Optimisme Kyle Walker untuk Spurs Musim Ini

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Optimisme Kyle Walker untuk Spurs Musim Ini

Musim lalu, Tottenham Hotspur sebenarnya menjalani musim yang tidak buruk. Mereka menjaga konsistensi dengan berada di peringkat kelima klasemen Liga Inggris. Atas hasil tersebut, mereka pun dipastikan berlaga di Europa League pada musim ini.

Namun, sejumlah pemain merasa kalau musim lalu Tottenham belumlah menunjukkan performa terbaik. Salah satunya adalah fullback kanan, Kyle Walker, yang merasa frustasi salah satunya karena cedera pinggang. Ia pun gagal menampilkan performa terbaik di bawah arahan Mauricio Pochettino.

Situs olahraga Talk Sport berkesempatan mewawancarai Walker tentang peluang Tottenham musim ini. Menariknya, Walker merasa kalau musim ini Tottenham siap menunjukkan kekuatan utamanya. Ia pun membocorkan soal “latihan brutal” yang diterapkan Pochettino, yang membuat Spurs mendapatkan manfaatnya sekarang.

Bermula dari Villa

Kyle Walker dididik di tim junior Sheffield United sejak 1997. Ia baru mendapat kesempatan tampil di tim utama pada 2008. Salah satu catatan terbaiknya adalah bermain di babak final play off di Stadion Wembley. Usai musim tersebut, ia ditransfer ke Tottenham pada Juli 2009.

Di Spurs ia tak langsung bermain melainkan dipinjamkan Sheffield United, Queens Park Rangers (QPR), dan Aston Villa. Dipinjamkan ke klub lain awalnya membuat Walker merasa takut tidak bisa beradaptasi dan tak bisa mendapatkan tempat, “Namun, sekalinya Anda bisa menyesuaikan diri, itu adalah pengalaman yang fantastis.”

Salah satu momen penting adalah saat ia pindah dari QPR ke Aston Villa, “Saat itu aku berada di zona nyaman di Championship, jadi aku ingin melihat bisakah aku melakukannya.” Kepindahannya ke Villa membawa berkah buat Walker. Beberapa bulan kemudian, ia dipanggil oleh kesebelasan negara Inggris. Walker merasa kalau dipinjamkan adalah sesuatu yang penting bagi pemain muda.

Sejak musim 2011/2012 Walker sudah mencicipi pertandingan di Premier League bersama Spurs. Pada akhir musim, ia terpilih sebagai pemain muda terbaik versi PFA.

Musim lalu, Walker berada dalam posisi yang tak menyenangkan. Meski telah menandatangani kontrak hingga 2019, tapi cedera pinggang terus menghantuinya. Belum lagi kehadiran manajer baru, Mauricio Pochettino, serta banyaknya pemain yang keluar dari tim.

Ia bersama fullback kiri Spurs, Danny Rose, berusaha keras untuk menjaga tempatnya di White Hart Lane. Ia memuji Rose yang memiliki semangat kerja yang begitu tinggi, dan pada musim ini bermain begitu menonjol di sisi kiri. “Musim lalu bukanlah yang terbaik buatku, jadi aku mesti membuktikan, bukan cuma pada diri sendiri, tetapi juga pada fans. Dan pada ayahku, yang mengkritikku paling keras,” ucap Walker.

Hati Walker pun kian berdebar karena Spurs mendatangkan bek kanan baru, Kieran Trippier dari Burnley. Namun, Walker bermain begitu baik pada sejumlah pertandingan pra-musim yang membuat dirinya kembali dipilih menjadi pemain utama. Musim ini, pemain kelahiran 1990 tersebut selalu menjadi pilihan utama Pochettino dengan memainkannya di semua laga Spurs di liga.

Meski mengawali musim dengan sekali kekalahan dan tiga hasil seri sebelum meraih kemenangan, nyatanya manajemen dan penggawa Spurs merasa tak khawatir sama sekali.

“Kalau kami kalah lawan MU, dan kalah tiga kali lagi, mungkin itu akan menjadi satu hal yang mesti dipikirkan. Kami memulai musim relatif baik. Kami adalah kesebelasan yang membangun untuk masa depan, tapi kami bisa melakukan sesuatu yang besar musim ini,” tutur Walker.

Tentang Cedera dan Beratnya Latihan

Sekembalinya dari perawatan, Walker merasa kalau dirinya tengah berada pada performa terbaik dalam dua tahun terakhir. Padahal, Walker mesti melakukan operasi yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk pemulihan.

Secara tidak langsung, Walker mengakui kalau sistem latihan yang dibawa Pochettino terasa berat, “Pemain yang lebih berpengalaman mungkin tak akan bisa mengatasi apa yang kami lakukan.” Namun, ia merasa kalau apa yang dilakukan Pochettino justru membuahkan hasil positif bagi Spurs karena mereka dihuni oleh para pemain muda. Selain itu, pribadi Pochettino yang terbuka pun membuat para pemain muda Spurs bisa lebih berkembang.

“Kemampuan man-management amat vital bagi pemain muda seperti yang dimiliki Spurs. Hal tersebut amat genting bagi pengembangan skuat dan juga pengembangan secara individu,” tutur Walker.

Salah satu keluaran (output) yang diinginkan Pochettino adalah kecepatan. Ia pun menghadirkan sejumlah pembaruan utamanya pada latihan di gimnasium. Salah satunya adalah dengan mengaitkan pemain dengan tali elastis dan meminta mereka untuk lari sejauh mungkin.

Ditanya soal peluang masuk empat besar, Walker tak muluk-muluk. Ia mengakui sulit untuk menembus empat besar meski sejumlah tim dilanda inkonsistensi. “Kami ingin berada di empat besar, tapi cuma ada empat tempat dan 20 tim,” kata Walker.

Dengan melakoni Europa League, Spurs mesti menyisihkan waktu pada tengah pekan yang membuat kian meningkatnya untuk kelelahan secara fisik. Walker mengungkapkan kalau kelelahan mental jauh lebih sulit untuk dikelola ketimbang kelelahan fisik.

“Anda berpergian, naik kereta, bertanding, dan pulang. Bukan kaki Anda yang terpengaruh tapi pikiran karena Anda di sini, di sana, di manapun. Namun, kami adalah atlet profesional dan kami memiliki pekerjaan walaupun kami lelah atau tidak,” kata Walker.

Penampilan gemilang Walker musim ini pun dipuji oleh sejumlah pengamat; Garth Cooks, misalnya. “Walker bermain dengan begitu percaya diri saat ini, dan itu menakutkan,” tutur Cooks.

foto dan sumber tulisan: talksport.com

Komentar