Alasan Mengapa Gianluigi Buffon Tidak Masuk FIFPro World XI

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Alasan Mengapa Gianluigi Buffon Tidak Masuk FIFPro World XI

Selasa (12/01) dini hari waktu Indonesia, federasi sepakbola Internasional FIFA bersam asosiasi pesepakbola profesional, FIFPro, sudah mengumumkan 11 pemain yang masuk kedalam susunan tim terbaik dunia tahun 2015. Dari susunan tersebut, komposisi skuat mayoritas berasal dari Liga Spanyol dengan Serie A, Ligue 1, dan Bundesliga yang masing-masing mengirim satu perwakilan

Banyak pro dan kontra muncul terkait susunan 11 pemain tim terbaik dunia yang penghargaanya memiliki nama resmi FIFPro World XI tersebut. Dan salah satunya di posisi kiper, di mana penghargaan kemudian jatuh kepada Manuel Neuer dar FC Bayern Munchen.

Neuer menerima penghargaan setelah memperoleh mayoritas suara, menyingkirkan lima nama lain yang sudah masuk shortlist tim terbaik dunia untuk posisi kiper. Sementara kiper Manchester United, David de Gea berada di posisi kedua disusul Gianluigi Buffon di posisi ketiga.

Banyak pihak mempertanyakan keputusan tersebut. dan berpendapat bahwa yang pantas mendapatkan penghargaan tersebut bukanlah Neuer, akan tetapi Buffon. Seperti yang kita tahu, Buffon membawa Juventus ke final Liga Champions tahun lalu. Ia dianggap sosok yang lebih pantas untuk mengawal gawang tim World XI.

Namun apabila bicara tentang statistik peforma tiga nominasi kiper tim terbaik dunia. Maka akan terlihat bahwa Neuer memang tampil lebih baik dibandingkan para pesaingnya.

Secara statistik clean sheet dan kemasukan gol, Manuel Neuer lebih superior dan bisa saja menjadi alasan terpilihnya kiper FC Bayern tersebut dalam World XI. Dari tiga besar nominasi, sepanjang tahun 2015 lalu di kompetisi domestik masing-masing kiper, Neuer menjadi yang paling banyak melakukan clean sheet dengan menjaga gawangnya untuk tidak kebobolan dalam 20 pertandingan. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan catatan milik Buffon yang berhasil melakukan 15 kali clean sheet dan De Gea dengan 12 kali.

Neuer juga menjadi yang paling sedikit kemasukan gol sepanjang tahun 2015 lalu. Gawangnya hanya berhasil dikoyak lawan sebanyak 23 kali. lebih sedikit dibandingkan Buffon (28 gol) dan De Gea (31 gol).

Namun, rasanya terlalu sempit apabila menilai kualitas seorang kiper hanya dari catatan clean sheet dan kemasukan saja. Banyak variabel lain yang diperlukan untuk menilai kemampuan pemain yang berposisi sebagai kiper. Catatan penyelamatan misalnya.

Bahkan bisa jadi catatan ini lah yang memiliki nilai yang signifikan. Bukan kah seorang penjaga gawang bisa dinilai kemampuanya dalam mengamankn gawang ketika melakukan penyelamatan ketika menghalau serangan lawan?

Sepanjang tahun lalu Neuer hanya berhasil mencatatkan 40 penyelamatan, sementara Buffon mencatatkan 58 penyelamatan, kemudian De Gea dengan 69 penyelamatan. Bahkan apabila dilebur dalam rataan penyelamatan Neuer dalam setiap pertandingan, Neuer hanya melakukan 1,25 penyelamatan per laga, lebih sedikit dibandingkan Buffon (1,6) dan D Gea (2,09).

Dengan tambahan catatan selain tiga penjaga gawang yang sudah disebutkan di atas, ditambah dua nama lain yaitu Keylor Navas dan Iker Casillas, tidak terpilihnya Buffon sebagai kiper di tim terbaik dunia jelas memberikan sebuah tanda tanya besar. Apalagi Tahun 2015 lalu, Buffon bermain luar biasa. Ia membawa Juventus meraih gelar ganda, dengan menjuarai Serie A dan Coppa Italia, dan hampir saja bisa meraih treble andai tidak ditaklukan Barcelona di final Liga Champions.

Sementara pesaing-pesaing lain relatif tidak membawa timnya mendapatkan gelar seperti Buffon. Manuel Neuer "hanya" memberikan gelar Bundesliga bagi klubnya FC Bayern. De Gea "hanya" mampu membawa Manchester United ke zona Liga Champions musim lalu. Sementara itu Keylor Navas tidak meraih satupun gelar juara. Dan Iker Casillas masih harus beradaptasi di tim barunya, FC Porto.

***

Mekanisme pemilihan susunan tim terbaik dunia ini melalui penghitungan suara yang dilakukan oleh FIFPro. Suara tersebut berasal dari kurang lebih 50.000 pesepakbola profesional dari 70 negara anggota FIFA.

Maka terpilihnya Neuer sebagai kiper di tim terbaik dunia, adalah pilihan dari para pesepakbola yang bahkan sering berhadapan langsung baik dengan Neuer, Buffon, maupun De Gea. Hasil pemilihan tersebut bisa jadi menggambarkan kalau mereka berpendapat bahwa kiper terbaik dunia saat ini adalah Manuel Neuer terlepas dari statistik maupun apa yang diraih oleh pesaing-pesaingnya.

Sumber: BBC, FIFA.com, FIFPro, Squawka

Foto: FourFourTwo

Komentar