Cerita yang Jarang Diketahui Soal Pengeras Suara di Stadion Camp Nou

Cerita

by Zakky BM Pilihan

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Cerita yang Jarang Diketahui Soal Pengeras Suara di Stadion Camp Nou

Saya, mungkin seperti anda, penonton sepakbola yang lebih banyak menonton lewat layar kaca ketimbang menonton langsung di stadion. Ini bisa dimengerti karena tayangan sepakbola di televisi saat ini sangatlah banyak dan beragam. Pun juga kita mempunyai keterbatasan dan kesibukan masing-masing ketika ingin menonton langsung di stadion.

Namun ketika anda di stadion menonton kesebelasan favorit anda, apakah anda sering berpikiran seperti "Siapa sih, orang-orang yang sering mengumumkan line-up setengah jam sebelum pertandingan?" . Atau jangan-jangan anda tidak pernah mendengar suara sang announcer tersebut karena anda datang telat ke stadion? Saya, mungkin juga anda, seringkali penasaran dengan hal-hal remeh seperti itu.

Di Inggris, ada Alan Keegan yang mengisi suara di balik speaker yang terpasang di sudut-sudut Old Trafford sejak tahun 2000. Ia juga menjadi pengisi suara kehormatan di Etihad Stadium dan Wembley Stadium. Kemudian di Anfield, ada George Sephton yang telah mengabdi selama 44 tahun bekerja di balik pengeras suara stadion kebanggaan para Kopites tersebut.

Barcelona, sebagai salah satu klub terbaik di dunia saat ini, sudah pasti memiliki announcer yang suaranya akan selalu muncul setiap Barca bermain di Camp Nou. Announcer tersebut bernama Manel Vich dan sudah bekerja selama 59 tahun lamanya bagi Barcelona. Kini ia sendiri sudah berumur 77 tahun.

Kisahnya dimulai saat ia baru berusia 19 tahun. Manel Vich yang menginjak dewasa sudah mulai mencari nafkah dengan bekerja di satu stasiun radio lokal di kota Barcelona. Saat itu, ia menjalani profesinya sebagai pembawa acara olahraga di stasiun radio tersebut.

Barcelona kala itu masih bermain di Les Corts saat Manel Vich memulai karirnya sebagai announcer bagi Barca. Dan awal Manel bekerja itu ternyata menjadi tahun terakhir Les Corts dipakai sebagai kandang Blaugrana. Karena pada 1957, awal Maneh bekerja, Blaugrana resmi pindah menuju Estadio Camp Nou sebagai kandang baru mereka. Maka, secara tidak langsung, Manel Vich sudah merasakan atmosfer dari dua kandang berbeda kesebelasan Katalunya tersebut.

Sebagai catatan, pembanganunan Camp Nou saat itu adalah upaya Barcelona menambah kapasitas daya tampung stadion mereka, Les Corts, yang semakin hari semakin padat. Bertambahnya penonton dikarenakan Barcelona bermain ciamik apalagi pada 1951 mereka menyabet lima trofi dalam setahun dan dijuluki sebagai "El Barça de les Cinc Copes" saat itu.

Banyak juga yang mengatakan bahwa salah satu alasan lain dibangunnya Camp Nou adalah penampilan individu seorang Ladislao Kubala. Pria asal Hungaria tersebut bahkan kini diabadikan delam bentuk patung yang berdiri megah di area Camp Nou.

Manel Vich remaja yang jelas-jelas menyaksikan penampilan ajaib Kubala saat itu mengaku jatuh cinta dengan penampilannya dan menjadikan Kubala sebagai pemain favoritnya sepanjang masa meski muncul nama-nama seperti Johan Cruyff, Maradona, Guardiola, Ronaldinho hingga Lionel Messi.

Melewati berbagai generasi pemain, presiden dan pelatih, Manel Vich tetap setia di depan microphone-nya. Ratusan pemain telah ia sebutkan ketika sebelum pertandingan bergulir. Namun, hanya nama Johan Cruyff yang sulit ia eja. Ia mengaku bahwa nama sang legenda Belanda itu sempat menimbulkan perdebatan dalam pengejaannya. Pengejaan yang benar menurut sang empu yang punya nama adalah "Craiyf", namun para pendukung menyebutnya "Cruif". Maka tak heran jika ia pernah disiuli seisi stadion perihal pengejaan nama sang meneer Belanda yang satu ini.

Sepanjang karirnya dalam dunia per-announcer-an resmi klub hingga kini, Manel Vich hanya melewatkan tiga pertandingan kandang saja. Dua diantaranya ketika ia mesti berhadapan dengan proses operasi batu ginjal yang ia derita. Satu lainnya ia tidak hadir ke Camp Nou saat anak perempuannya menikah. Sisanya, ia lewati dengan khatam bagaimana dinamika suasana stadion sepanjang hidupnya.

Ketika dalam sesi wawancaranya bersama laman resmi Blaugrana, ia mengungkapkan tak ada rahasia bagaimana caranya menjadi seorang announcer yang baik ataupun cara menjaga suaranya agar tetap bagus ketika keluar dari speaker stadion. Karena yang ia tahu hanyalah menikmati hidup dengan bersantai sembari merokok agar suara-suara yang keluar dari kerongkongannya tetap lancar seperti biasanya.

Tulisan diolah dari laman resmi fcbarcelona dan tambahan dari berbagai sumber

Komentar