Duncan Watmore, Pesepakbola Inggris yang Lulus Kuliah

Cerita

by Frasetya Vady Aditya Pilihan

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Duncan Watmore, Pesepakbola Inggris yang Lulus Kuliah

Pagi itu, Duncan Watmore, tak terlihat dalam sesi latihan Sunderland. Manajer Sunderland, Sam Allardyce, mengaku kalau Duncan meminta izin tak bisa bergabung. Big Sam pun mengiyakan.

Seorang jurnalis lalu bertanya soal kemungkinan Sam Allardyce kembali dibodohi oleh anak asuhnya seperti kala memberi izin buat El Hadji Diouf kala menangani Bolton Wanderers.

"Diouf akan melakukan atau mengatakan apapun agar tak latihan. Permintaannya yang paling aneh adalah saat dia meminta izin karena neneknya meninggal," kata Sam dikutip dari Daily Star.

Awalnya memang terdengar tidak aneh dengan permintaan itu. Namun, yang membuat Big Sam janggal adalah Diouf sebelumnya pernah meminta izin dengan alasan serupa. Artinya, neneknya meninggal dua kali!

"Masalahnya adalah Diouf lupa kalau neneknya sudah pernah meninggal saat dia menyebutkannya untuk kedua kali. Jika Diouf tak perlu berlatih, aku yakin neneknya tidak akan pernah meninggal!" seru Allardyce.

Sementara itu, soal Duncan, Big Sam memiliki pandangan lain. Menurutnya, terdapat perbedaan karakter antara Duncan dan Diouf. Pelatih kelahiran 19 Oktober 1954 tersebut bahkan percaya kalau Duncan, yang juga dipanggil ke timnas Inggris U-21, memiliki prospek karier yang cerah.

Duncan yang Langka

Foto: dailymail.co.uk Foto: dailymail.co.uk


Salah satu hal yang membuat Sam memberi Duncan izin untuk tidak berlatih adalah karena sang pemain akan menghadiri wisuda. Hal ini membuat Allardyce bahagia karena mungkin Duncan hanya satu dari sebagian kecil pesepakbola Inggris yang lulus dari universitas.

"Aku amat senang memberikannya izin untuk kelulusannya. Semuanya berjalan amat baik buat Duncan saat ini. Jika dia bekerja lebih keras di sepakbola sekeras dia melakukan untuk pendidikannya, ia akan menjadi pesepakbola top dengan segala kemampuan yang ia miliki," kata Big Sam.

Big Sam percaya kalau tidak berlatih satu hari tak akan berdampak besar buat Duncan, "Dia masih 21 tahun jadi dia bisa berlari sepanjang pagi dan malam."

Menurut Daily Mail, Duncan merupakan satu dari dua pemain di Premier League yang lulus dengan gelar "First-class Honours". Media Inggris itu pun memuji apa yang dilakukan Duncan dengan berlatih keras agar bisa masuk ke tim utama Sunderland, tetapi tetap menjaga rutinitasnya belajar agar segera lulus kuliah.

Duncan memulai studinya di Universitas Manchester saat ia masih bermain di non-league bersama Altrincham. Lalu, ia pindah ke Newcastle University setelah pemandu bakat Sunderland tertarik untuk meminangnya.

Duncan sebenarnya beruntung bergabung bersama Sunderland saat ditangani Sam Allardyce. Gaya permainannya dianggap sesuai dengan kebutuhan Big Sam. Selain itu, bulan lalu ia pun bermain bersama timnas Inggris U-21 saat menang 3-1 atas Swiss.

"Ini adalah perasaan yang menyenangkan. Ada banyak kerja keras selama tiga tahun. Melegakan semuanya telah usai," kata Duncan.

Namun, pemain kelahiran 8 Maret 1994 ini tak bisa bersenang-senang seperti teman-temannya yang lain. Ia mesti bersiap-siap berlatih agar bisa fokus menghadapi pertandingan pekan depan.

"Aku bukan seperti kehidupan siswa lainnya. Ada banyak hal yang aku lewatkan. Anda harus mengorbankan banyak hal bersama sepakbola tapi itu adalah sesuatu yang memang ingin aku lakukan karena sepakbola adalah tujuan utamaku dan gelar akademik hanyalah sesuatu yang ingin aku lakukan sambil lalu," kata Duncan.

Sam Allardyce sendiri menaruh harapan di tengah menanjaknya performa Sunderland saat ini. Di liga, dari enam pertandingan terakhir, mereka memenangkan tiga di antaranya. Tiga kemenangan di tangan Big Sam merupakan tiga kemenangan pertama Sunderland di liga. Hasil ini membuat The Big Cats naik ke peringkat 19 dengan 12 poin. Jumlah kemenangan Sunderland dalam enam pekan terakhir bahkan jauh lebih banyak ketimbang Manchester City, Manchester United, Crystal Palace, West Ham, Everton, Southampton, West Bromwich, Swansea, Norwich, Bournemouth, Newcastle United, Aston Villa, dan tentu saja, Chelsea.

"Kami akan segera tahu apakah Duncan memiliki kecerdasan di sepakbola, karena dia punya kecerdasan di bidang akademik," kata Big Sam.

"Sesuatu hal yang jarang bagi pesepakbola untuk mengombinasikan kegiatan akademik dengan karier profesional. Namun, Duncan menerima dukungan dari rekan-rekannya di Sunderland," tulis The Guardian.

Sebagai sesama Inggris, wajar rasanya kalau Big Sam menaruh harapan besar buat Duncan. Ia bisa menjadi prototipe pesepakbola Inggris di masa depan; yang hebat di sepakbola tapi tak meninggalkan pendidikan.

Btw, kalian apa kabar skripsi? Eh....

foto: dailymail.co.uk

Komentar