Ketika Rooney yang Sudah Terbang Tinggi Kembali Berseragam Everton

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Ketika Rooney yang Sudah Terbang Tinggi Kembali Berseragam Everton

“Something are just meant to be!”


Itulah seruan komentator ketika Wayne Rooney mencetak gol ketiga dalam pertandingan debutnya untuk Manchester United, yang kala itu berhadapan dengan Fenerbahce di babak penyisihan grup Liga Champions musim 2005/2006. Eksekusi tendangan bebasnya berhasil menghujam jala penjaga gawang legendaris Turki, Rustu Recber. 28 September 2004 menjadi penanda awal karir pemain yang akrab disapa ‘Wazza’ ini di sisi merah kota Manchester. Seruan dari komentator tersebut menunjukan bahwa (mungkin) sang pemuda akan menjadi pesepakbola hebat.

Rooney yang kala itu masih berusia 18 tahun, mendarat di Manchester United dari Everton dengan transfer sebersar 25,6 Juta Poundsterling menjadi rekor transfer pemain Inggris dibawah usia 20 tahun kala itu. Kepergian Rooney dari Everton saat itu bahkan membuat chairman Bill Kenwright menangis meraung – raung, dirinya harus merelakan bakat terbaik Merseyside biru pergi ke barat daya Inggris.

Hampir semua orang mengenal nama Wayne Rooney, setelah dirinya yang kala itu baru saja naik ke tim senior Everton, menciptakan gol sensasional melalui sebuah sepakan dari luar kotak penalti ke gawang David Seaman. Gol tersebut jugalah yang membuat seorang fans cilik Manchester United membuat poster agar klub favoritnya mendaratkan pemain yang memiliki darah Irlandia dari sang ayah.

Sebelas tahun sudah Rooney meninggalkan Everton. 2 Agustus kemarin sang pemain kembali ke Goodison Park, markas kebesaran The Toffes – Julukan Everton. Bukan sebagai lawan yang akan melakukan seluruh daya dan upaya untuk mencetak gol ke gawang tim tuan rumah. Akan tetapi pada hari tersebut, Rooney kembali bermain untuk tim kota kelahirannya, tim idola masa kecilnya, kembali mengenakan jersey biru kebesaran Everton, menghadapi tim asal Spanyol Villarreal,  dalam di partai testimonial partner sekaligus idolanya di lini serang, Duncan Ferguson.

rooney2

Dalam pertandingan yang berkesudahan 1-2 untuk kemenangan tim tamu tersebut, Rooney kembali bersanding dengan Duncan Ferguson, kembali dibalut warna biru, dan kembali mengenakan nomor punggung 18, sama seperti terakhir kali sebelum dirinya hijrah ke Manchester United.

Duncan memang pemain yang mendapat hormat yang tinggi dari Rooney. "Saat aku masih muda, Duncan Ferguson adalah pahlawanku. Saat itu aku masih sangat muda, dia menjadi inspriasi karena begitu saya masuk ke tim utama dialah yang sangat banyak membantu dan menjagaku," kenang Rooney.

"Entah dengan cara yang lebih baik macam apa agar aku bisa berterima kasih pada Duncan atas apa yang dia lakukan untukku. Memenuhi permintaannya untuk mengisi laga testimonial adalah ucapan terimakasihku,” kata Rooney.

Lima titel juara Liga Inggris, dua gelar Piala Liga dan satu medali juara Liga Champions Eropa serta juara Piala Dunia Antarklub. Adalah prestasi Rooney setelah sebelas tahun hijrah dari Goodison Park ke Old Trafford – kandang Manchester United dengan rincian total 185 gol dari 407 pertandingan. 105 caps dan top skor timnas Inggris sepanjang masa kedua setelah Bobby Charlton adalah catatan emas lain yang ditorehkan oleh Rooney. Ditambah saat ini sang pemain merupakan kapten tim, baik di Manchester United dan tim nasional Inggris.

rooney1

Menjadi menarik, apakah yang akan terjadi apabila Rooney memutuskan bertahan dan terus bermain di Everton hingga saat ini?

