Keuntungan Para Pemain Indonesia Hijrah ke Timor Leste

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Keuntungan Para Pemain Indonesia Hijrah ke Timor Leste

Abdul Rahman, Patrich Wanggai dan Titus Bonai merapat ke kesebelasan Timor Leste, Karketu Dili FC, pada bulan Januari lalu. Kemudian, beberapa hari silam, gerbong baru mendarat di kesebelasan Timor Leste lainnya; Okto Maniani dan Immanuel Wanggai dikontrak Cersae FC. Setelah dua pemain tersebut, kapten Persipura Jayapura, Boaz Salossa, dikabarkan akan menyusul bergabung Cersae.

Bergabungnya Okto, Manu Wanggai, dan Boaz juga sudah dikonfirmasi oleh laman Facebook resmi Cersae FC. Dalam postingan yang rilis pada Minggu (21/02) lalu, Cersae FC merilis daftar pemain mereka untuk menghadapi kompetisi Liga Futebol Amadora, kompetisi level tertinggi sepakbola Timor Leste.

Dalam daftar tersebut ada Okto akan mengenakan nomor punggung 9 dan Manu Wanggai mengenakan nomor 17. Sementara Boaz Solossa akan kembali memakai nomer punggung khasnya sejak masih bermain di Persipura Jayapura, 86.

Carsae FC
Daftar pemain Carsae FC dalam sebuah postingan di laman resmi facebook mereka. Dalam daftat tersebut ada nama Okto, Manu Wanggai dan Boaz.

Tentunya memancing rasa ingin tahu mengapa akhirnya banyak pemain kemudian hijrah ke Timor Leste. Padahal seperti yang banyak beredar dalam pengetahuan masyarakat umum di Indonesia bahwa bekas salah satu provinsi Indonesia tersebut menanggap bahwa Timor Leste berada di tingkat yang lebih rendah dalam banyak aspek ketimbang Indonesia.

Gaji Tinggi dan Kepastian Menjadi Bintang Tim

Jika Tiongkok bersensasi dengan transfer-transfer dengan nilai fantastis, Timor Leste pun dikabarkan berhasil merayu para pemain Indonesia karena ditawari bayaran yang mahal. Memang tak ada pernyataan resmi baik dari pihak klub ataupun pemain, tapi apa yang terjadi di Timor Lester menjadi salah satu faktor kesebelasan di sana bisa jor-joran.

Rui Maria de Araujo, Perdana Menteri Timor Leste, membuat kebijakan yang lebih memaksimalkan sektor privat dan membuat citra internasional yang positif agar investor mau menanamkan modal di Timor Leste. Kebijakan pria yang juga merupakan Lulusan Universitas Islam Sultan Agung di Semarang ini juga berdampak pada meningkatnya perekonomian yang terjadi di Timor Leste, bahkan tahun 2013 lalu mereka sempat masuk dalam 100 besar negara terkaya di dunia hasil survey dari majalah tahunan Asian Development Bank. Hal ini juga membuat banyak pengusaha-pengusaha baru di Timor Leste, beberapa orang di antaranya memang memiliki sebuah kesebelasan sepakbola.

Namun di samping berapa bayaran yang mereka dapatkan, kembali berkarier sebagai pesepakbola dengan adanya kompetisi reguler tentunya lebih memiliki prospek yang menjanjikan. Apalagi jika benar para pemain tersebut dibayar lebih mahal.

Selain itu, dengan hijrah ke Timor Leste, Boaz Solossa dan kawan-kawan akan bermain dengan status sebagai pemain asing. Karena berstatus sebagai pemain asing tentunya mereka mendapatkan fasilitas kelas satu dan perlakuan khusus baik dari pihak klub maupun para penggemar.

Atau seperti kasus yang dialami oleh Abdul Rahman, ia bisa lebih sering mendapatkan kesempatan bermain. Karena sebelumnya di Persib Bandung, ia selalu kalah saing dengan Vladimir Vujovic dan Ahmad Jufriyanto sementara di Karketu, Rahman menjadi pilihan utama.

Afiliasi Dengan Sepakbola Portugal

Bisa jadi ini adalah adalah faktor lain yang menarik para pemain untuk hijrah ke Timor Leste. Bagi para penggemar permainan Football Manager tentunya sudah sangat faham dengan istilah affiliated club. Dan beberapa kesebelasan di Timor Leste merupakan afiliasi dari kesebelasan-kesebelasan besar di Portugal seperti FC Porto, Sporting Lisbon dan Benfica.

FC Porto memiliki afiliasi dengan kesebelasan Timor Leste bernama FC Porto Taibesi, kemudian Sporting de Timor yang merupakan representasi Sporting Lisbon di Timor Leste dan terakhir, Sport Dili Benfica yang memiliki hubungan dengan skuat asuhan Rui Vitoria, Benfica, di Portugal.

Dengan seragam-seragam kesebelasan tersebut yang serupa dengan 'kesebelasan induk' mereka, bisa jadi Boaz cs. akan merasakan sensasi berbeda kala menghadapi ketiga kesebelasan tersebut. Ya, ini artinya mereka akan memiliki pengalaman pernah bermain menghadapi FC Porto, Sporting Lisbon, dan juga Benfica...... versi Timor Leste. 

Porto kw Timor Leste (via: diariutimorpost.tl)
Porto kw Timor Leste (via: diariutimorpost.tl)

Sumber : thediplomat.com, cia.gov, facebook.com/Carsae FC

Foto : facebook.com/Carsae FC

Komentar