Serba-serbi Kemenangan Terbesar La Liga

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Serba-serbi Kemenangan Terbesar La Liga

Rafael Benitez kembali tersenyum. Florentino Perez bisa bernafas lega. Real Madrid menang 10-2. Kemenangan El Real tersebut berarti banyak hal. Benitez semakin diinginkan untuk tinggal. Di lini depan, Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale tak lagi saling memendam kesal.

Namun, kemenangan tersebut bukanlah kemenangan terbesar Real Madrid, apalagi kemenangan terbesar di ajang La Liga. Bahkan, berdasarkan Transfermarkt, sejak musim 1928/1929, ada 28 pertandingan yang berakhir dengan selisih delapan gol!

Kemenangan tersebut sekaligus membuka mata kita soal kemenangan-kemenangan terbesar di La Liga. Berikut kami rangkumkan untuk anda:

Barcelona Paling Komplet


Saat ini ada tiga kesebelasan yang paling sering membantai lawan dengan selisih di atas tujuh gol di La Liga: Real Madrid, Athletic Bilbao, dan Barcelona.  Real Madrid membantai lawan dalam delapan pertandingan, sementara Athletic Bilbao dalam sembilan pertandingan.

Namun, apa yang terjadi pada Barcelona terbilang unik. Mereka membantai lawan di 13 pertandingan. Namun, selisih gol terbanyak yang juga kemenangan terbesar di La Liga bukan dicetak oleh Barcelona melainkan oleh Athletic Bilbao. Siapa lawannya? Barcelona! Ya, Barcelona meski pernah membantai lawan di 13 pertandingan, mereka pun pernah dibantai lawan termasuk dengan selisih gol terbesar di La Liga.

Barcelona pernah dibantai 1-12 Athletic Bilbao pada 8 Februari 1931. Sembilan tahun kemudian, kesebelasan berjuluk Blaugrana tersebut dibantai Sevilla 1-11. Hasil tersebut menjadikan Barcelona sebagai kesebelasan paling komplet di La Liga yang pernah membantai lawan, juga pernah dibantai lawan.

Tarragona Paling Lemah

Dari 54 pertandingan tersebut, umumnya terbilang jarang sebuah kesebelasan menang besar dalam satu musim. Namun, soal kesebelasan yang paling sering dibantai dalam satu musim, hal tersebut ada pada Gimnastic de Tarragona.

Pada La Liga musim 1949/1950, Gimnastic de Tarragona berada di peringkat ke-13 atau terdegradasi bersama Real Oviedo yang berada di peringkat ke-14. Secara hasil, mereka memenangkan tujuh pertandingan, sementara Malaga yang satu peringkat di atasnya hanya memenangkan delapan pertandingan. Namun, satu hal yang paling mencolok adalah jumlah kebobolan kesebelasan yang berasal dari Catalonia tersebut. Dari 26 pertandingan, mereka kebobolan 99 gol dan mencetak 39 gol.

Sialnya, tiga kekalahan Tarragona tersebut berakhir dengan selisih di atas tujuh gol. Pada 11 September, mereka dibantai Barcelona 1-10. Sebulan berselang, giliran Celta Vigo yang memporak-porandakan gawang mereka dengan skor 1-10 pula. Memasuki Desember, keadaan tidak bertambah baik karena mereka kalah 0-9 dari Sevilla.

Barcelona Menang Tandang, Real Madrid Kebobolan Terbanyak


Dari 54 pertandingan yang berakhir dengan kemenangan dengan selisih di atas tujuh gol, hanya tiga pertandingan yang diraih dari hasil tandang. Tiga pertandingan itu pun tercatat atas nama Barcelona yang masing-masing menang 8-0 atas UD Las Palmas (25 Oktober 1959), UD Almeria (20 November 2010), serta Cordoba (2 Mei 2015).

Di sisi lain, Real Madrid menjadi kesebelasan yang membantai lawan, tapi juga mencatatkan kebobolan terbanyak dalam kemenangan terbesar. Real Madrid masing-masing kebobolan dua gol saat membantai Elche (yang menjadi kemenangan terbesar Madrid) dengan skor 11-2 pada 7 Februari 1960 dan Rayo Vallecano 10-2, pekan lalu.

Baca juga: Rafael Benitez, Spesialis 8-0

Dibantai pada Pekan Pertama

Pekan pertama seringkali mengejutkan. Hal tersebut barangkali yang paling dirasakan oleh Barcelona, Real Oviedo, Hercules dan Real Betis. Bagaimana tidak? Mereka langsung dibantai pada pekan pertama La Liga!

Barcelona dibantai Sevilla 1-11 pada musim 1940/1941. Entah berpengaruh atau tidak, yang jelas mereka tidak memenangkan apapun pada musim tersebut. Bisa dibilang, mereka kalah beruntung. Pada musim tersebut, Barcelona memenangkan 13 pertandingan, atau sama jumlahnya dengan yang diraih Atletico de Aviacion yang kala itu menjadi juara. Bedanya, Barcelona kalah delapan kali, sementara Aviacion hanya kalah dua kali.

Awas September!

Dari 54 pertandingan dengan selisih kemenangan terbesar di La Liga, sembilan di antaranya terjadi pada September, disusul November dengan delapan pertandingan dan Oktober serta Januari dengan tujuh pertandingan.

Melihat tren di atas, bisa jadi ada kesebelasan di La Liga yang menang dengan selisih gol fantastis pada Januari nanti.

***


Mayoritas kemenangan-kemenangan terbesar tersebut umumnya dicetak pada periode 1940-an, 1950-an, dan 1960-an. Memasuki abad ke-21, pembantaian tersebut hanya terjadi lima kali. Dari lima pertandingan tersebut, Barcelona melakukannya tiga kali sementara Real Madrid dua kali.

Sementara itu, di luar Real Madrid, Barcelona, dan Athletic Bilbao, terdapat sembilan kesebelasan yang berhasil menang dengan selisih di atas tujuh gol. Mereka adalah Sevilla, Deportivo La Coruna, Celta Vigo, Atletico Madrid, Malaga, Racing Santander, Valencia, Espanyol, dan Castellon.

foto: bleacherreport.com

Komentar