Messi yang Merusak Nostalgia Guardiola di Camp Nou

Cerita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Messi yang Merusak Nostalgia Guardiola di Camp Nou

Sebelum pertandingan semi final leg pertama Liga Champions 2014/2015 antara Barcelona melawan Bayern Munich, sorot kamera mengarah ke lorong stadion Camp Nou. Disitu ditunjukan mantan pelatih Barcelona yang kini hadir sebagai pelatih Bayern Munich, Pep Guardiola. Kamera terus menyorot Pep yang berjalan dari lorong stadion menuju bangku cadangan hingga bertemu Luis Enrique dan saling bersalaman.

 Kemunculan Josep "Pep" Guardiola dari lorong pemain yang kini berada pada kubu yang berlawanan

1430946198_extras_noticia_foton_7_0


Namun, nostalgia Pep di Camp Nou cuma bertahan 77 menit saja. Setelahnya Lionel Messi mencetak menjebol gawang Manuel Neuer melalui sepakan dari luar kotak penalti dan memulai mimpi buruk Pep di Camp Nou. Mimpi buruk Pep malam itu berlanjut setelah mantan anak asuhnya tersebut kembali mempermalukan kesebelasannya tiga menit kemudian melalui aksi solo-run yang mampu mengecoh Jerome Boateng bek tengah Munchen.

Ketika Munich kebobolan gol pertama oleh Messi, Pep tidak bisa menyembunyikan kemarahannya saat ia berbicara dengan para kru Munchen. Pep juga nampak terpukul ketika terjadinya gol kedua dan ia hanya bisa duduk dan menyaksikan para suporter Barcelona di stadion berkapasitas 99787 tersebut memberikan tepuk tangan kepada Messi. Tidak hanya mencetak dua gol, ia juga menyumbangkan assist kepada Neymar dan tiga umpan kunci kepada rekan-rekannya.

Penampilan spektakuler dari Messi membuat Pep tidak bisa melakukan apapun yang luar biasa ketika kembali ke Camp Nou. Pep menghabiskan sebagian besar waktunya di pinggir lapangan terkadang melintasi garis untuk memberikan intruksi kepada Philipp Lahm Cs. Maka Messi telah berhasil mencuri pertunjukan Guardiola di hadapan jutaan pasang mata di dunia yang menyaksikan laga Semifinal Liga Champions antara Barcelona dengan Bayern Munchen.

Pep juga mengatakan jika para pemainnya sudah berupaya semaksimal mungkin menghentikan pergerakan Messi yang pada akhirnya menyarangkan dua gol dan memberikan satu asist. "Cara terbaik untuk menghentikan jenis pemain itu tidak memungkinkan mereka untuk terlibat dan itulah yang coba kami lakukan," ujar Pep seperti yang dikutip situs Marca.

"Dia (Pep), tahu betul. Jika ia terinsipirasi, tidak ada orang yang bisa menghentikannya (Messi). Apa yang dia lakukan pada gol kedua sangat luar biasa," timpal Gerard Pique, bek Barcelona, ketika menanggapi komentar mantan pelatihnya Guardiola tentang Messi.

Sementara itu di bangku cadangan Munchen pun tidak cuma diselingi aktivitas mondar-mandir Guardiola untuk memberikan intruksi saja, namun pada menit ke-80 suasana semakin memanas. Kala itu Thomas Muller ditarik keluar diganti Mario Gotze. Tapi ketika berjalan ke pinggir lapangan raut wajah Muller menunjukan ketidak senangannya atas keputusan Guardiola tersebut.

2862A81800000578-3071085-image-a-43_1430952160412


Kendati demikian Pep tidak begitu peduli akan insiden perdebatannya dengan Muller usai pergantian pemain bernomor punggung 25 tersebut. Kini pelatiha asal Spanyol tersebut menegaskan akan fokus ke pertandingan leg kedua di Allianz Arena Munchen kendati akan menjadi pertandingan yang lebih berat setelah kekalahan tiga gol tanpa balas ini.

"Sekarang kita harus berdiri bersama-sama dan tidak mencari akmbing hitam. Tetapi kita harus menerima bahwa kesempatan kami mencapai final sekarang mengecil," imbuh Pep.

Camp Nou pada laga semifinal leg pertama Liga Champions 2014/2015 tersebut menjadi malam yang buruk bagi Guardiola. Sejak menangani Die Rotens setelah pensiunnya Jupp Heynckes yang mempersembahkan treble winner 2012/2013, Pep masih belum bisa menyamai pendahulunya.

Pelatih yang pernah malang-melintang di liga italia bersama Brescia dan AS Roma semasa menjadi pemain ini memang baru menjuarai Bundesliga, namun ia masih kesulitan di kompetisi Eropa. Kini cuma keajaiban yang diharapkan para suporter Munchen seperti ketika dikalahkan Porto 1-3 pada leg pertama perempat final Liga Champions kemudian balik menjungkalkan kesebelasan asal Portugal tersebut dengan skor 6-0 di Allianz Arena. Tapi hal yang mesti diingat adalah Barcelona bukanlah Porto.

Komentar