Bagi Van Gaal, Kalah dari Klopp Berarti Kambuh

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Bagi Van Gaal, Kalah dari Klopp Berarti Kambuh

Jürgen Klopp bukan penggemar penguasaan bola. Sementara itu Louis van Gaal, lawannya kali ini, mendewakan penguasaan bola. Klopp mencegah lawan mencetak gol dan menciptakan peluang kesebelasannya dengan bermain menekan. Van Gaal dengan mendominasi penguasaan bola.

Bukan dalam urusan taktik saja keduanya tidak sepaham. Klopp dan Van Gaal, pada dasarnya, memang sangat berbeda. Kecuali aturan mewajibkan, Klopp lebih memilih mengawani kesebelasannya bertanding dengan setelan yang sporty. Van Gaal? Rapi sekali. Klopp ekspresif; berteriak dan melompat. Van Gaal lebih suka duduk dan mencatat.

Pengetahuan dan pengalaman keduanya pun sama sekali berbeda. Klopp, yang akan merasakan pertandingan melawan Manchester United di Anfield untuk kali pertama, menyamakan pertandingan ini dengan Revierderby, laga yang mempertemukan Dortmund dan Schalke. Van Gaal dapat menjelaskannya dengan lebih baik karena sejak menduduki jabatan manajer United ia sudah tiga kali bertanding melawan Liverpool di pertandingan resmi. Semuanya di Premier League dan semuanya ia menangi.

Di samping semua perbedaan tersebut keduanya menyimpan kesamaan: sama-sama meraih dua kemenangan dalam empat pertemuan.

Pertandingan pertama yang melibatkan Klopp dan Van Gaal sebagai pelatih kepala dari dua kesebelasan yang berseberangan terjadi pada 12 September 2009. Borussia Dortmund-nya Klopp menjamu Bayern München-nya Van Gaal di Westfalenstadion pada pekan kelima Bundesliga musim 2009/10; musim pertama Van Gaal di Bayern. Kedua kesebelasan menorehkan hasil pertandingan yang sama dalam empat pekan pertama: satu kali kalah, dua imbang, satu menang. Bayern menduduki peringkat kedelapan sedangkan Dortmund ke-12 karena selisih gol Bayern lebih baik. Bayern mencetak enam gol dan kebobolan empat kali sementara Dortmund sebaliknya.

Dortmund unggul cepat lewat gol Mats Hummels di menit kesebelas. Bayern membalas 25 menit berselang, lewat Mario Gómez. Tak berhenti sampai di situ, Bayern mencetak empat gol tambahan. Satu atas nama Bastian Schweinsteiger, satu Franck Ribéry, dan dua Thomas Müller; dua gol pertama Müller di Bundesliga, dua dari sekian banyak gol yang menyelamatkan Bayern. Bayern menorehkan kemenangan terbesar di kandang Dortmund.

Di kandang sendiri, pada putaran kedua di musim yang sama, Bayern tidak mampu menorehkan kemenangan yang lebih besar dari hasil pertandingan terakhir antara kedua kesebelasan. Namun kemenangan tetap kemenangan. Nilainya tetap tiga angka.

Dortmund, lagi-lagi, gagal mempertahankan keunggulan mereka. Di menit kelima gol Mohamed Zidan membungkam para pendukung Bayern. Namun alih-alih menambah gol Dortmund malah kebobolan. Mark van Bommel membobol gawang Marc Ziegler di menit ke-21. Arjen Robben lima menit setelah babak kedua dimulai. Mario Gómez, yang membuka kemenangan Bayern di Westfalen, menutup kemenangan kesebelasannya di pertandingan kali ini. Pada 13 Februari 2010 Klopp menderita kekalahan kesepuluhnya dalam sepuluh pertandingan melawan Bayern; kebiasaannya kalah dari Bayern sudah dimulai jauh sebelum ia menangani Dortmund.

Kebiasaan tersebut berhenti pada 3 Oktober di tahun yang sama. Klopp membawa Dortmund meraih kemenangan atas Bayern pada pekan ketujuh Bundesliga 2010/11 untuk menempatkan Van Gaal, yang sudah tertekan, di bawah tekanan yang lebih besar. Van Gaal berhasil membawa Bayern menjuarai Bundesliga di musim pertamanya namun musim kedua tidak dimulai dengan mulus. Bayern kalah, imbang, dan menang masing-masing dua kali dalam enam pertandingan pertama. Mereka tertahan di peringkat kesembilan sementara Dortmund menduduki peringkat kedua. Walau kalah di pekan pembuka, Dortmund selalu menang dalam lima pertandingan berikutnya.

Dalam dua pertandingan pertamanya melawan Van Gaal, Klopp selalu melihat kesebelasannya unggul cepat. Tidak demikian di pertandingan kali ini. Klopp harus menunggu hingga menit ke-52 untuk merayakan gol. Kebiasaan yang berbeda ini pada akhirnya menghadirkan hasil akhir yang berbeda. Nuri ?ahin menggandakan keunggulan Dortmund delapan menit setelah gol Lucas Barrios, dan kedudukan bertahan hingga pertandingan berakhir. Setelah tujuh pekan, Dortmund unggul sepuluh angka atas Bayern.

Di penghujung Februari (tanggal 26 tepatnya) tahun berikutnya, Dortmund bertandang ke Allianz Arena, di pekan ke-24 Bundesliga 2010/11. Dortmund cukup aman di peringkat pertama dengan raihan angka 55; sepuluh poin lebih banyak dari saingan terdekat, Bayer Leverkusen di peringkat kedua.

Dortmund, seperti biasa, mencetak gol pembuka. Nama Lucas Barrios muncul di papan skor di menit kesembilan. Luiz Gustavo menyamakan kedudukan enam menit berselang namun gol pertama Bayern di pertandingan ini terbukti menjadi yang terakhir pula. Dortmund, lewat gol Nuri ?ahin, merebut kembali keunggulan mereka tiga menit setelah Bayern menyamakan kedudukan. Mats Hummels memastikan kemenangan Dortmund di menit ke-60.

Bayern kalah. Hanya sepuluh pertandingan tersisa dan mereka tertinggal 16 poin dari pimpinan klasemen; dari Dortmund. Van Gaal menyerah dalam perburuan gelar juara sementara Klopp merayakan kemenangan pertama Dortmund di kandang Bayern dalam 20 tahun terakhir. Bayern mendepak Van Gaal pada April. Mengingat Van Gaal kini juga sedang berada di bawah tekanan, menarik disimak apakah nasib yang sama akan menimpanya jika kalah dari kesebelasan Klopp di pertandingan kali ini.

Komentar