Kenapa Harus Klopp?

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Tidak bisa berbahasa Finlandia.

Kenapa Harus Klopp?

Kepada para pendukung Liverpool yang berharap Jürgen Klopp dapat membawa The Reds menjadi juara liga (dengan bonus tampil di final kejuaraan tingkat Eropa): silakan mundur perlahan dan berhenti berharap jika tidak ingin kecewa.

Jürgen Klopp dapat membuat para pendukung Borussia Dortmund bersorak, bertepuk tangan, bahkan bernyanyi untuknya. Hanya sosok berpengaruh yang dapat melakukan hal itu. Namun Klopp bukan sosok dewa yang ada dalam pikiran kebanyakan orang. Ia tidak jenius dan tidak istimewa. Pada masanya Klopp adalah juru taktik yang revolusioner dan pantas disebut hebat. Namun jenius dan istimewa rasanya berlebihan.

Jika Liverpool ingin menjuarai Premier League dalam waktu dekat, bukan Klopp yang mereka butuhkan. Klopp butuh waktu. Ia datang ke Dortmund pada 2008 dan menghabiskan dua musim pertamanya di papan tengah. Baru pada 2011 Klopp membawa Dortmund menjuarai Bundesliga. Domestic double pertama Klopp sebagai pelatih kepala Dortmund sendiri baru tercapai pada 2012.

Ada alasan lain yang membuat kemungkinan Klopp sukses di Liverpool, jika ia datang sekarang, kecil. Gegenpressing yang diciptakannya bukan lagi taktik seksi yang dapat membawa sebuah kesebelasan mencapai final Champions League. Sudah banyak pihak yang paham betul cara meredam permainan agresif dan penuh tenaga à la Klopp. Lagi pula Gegenpressing sudah ketinggalan zaman. Roger Schmidt sudah mengadopsi dan menyempurnakannya untuk melahirkan Pressmaschine. Jika dengan Gegenpressing yang disempurnakan saja Bayer Leverkusen hanya mampu mengakhiri musim di peringkat keempat, jelas sudah: permainan menekan yang agresif tidak memiliki tempat di kalangan atas sepakbola Eropa.

“Saya tidak lelah,” ujar Jürgen Klopp dalam konferensi pers pengunduran dirinya dari jabatan pelatih kepala Borussia Dortmund. “Saya mungkin terlihat kelelahan namun sebenarnya tidak. Saya 0,0% kelelahan. Saya belum menjalin hubungan dengan kesebelasan mana pun namun saya tidak berencana menjalani sabbatical, walau bisa saja saya harus menjalaninya, atau harus menjalani apa pun namanya istirahat setengah tahun itu, saya tidak tahu.”

Klopp mungkin tidak berencana beristirahat satu tahun penuh, namun melihat aktivitasnya sekarang, bisa jadi ia sedang dan memang akan menjalani sabbatical. Isu yang berkembang, Klopp mengambil langkah ini untuk menciptakan jeda satu tahun antara musim terakhirnya di Dortmund dan musim pertamanya sebagai pelatih kepala Bayern München. Matthias Sammer pernah juara bersama Dortmund sebagai pemain dan pelatih, namun sekarang ia mengabdi kepada Bayern. Tidak mustahil Klopp menyeberang ke kapal yang sama. Tidak ada yang salah dengan itu, selama semuanya dilakukan secara profesional.

Andai anggapan tersebut tidak benar pun, Klopp tetap membutuhkan satu tahun jeda untuk menjadi pribadi baru. Satu tahun terbebas dari rutinitas dapat Klopp manfaatkan untuk merenungi dan memperbaiki kesalahannya musim lalu. Satu tahun ini dapat ia manfaatkan untuk lebih banyak belajar, agar dapat kembali melatih setelah kamus taktiknya lebih kaya. Dan Liverpool perlu memberi Klopp ruang untuk berkembang. Jika Liverpool keukeuh mendatangkan Klopp sekarang, mereka hanya akan mendapatkan seorang juru taktik yang hanya memiliki satu strategi dan tidak bisa tidak bergantung kepada pemain kunci.

Ada baiknya para pendukung Liverpool berdoa agar manajemen mendekati dan mengajukan kontrak jangka pendek – hingga akhir musim ini saja – kepada Marcelo Bielsa. Menjelang akhir musim (atau di awal putaran kedua, atau kapan pun dirasa perlu) barulah mereka mendekati Pep Guardiola. Jangan Klopp, Guardiola saja.

Mengikat Bielsa dalam kontrak jangka pendek adalah langkah penting yang sebaiknya tidak dilewatkan. Bielsa tidak menjamin gelar juara, namun menu latihan yang dibawanya akan mengangkat kualitas setiap pemain Liverpool, baik dalam kualitas permainan atau pemahaman taktik. Dimitri Payet dan André Ayew yang sekarang sedang menggila bersama West Ham United dan Swansea City di musim pertama mereka di Premier League, musim lalu, menghabiskan satu musim penuh di bawah siksaan Bielsa. Kontrak hingga akhir musim saja cukup, karena lebih dari itu akan percuma.

Sembari mempercayakan pengembangan kualitas para pemain kepada Bielsa, manajemen Liverpool dapat berkonsentrasi memilih manajer paling tepat untuk mereka. Jika tujuannya memang juara dan kembali meraja, tidak ada alasan tidak mendekati Guardiola. Liverpool adalah kesebelasan dengan nama besar dan tradisi kuat, dan Guardiola lebih menyukai itu ketimbang kesebelasan kaya. Harga yang harus diajukan kepada Guardiola memang tidak kecil, namun pengorbanan ini pantas Liverpool lakukan demi kembalinya kejayaan mereka.

Andai Guardiola tidak bersedia pun, Liverpool akan tetap memiliki cukup banyak waktu untuk melihat apakah kamus taktik Klopp sudah semakin kaya sebelum akhirnya meminang pelatih kelahiran Stuttgart tersebut. Dan andai Klopp juga tidak mau, Liverpool tetap memiliki banyak waktu untuk benar-benar menemukan manajer yang tepat. Banyak pilihan di luar sana. Salah besar jika Liverpool terburu-buru.


">October 5, 2015

Komentar