Boleh Protes Wasit Usai Pertandingan, Tapi Itu Percuma

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Boleh Protes Wasit Usai Pertandingan, Tapi Itu Percuma

Ketika melihat pemain yang masih memprotes keputusan wasit setelah pertandingan berakhir, kebanyakan orang mencibir. Mereka memandang pemain-pemain yang masih mencoba mengubah keputusan wasit setelah pertandingan selesau sebagai orang tidak tahu aturan yang melakukan hal percuma. Soal percuma, memang benar begitu adanya. Namun soal tidak tahu aturan? Tunggu dulu...

Wasit, pengadil pertandingan, memiliki kewenangan penuh di dalam lapangan. Hal ini jelas tertulis dalam Laws of the Game yang dikeluarkan oleh FIFA; tepatnya dalam bagian kewenangan wasit yang merupakan bagian dari Law 5 - The Referee: Each match is controlled by a referee who has full authority to enforce the Laws of the Game in connection with the match to which he has been appointed.

Selain memiliki kewenangan penuh, Law 5 juga menjelaskan sifat keputusan wasit: final. Tidak dapat diganggu gugat. Salah, bagaimanapun, jika Anda menganggap bahwa keputusan wasit tidak bisa ditarik. Tidak dapat diganggu gugat tidak sama artinya dengan tidak dapat ditarik kembali atau dibatalkan. Seorang wasit masih bisa membatalkan keputusan yang telah ia ambil (karena telah merasa salah mengambil keputusan) dengan satu syarat.

“The decisions of the referee regarding facts connected with play, including whether or not a goal is scored and the result of the match, are final. The referee may only change a decision on realising that it is incorrect or, at his discretion, on the advice of an assistant referee or the fourth official, provided that he has not restarted play or terminated the match.”

Menurut ketentuan mengenai keputusan wasit yang terdapat dalam Laws of the Game, dapat diambil kesimpulan seperti ini: selama seorang wasit belum mengunci keputusannya dengan memulai kembali (atau menyudahi) permainan, ia masih dapat menarik kembali keputusan yang ia ambil. Namun jika ia sudah memulai kembali (atau menyudahi) permainan setelah menyatakan terjadinya pelanggaran atau setelah ia mengeluarkan seorang pemain, atau setelah ia menganulir sebuah gol, maka tak seorangpun termasuk ia sendiri boleh mengubah keputusan yang telah diambil.

Dengan pertimbangan di atas, mempertanyakan keputusan wasit sebelum pertandingan dimulai kembali adalah sesuatu yang wajar, dapat dimaklumi, dan dilakukan di waktu yang diperbolehkan. Selama, tentu saja, hal tersebut tidak dilakukan secara berlebihan.

Jika seorang pemain merasa tidak melakukan pelanggaran namun wasit menyatakan demikian, pemain yang bersangkutan masih berhak mempertanyakan keputusan wasit hingga tendangan bebas atau tendangan penalti dieksekusi.

Lantas bagaimana dengan pemain yang mempertanyakan keputusan wasit setelah pertandingan berakhir? Apakah sang pemain (sebut saja Didier Drogba) mempertanyakan keputusan wasit (sebut saja Tom Henning Øvrebø) di waktu dan tempat yang tidak diperbolehkan? Apakah sang pemain tidak tahu aturan jika ia masih mempertanyakan keputusan wasit setelah sang pengadil menyudahi pertandingan?

Tidak; mempertanyakan keputusan wasit setelah pertandingan berakhir bukanlah indikasi bahwa pemain yang bersangkutan tidak mengerti aturan. Jika ia melakukannya dengan harapan wasit mengubah keputusan, ia jelas tidak tahu aturan. Namun jika ia mempertanyakan keputusan demi sebuah kejelasan, ia tidak bisa begitu saja disebut tidak tahu aturan. Seorang wasit masih memiliki kewenangan selama ia berada di dalam lapangan. Law 12 (Fouls and Misconduct) dalam Laws of the Game menyatakan hal tersebut.

“The referee has the authority to take disciplinary sanctions from the moment he enters the field of play until he leaves the field of play after the final whistle.”

Karena itulah, eorang pemain harus berhati-hati dalam melayangkan protes kepada wasit walaupun pertandingan telah berakhir. Hingga seorang wasit melewati garis batas dan keluar dari lapangan, ia masih memiliki kewenangan penuh.

Komentar