Pembuktian Firmino, Penjual Kelapa yang Kariernya Diselamatkan Dokter Gigi

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Pembuktian Firmino, Penjual Kelapa yang Kariernya Diselamatkan Dokter Gigi

Sebelum laga menghadapi Manchester City, salah satu penggawa Liverpool, Roberto Firmino, memberikan pernyataan berani terkait mantan manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Menurut pemain asal Brasil ini, keputusan Liverpool memecat Rodgers adalah tindakan tepat.

“Saya mengalami periode singkat bersama Rodgers. Saya mengganggap ia sebagai manajer yang baik, tapi saya tak mendapat banyak kesempatan bermain di bawahnya. Ketika hasil pertandingan tidak memuaskan, mengganti manajer adalah keharusan,” ungkap Firmino pada Sky Sports.

Firmino tampaknya sedikit kecewa atas keputusan Rodgers yang lebih sering menurunkannya di babak kedua. Berbeda dengan Jurgen Klopp yang cukup memercayainya dan mendapatkan lebih banyak menit bermain. Apalagi metode Klopp sangat cocok dengan keinginannya.

“Saya kira Klopp memiliki khas Jerman. Saya menyukai metode Jerman, ia berkonsentrasi penuh dan fokus pada apa yang ia inginkan. Klopp mampu member atmosfer yang bagus. Kami ada di jalan yang benar dan selalu mengusung target tinggi,” lanjut Firmino pada sesi wawancara tersebut.

Dan omongannya itu bukan hanya isapan jempol belaka. Menghadapi Manchester City yang pada pekan ke-12 memuncaki klasemen Liga Primer Inggris, Liverpool tampil menggila. Di hadapan pendukungnya sendiri, Man City digasak The Kop dengan skor telak 1-4.

Firmino menjadi bintang pada pertandingan ini dan layak diganjar Man of the Match. Satu gol serta dua assist, termasuk umpan tariknya yang membuat Eliaquim Mangala mencetak gol bunuh diri sebagai pembuka kran gol atas City, menjadi karyanya pada malam tersebut. Ya, bisa dibilang aksi-aksi Firmino-lah yang membuat Liverpool bisa menggasak Man City.

Firmino ditempatkan sebagai penyerang tengah dalam formasi 4-3-2-1 Liverpool pada laga ini. Ia memerankan false 9 yang membuatnya mendapatkan kebebasan bergerak meski ditempatkan sebagai penyerang, bukan gelandang sebagai posisi idealnya.

Kreasi pertamanya hadir saat pergerakannya di sisi kiri diakhiri dengan umpan silang mendatar yang keliru diantisipasi Mangala pada menit ke-7. Lantas pada menit ke-23, giliran pergerakannya di sisi kanan yang diakhiri dengan umpan silang mendatar untuk gol Philippe Coutinho. Belum 10 menit setelah aksinya tersebut, giliran Firmino sendiri yang mencatatkan namanya pada papan skor setelah mengonversi umpan silang dari Coutinho.

Kontribusi Firmino seperti ini tentunya yang paling diharapkan Liverpool dan pendukungnya pada setiap laga. Bahkan pada awal kedatangannya di Liverpool, sudah banyak yang memprediksi bahwa ia akan menjadi andalan Liverpool, salah satunya mantan pemain Liverpool, Ryan Babel.

“Ia adalah pemain yang penuh dengan trick. Ia bisa menggiring bola, melewati pemain, memiliki kemampuan tembakan ke gawang yang bagus, dapat memberikan banyak umpan terobosan, dan assist-assist-nya sangat luar biasa,” ungkap Babel yang pernah menjadi rekan setim Firmino di Hoffenheim pada liverpoolfc.com.

“Saya sangat senang ia pindah ke Liverpool. Ia sangat bertalenta, dan sekarang semuanya terserah padanya. Ia adalah tipe pemain yang bisa memberikan banyak kesenangan untuk pendukung Liverpool karena ia merupakan pemain terampil,” lanjut winger asal Belanda ini.

Babel pun menyebutkan bahwa Firmino adalah pemain yang selalu bersungguh-sungguh dalam latihan di mana hal ini yang membuatnya bisa berada di level teratas. Karena Babel tahu saat ia bergabung dengan Hoffenheim pada 2011, Firmino saat itu belum seperti sekarang ini di mana kesulitan mendapatkan kesempatan bermain pada setengah tahun pertamanya di Jerman.

“Ketika saya bergabung dengan Hoffenheim, mereka [Hoffenheim] baru mendatangkan Firmino dari Brasil. Lantas ia tidak banyak bermain pada setengah tahun pertama, hanya mengikuti latihan untuk beradaptasi dengan kultur Jerman dengan intensitas latihan di sana,” kenang Babel, dikutip dari Liverpool Echo.

“Kemudian saya melihat sendiri bagaimana ia berkembang dengan cepat dan berhasil mencuri perhatian manajer. Ia mendapatkan kesempatan bermain dan ia membuktikannya dengan baik di lapangan sehingga mulai bermain reguler. Kemudian ia mendapatkan panggilan dari timnas Brasil. Saya sangat bangga padanya,” imbuh Babel.

Performanya di timnas Brasil memang menjadi salah satu perhatian Liverpool untuk memboyong Firmino. Apalagi dengan Liverpool yang semakin mengandalkan Coutinho, kedatangan Firmino diharapkan bisa menghasilkan duet menakutkan bagi lini serang lawan. Coutinho sendiri mengakui bahwa ia-lah yang mengajak Firmino bergabung dengan Liverpool pada musim panas lalu.

“Saat itu saya sedang berada di tim nasional Brasil. Lantas saya berkata padanya ‘kamu harus bergabung’,” papar Coutinho seperti yang ditulis Daily Star. “Pada kenyataannya, ia pemain hebat dan saya senang ia ada di sini.”

Cerita tentang Firmino sebagai penjual kelapa dan dokter gigi di halaman berikutnya.

Komentar