Bolehkah Memasang Warna Kebesaran di Permukaan Lapangan?

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Bolehkah Memasang Warna Kebesaran di Permukaan Lapangan?

Belum lama ini, West Ham United mengunggah sebuah gambar yang memperlihatkan lapangan Boleyn Ground berwarna claret (merah anggur) dengan garis lapangan berwarna biru; warna kebesaran mereka. Seketika muncul pertanyaan: bolehkah lapangan sepakbola tidak berwarna hijau? Apakah garis pembatas lapangan harus berwarna putih?

West Ham mengunggah gambar tersebut di akun Twitter mereka pada 15 Agustus lalu, dengan caption “CLARET AND BLUE DAY! Final preparations are being made to the pitch ahead of kick-off #ClaretandBlueDay”. Pada nyatanya, lapangan Boleyn Ground saat West Ham menjamu Leicester City tetap berwarna hijau dengan garis berwarna putih.

Gambar yang West Ham unggah memang rekayasa. Mereka melakukannya sebagai sebuah kampanye untuk membuat Boleyn Ground penuh dengan warna merah anggur dan biru setiap kali kesebelasan berjuluk The Hammers tersebut bermain kandang. West Ham akan meninggalkan Boleyn Ground di akhir musim nanti, dan mereka ingin musim 2015/16 menjadi perpisahan panjang yang tak terlupakan, dengan kehadiran warna merah anggur dan biru sepanjang musim.

Tidak ada data resmi mengenai meningkat atau tidaknya penggunaan warna merah anggur dan biru di Boleyn Ground setelah kampanye tersebut. Yang pasti, kampanye claret and blue melahirkan sebuah pertanyaan yang barangkali sudah lama berada di benak banyak orang: bolehkan lapangan sepakbola tidak berwarna hijau?

Premier League telah mengatur segala hal yang berhubungan dengan lapangan pertandingan. Dalam Premier League Handbook 2015/16 yang dapat diunduh gratis, tidak ada keterangan mengenai warna lapangan. Dengan kata lain, boleh saja lapangan Boleyn Ground berwarna merah anggur.

Pada bagian Premier League Rules, tepatnya pada Section K (Stadium Criteria and Broadcasters’ Requirements) terdapat ketentuan mengenai dimensi lapangan. Ada pula larangan mengubah dimensi lapangan tanpa sepengetahuan Premier League. Tebal rumput lapangan dan keharusan adanya pemanas di bawah permukaan lapangan pun bahkan diatur dengan jelas.  Premier League, bagaimanapun, tidak mengatur warna lapangan. Mereka melarang penggunaan lapangan rumput buatan (K.25) namun tak ada satu pun aturan mengenai warna lapangan.

Premier League Handbook - Section K

West Ham tidak menyalahi aturan Premier League jika di kandang mereka, lapangan tidak berwarna hijau. Namun bagaimana dengan aturan FIFA?

FIFA, dalam Laws of the Game terbaru (musim 2015/16), menegaskan bahwa warna lapangan harus hijau, namu khusus untuk lapangan rumput buatan saja. Ketentuan ini tertera dalam Law 1 - The Field of Play, tepatnya pada bagian Field Surface. Terdapat ketentuan yang menegaskan bahwa lapangan rumput buatan harus berwarna hijau, namun tak ada ketentuan mengenai warna rumput alami. Karenanya, kesebelasan mana pun yang mengacu kepada aturan FIFA boleh memiliki lapangan yang tidak berwarna hijau.

Laws of the game - Field surface

Tentunya kesebelasan-kesebelasan profesional itu bukannya baru tahu tidak ada aturan yang mengharuskan lapangan berwarna hijau (selain karena hijau adalah indikasi baiknya kualitas rumput, dan FIFA hanya mengizinkan pertandingan internasional digelar di lapangan yang kualitasnya memenuhi standar). Jika sampai saat ini belum ada kesebelasan yang memiliki lapangan berwana selain hijau, kemungkinan besar karena proses pewarnaan lapangan akan merusak rumput alami. Lain hal, mewarnai permukaan lapangan seluas 90 x 45 meter (minimal) atau 120 x 90 meter (maksimal) bukanlah pekerjaan mudah.

Sekarang kita tahu aturan-aturan mengenai warna permukaan lapangan dan mengapa kesebelasan-kesebelasan tetap menggunakan lapangan berwarna hijau (jika memang ada rumputnya). Bagaimana dengan garis pembatas lapangan?

Dalam Law 1, tepatnya pada bagian Field Markings, FIFA menentukan penempatan garis dan lingkaran serta titik lapangan. Dalam bagian Dimensions, FIFA menentukan ketebalan garis. Tidak sekali pun FIFA menyebut bahwa warna garis lapangan harus putih. Faktanya, hanya ada satu kata white (putih) dalam Laws of the Game 2015/16, dan kata tersebut muncul bukan dalam kalimat yang menyinggung garis lapangan.

Laws of the game - Field markings

FIFA menegaskan bahwa warna tiang gawang harus putih (inilah satu-satunya ketentuan mengenai penggunaan warna putih dalam Lws of the Game 2015/16), namun tidak menentukan warna garis lapangan.

Lantas, mengapa mengapa tidak ada kesebelasan yang mewarnai garis pembatas dengan warna kebesaran mereka, ya?

Komentar