Bisa jadi Rooney tidak akan pernah mendapatkan apa yang sekarang dirinya dapatkan di Manchester United. Gaji ratusan ribu pounds per-pekan, gelar juara, rumah mewah yang saat ini ia tempati, mobil sport mahal. Dan mungkin kapten tim nasional Inggris saat ini bisa jadi bukan Wayne Rooney. Apabila memutuskan untuk bertahan dirinya bisa jadi pemain yang hebat, pemain yang tiap pertandingan akan dielu-elukan oleh publik Goodison Park. Akan tetapi bisa jadi bukan pemain seperti dirinya sekarang ini.

Dibandingkan kehidupannya yang tenar, karena bermain di klub (yang dianggap) paling terkenal di planet bumi. Bisa jadi ketika bertahan di Everton, dirinya akan lebih banyak bersantai dan mengunjungi museum dan pameran seni di kota Liverpool, bersama dengan keluarga kecilnya.

Baca juga cerita menarik lainnya tentang Wayne Rooney:

Saat Rooney Ditantang Bergulat


Tentang Rooney yang Sempat Tak Ingin Bermain Sepakbola


Memiliki Nama Rooney, Bocah Ini Dilarang Menghias Telur Paskah dengan Namanya


Kenapa Rooney Tak Ikut Bernyanyi?



Terlepas dari sikap temperamental ketika masih muda, mulai dari reaksi berlebihan terhadap wasit karena mendapatkan kartu kuning (yang berujung membuat Rooney, diganjar kartu merah). Tekel tekel tidak perlu di area pertahanan lawan, mengucapkan kata kata kasar di depan kamera. Dan perilaku bengal lain, seperti kedapatan menggunakan jasa wanita panggilan berusia paruh baya. Dan membeli junk food dalam jumlah banyak sehingga berat badannya tidak terkontrol. Ditambah kebiasaan Rooney ketika ingin mendapatkan kenaikan gaji, dirinya selalu mengancam untuk pindah, sama seperti yang ia lakukan pertama kali saat meminta kenaikan gaji sebesar lima puluh ribu pounds atau pergi, kala masih berseragam Everton.

Terlepas dari semua itu, terlepas dari kontroversi yang berada di sekitar pemain bernama lengkap Wayne Mark Rooney ini. Dirinya hingga saat ini merupakan satu satunya pemain Inggris yang dibeli dengan harga selangit di usia muda, namun berhasil membuktikan diri dan memenuhi ekspektasi.

25.6 juta poundsterling yang dibayarkan United kepada Everton, menjadi jumlah yang sepadan melihat peforma Rooney dalam sebelas tahun karirnya di The Red Devils – julukan Manchester United. 15 Gelar juara yang didapatkan sejak kedatangan Rooney dan gol – gol yang dicetaknya ke gawang tim rival, termasuk yang ia sarankan kala menghentikan Invicible Arsenal pada 2004, menjadi investasi yang sangat menguntungkan bagi United.

Setelah Rooney belum ada lagi pemain asli Inggris lain yang berhasil membuktikan diri setelah dibeli dengan harga mahal. Mulai dari David Bentley, Curtis Davies, Shaun Wright-Philips, Jack Rodwell, Andy Carrol dan Wilfried Zaha termasuk dalam daftar yang mengakibatkan publik sepakbola menganggap pemain muda Inggris Overrated. Tentunya saat ini pendukung Manchester City banyak banyak berdoa agar Raheem Sterling tidak akan bernasib seperti pendahulu pendahulunya, sembari berharap Sterling justru akan mengikuti rekam jejak kesuksesan Rooney.

Rooney kembali ke Goodison Park, kembali ke rumah yang sudah sebelas tahun ia tinggal, rumah yang mungkin masih belum bisa memaafkan dirinya karena mencium badge lambang klub barunya sebagai selebrasi kala membobol gawang tim tuan rumah. Kembali ke rumah dimana dirinya bertemu dengan belahan jiwanya Coleen McLoughlin. Kembali ke rumah yang menjadi tonggak awal kesuksesan dan seluruh kegemilangan yang diraihnya saat ini.

Komentar