Macclesfield Town: Klub Kecil yang Berpikir (Terlalu) Besar

Cerita

by Frasetya Vady Aditya Pilihan

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Macclesfield Town: Klub Kecil yang Berpikir (Terlalu) Besar

"Kami tak memiliki saldo bank seperti Manchester United. Kami hanyalah Macclesfield Town yang saat ini tengah putus asa. Jika kami memiliki posisi keuangan yang kuat, kami tak akan sedikitpun memikirkan itu," tutur Asisten Direktur Macclesfield Town, Andy Scott, pada Juni 2013 silam.

Macclesfield Town FC adalah kesebelasan yang terletak di kota Macclesfield, yang terletak di antara Great Manchester dan Merseyside. Pada sensus 2011 kota tersebut berpenduduk 52 ribuan jiwa. Macclesfield Town FC adalah kesebelasan kebanggaan kota setempat. Mereka sempat bermain di Football League Two atau kompetisi tingkat keempat di Inggris. Saat ini, Macclesfield Town berkompetisi di Conference National atau kompetisi tingkat kelima.

Dua tahun silam, Macclesfield sempat mengalami masalah finansial. Kesebelasan yang berjuluk The Silkmen—karena Macclesfield dikenal sebagai penghasil sutra terbesar di Inggris—ini mesti memasang pengumuman yang terbilang janggal.

The Silkman membutuhkan 100 ribu poundsterling pada akhir Agustus 2013 untuk bisa bertahan. Untuk itu, mereka membuka "lowongan" bagi fans yang berusia 18-35 tahun untuk bermain di Macclesfield dengan membayar 20 ribu pounds. Calon pemohon nantinya diseleksi dan mendapat jaminan setidaknya bermain selama sepuluh menit di liga atau turnamen.

Pemohon yang berhasil pun akan diberi nomor punggung, kostum kandang, tandang, serta perlengkapan latihan. Mereka pun akan berlatih bersama tim utama selama sepekan, serta diikutsertakan dalam foto kesebelasan.

"Aku pikir ini adalah kesempatan emas bagi seseorang yang ingin menapaki karir dan terjun langsung dalam sejarah sepakbola Inggris," ucap Scott, "Jika kami bermain 1-1 dalam 10 menit terakhir kami tak akan mengambil risiko. Tapi jika kami unggul 3-0 dan manajer John Askey merasa sudah cukup baik, maka pemain tersebut bisa bermain. Ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa."

Pada akhirnya tidak ada anggota masyarakat atau penggemar yang benar-benar melamar "pekerjaan" ini. Bukan mereka tak mampu atau tak tertarik, melainkan karena pihak klub yang membatalkan tawaran tersebut sebulan kemudian.Dalam situs resmi klub dijelaskan bahwa tawaran tersebut hanyalah satu dari sekian banyak "ide inovatif" untuk mendapatkan dana cepat.

"Kini kami mengetahui bahwa kontrol apapun yang dibuat, itu menciptakan kemungkinan mengubah hasil pertandingan kompetitif dan melangkahi batas penghormatan terhadap integritas pertandingan. Oleh karena itu, kami menarik tawaran dan ingin meminta maaf dengan terus terang kepada otoritas sepakbola dan Football Conference untuk kesalahan yang kami buat," tulis pernyataan tersebut.

Macclesfield sebelumnya dipaksa untuk menjual Stadion Moss Rose yang berkapasitas 6 ribuan penonton. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari mereka dari denda. Penggemar pun diminta untuk ikut membeli saham dan terlibat menjalankan klub. Mereka sangat membutuhkan 100 ribu pounds untuk menaikkan status klub sebagai tim profesional.

Macclesfield promosi ke Football League pada 1997 dan terdegradasi ke Conference Premier pada 2012. Selama sejarahnya, mereka pernah bertanding dengan sejumlah rival yang pernah masuk ke Premier League dan Divisi Championship seperti Manchester City, Wigan Athletic, dan Preston North End.

Patungan untuk Beli Pemain



Awal Oktober tahun ini, Macclesfield kembali melibatkan fans mereka untuk mengumpulkan dana senilai 10 ribu pounds. Uang itu akan digunakan untuk membeli sejumlah pemain baru. Tanpa diduga, seorang penggemar dari luar negeri memberi 15 ribu pounds pada Agustus lalu untuk tujuan yang sama. Sang donor baik hati itu pun bersedia memberi 10 ribu pounds tambahan asalkan tim mampu mengumpulkan 10 ribu pounds lainnya dari fans.

"Dalam tiga pekan, 74 penggemar telah mengumpulkan 4230 pounds, termasuk 500 pounds dari Andy Thomas yang tinggal di Indonesia," tulis The Guardian. Jika 10 ribu pounds bisa tercapai, ini artinya Macclesfield Town telah mendapatkan 35 ribu pounds untuk bisa membeli pemain baru.

Pemilik klub, Mark Blower, pun merasa senang dengan kampanye tersebut. Menurutnya adalah sebuah hal fantastis saat fans bekerja sama dengan tim untuk mengumpulkan uang. "Kami membangun skuat yang baik tapi ini adalah liga yang keras. Donasi ini akan membantu John Askey untuk meningkatkan skuatnya dan memberinya kemungkinan terbaik untuk sukses," tutur Blower.

Merayu Raheem Sterling

Rahim

Sebelum musim kompetisi dimulai, santer terdengar kalau Raheem Sterling berniat keluar dari Liverpool. Konon, tujuan akhir Sterling adalah Manchester City. Sebagai wilayah perbatasan antara Merseyside dan Manchester, Macclesfield merasa tertantang. Mereka (kembali) membuat penggalangan dana untuk mendatangkan Sterling. Tidak tanggung-tanggung karena mereka menargetkan 50 juta pounds!

Dana 50 juta pounds dianggap cukup untuk membajak Sterling ke Manchester City. Saat ini, penggalangan dana yang dimuat di situs Crowd Funder tersebut telah mencapai 580 pounds.

"Jujur, kepindahan Sterling akan menjadi penurunan dalam karirnya dari Premier League. Namun, kami di sini, di Macclesfield Town, bisa menggaransi kalau Raheem tak akan duduk di bangku cadangan dan membiarkan timnya dibantai Stoke City 1-6," tulis keterangan dalam situs tersebut.

Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia

Macclesfield pun sebelumnya sempat menginginkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Mereka mengandalkan "wi-fi gratis di dekat Perpustakaan Macclesfield" dan suhu yang konstan pada 14 derajat celcius adalah hal yang paling hebat bagi sebuah kota untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Sebagai bagian dari skandal suap yang mengguncang FIFA, website klub pun menyatakan dengan jelas kalau mereka menyediakan dana 40 pounds sebagai hadiah untuk "FIFA Family". "Dengan fasilitas yang luar biasa di dan di sekitar Macclesfield, dan sebuah sejarah sepakbola kami percaya diri bahwa Piala Dunia akan sukses di sini," tulis website klub.

Menggelikan?

Komentar