Risiko-risiko yang Dihadapi Sterling Jika Pindah dari Liverpool

Cerita

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Risiko-risiko yang Dihadapi Sterling Jika Pindah dari Liverpool

Raheem Sterling bisa dikatakan sebagai salah satu pemain muda berbakat asal Inggris saat ini. Banyak yang berpendapat bahwa Sterling akan menjadi pemain andalan tim nasional Inggris di masa mendatang. Di klubnya, Liverpool, Sterling pun sudah menjadi pemain andalan pada musim ini. Sterling diberikan kepercayaan oleh sang manajer, Brendan Rodgers, untuk menjadi penyerang utama Liverpool musim ini.

Nama Sterling memang sudah mencuat sejak ia masih belia. Pada tahun 2010 ketia ia masih berusia 15 tahun, Liverpool mendatangkan Sterling dari akademi QPR. Sterling langsung menarik perhatian banyak pendukung Liverpool akibat aksinya bersama tim junior Liverpool. Ia berhasil mencetak 5 gol saat tim junir Liverpool berhasil mengalahkan tim junior Southend United 9-0 pada bulan Februari 2011.

Akibat aksinya tersebut, mulai bermunculan desakan untuk segera memainkan Sterling di tim senior Liverpool meski usianya masih sangat muda. Namun pelatih-pelatih Liverpool ketika itu masih belum ada yang tertarik untuk segera membawa Sterling ke tim utama Liverpool. Debutnya bersama tim senior Liverpool baru benar-benar terealisasikan pada akhir musim 2011/2012. Saat ia masih berusia 17 tahun 107 hari tersebut, Manajer Liverpool saat itu, Kenny Dalglish, memberikan kepercayaan kepada sang pemain untuk masuk sebagai pemain pengganti.

Sejak itu, Sterling mulai rutin bermain di tim senior Liverpool. Terlebih saat Liverpool sudah ditangani oleh Brendan Rodgers di musim berikutnya. Kesempatan yang diberikan Rodgers kepada Sterling sangat besar meski ia baru beusia 18 tahun ketika itu. Dan hingga kini pun Sterling tetang menjadi pemain yang sangat dipercaya Rodgers di Liverpool.

Namun ternyata, kepercayaan tersebut tidak cukup untuk membuatnya tertarik untuk terus melanjutkan karir di Liverpool. Pada akhir musim 2014/2015 ini Sterling menyatakan keinginannya untuk pindah dari Liverpool. Prestasi Liverpool yang tidak kunjung membaik menjadi alasan utamanya untuk mencari klub yang lebih berprestasi.

Dengan kemampuannya, memang sangat mungkin Sterling meraih prestasi tinggi di tingkat Eropa, bahkan dunia. Namun tepatkah keputusannya jika benar-benar pindah saat ini?

Terdapat resiko yang cukup besar bagi Sterling jika ia benar-benar pindah dari Liverpool saat ini. Beberapa tim besar memang sudah menyatakan ketertarikan untuk mendatangkan Sterling pada bursa transfer musim panas ini. Arsenal dan Manchester City sempat diberitakan tertarik, sedangkan Chelsea, Manchester United, dan Real Madrid dikatakan terus mengamati perkembangan Sterling bersama Liverpool.

Sterling bisa saja terus memaksa Liverpool Liverpool untuk melepasnya dan menandatangani kontrak dengan salah satu klub yang meminatinya. Namun setelah itu, ia harus siap menerima tekanan baru dari klub barunya. Belum tentu manajer barunya akan sebaik Brendan Rodgers yang memberikan kepercayaan penuh kepadanya. Ditambah lagi dengan persaingannya dengan pemain-pemain lain di klub baru yang akan memaksanya untuk tidak melakukan sedikitpun kesalahan.

Maka akan timbul pertanyaan besar soal sudah siapkah Sterling menerima tekanan di klub baru. Dan jika melihat performa yang sudah ditunjukannya bersama Liverpool sejauh ini, wajar jika ada banyak pihak yang meragukan hal tersebut.

