnya pertahanan Arema. Skema tendangan dari luar kotak penalti bisa menjadi solusi.

Komentar