Lihatlah bagaimana Sterling masih belum bisa memberikan banyak kontribusi saat Liverpool bermain di kompetisi Eropa. Belum ada satupun gol yang berhasil dicetak Sterling saat bertanding di kompetisi Eropa, baik Liga Champions maupun Liga Eropa.

Sejauh ini, Sterling belum terlihat mampu berdiri sendiri menghadapi tekanan pertandingan. Musim 2013/2014 lalu, saat ia berhasil menciptakan 9 gol dan 5 Assist serta penampilan yang luar biasa bersama Liverpool, bantuan dari rekan-rekannya lah yang membuatnya mampu bermain baik. Berada dalam trio penyerang bersama Sturridge dan Suarez, Sterling benar-benar diberikan ruang sangat luas untuk berkerkreasi. Keberadaan dua pemain ini membuat tekanan yang diberikan kepada Sterling menjadi lebih sedikit sehingga ia mampu bermain dengan leluasa. Ditambah lagi dukungan yang hadir dari lini tengah Liverpool yang ketika itu juga sedang dalam performa yang luar biasa.

Sterling memang akan sangat baik ketika ia mendapatkan dukungan dari pemain-pemain Liverpool lainnya. Kecepatan dan kemampuan menggiring bolanya sangat baik untuk menyempurnakan permainan menyerang Liverpool. Namun, ketika permainan Liverpool tengah menurun dan menemui jalan buntu, belum terlihat Sterling mampu menjadi kartu as yang membuka jalan bagi Liverpool. Sterling belum menjadi pemain yang mampu menanggung bebak tim saat rekan-rekan lain gagal menanggulanginya.

Tentu kita masih ingat saat akhir tahun lalu Liverpool kalah 0-3 dari Manchester United di Old Traffold. Ketika itu untuk pertama kalinya Rodgers memainkan pola baru dan menempatkan Sterling sebagai penyerang tengah. Pemain-pemain Liverpool sama sekali belum bisa beradaptasi dengan pola baru ketika itu. Mereka pun gagal menghadapi tekanan akibat bermain di markas Menchester United.

Sterling sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengangkat mental teman-temannya. Namun dia gagal. Setidaknya ada 4 peluang bersih yang dimilikinya untuk bisa membuat Liverpool mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Jika saja ia berhasil menyelesaikan 1 atau 2 peluang tersebut, mungkin rekan-rekannya akan bangkit dan mulai bermain lebih baik. Namun sepertinya ketika itu ia pun gagal menghadapi tekanan hingga gagal menuntaskan tugasnya dengan baik.

Maka, akan sangat besar resiko bagi karir Sterling jika ia benar-benar pindah musim ini. Ketika ia gagal menghadapi tekanan besar di klub barunya dan kemudian tidak banyak kesempatan yang diberikan oleh manajer barunya. Bukan tidak mungkin Sterling hanya akan menghuni bangku cadangan dan terlempar dari tim utama.

Sedangkan bagi Liverpool sendiri, seharusnya kepindahan Sterling ini sebenarnya tidak perlu pusing dengan persoalan Sterling ini. Dengan kondisi Sterling yang dianggap sangat berpotensi ini, tentu harga yang akan dibayarkan oleh klub yang ingin mendatangkan Sterling akan sangat besar. Bahka bukan tidak mungkin ada klub yang memberikan penawaran berlebihan kepada Sterling.

Dari situ, Liverpool akan mendapatkan keuntungan besar dari hasil penjualan Sterling. Mereka kemudian bisa mendatangkan pemain-pemain baru untuk menutupi lubang yang ada pada musim lalu. Namun dengan catatan, kesalahan transfer yang mereka lakukan di musim lalu saat mencari pengganti Suarez tidak lagi mereka lakukan.

Komentar