Pak Pengacara Mengumpan Pak Polisi, Lahirlah Gol Bersejarah

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Pak Pengacara Mengumpan Pak Polisi, Lahirlah Gol Bersejarah

Ketika membicarakan Gibraltar, bukan (atau setidaknya �"belum�") kemenangan yang menjadi acuan, tapi gol. Ya, gol memang sangat penting di sepakbola. Tapi untuk tim nasional Gibraltar, gol berarti sangat-amat-penting-sekali. Sebuah gol adalah yang sangat mereka tunggu, karena mereka belum pernah mencetak satu pun gol di pertandingan resmi.

Namun, momen ajaib tersebut akhirnya datang untuk anggota terbaru UEFA itu saat mereka melawan Skotlandia pada kualifikasi Grup D Euro 2016 di Hampden Park, Glasgow, Skotlandia.

Sang pencetak gol pertama Gibraltar adalah Lee Casciaro. Namanya akan selalu diingat oleh warga Rock of Gibraltar tersebut karena ia adalah sang pencatat sejarah.

Gol ini akan menyingkirkan banyak hal yang terjadi pada pertandingan tersebut. Beberapa fakta pada pertandingan tersebut seolah menyublim, padahal:

    • Skotlandia berhasil menang 6-1,
    • Kemudian Steven Fletcher juga berhasil mencetak hat-trick,
    • Sementara penantian Matt Ritchie untuk mengunjungi negeri Skotlandia akhirnya terbayar sudah setelah ia bukan hanya mengunjungi, tapi juga bermain di Hampden Park.


Untuk yang poin terakhir tersebut, kami akan sedikit mengingatkan bahwa Ritchie yang lahir di Inggris, punya darah keturunan Skotlandia dari orang tua dan keluarganya.

Uniknya, ia dipanggil pelatih Gordon Strachan ke timnas Skotlandia saat ia belum pernah sekalipun mengunjungi negara Skotlandia tersebut yang letaknya sedikit di utara, sangat dekat dengan Inggris.

Skuat yang Penuh dengan Pekerja Part-Timer

Baiklah, sekarang mari kita kembali kepada lampu sorotan utama: Lee Casciaro dari Gibraltar. Sang pencetak sejarah ini ternyata berprofesi sebagai polisi. Pak polisi ini mencetak gol dengan kaki kanannya setelah ia menerima operan matang dari Aaron Payas yang berprofesi sebagai pengacara.

Gol bersejarah ini bisa Anda saksikan pada bagian bawah tulisan ini.

Jangan heran dengan paragraf di atas, seperti yang sudah pernah kami sampaikan, olahraga nasional Gibraltar sebenarnya adalah kriket, rugbi, dan dart. Sepakbola baru menjadi tren akhir-akhir ini saja. Tidak heran jika hanya terdapat 600 pesepakbola di negara ini.

Dari 600 pesepakbola tersebut, banyak dari pemain Gibraltar adalah pekerja part-timer. Itu lah kenapa mereka memiliki seorang pemadam kebakaran sebagai penjaga gawang, tukang listrik sebagai pemain tengah, agen jasa antar barang sebagai penyerang, dan berbagai profesi lainnya. Pesepakbola profesional di sana bisa dihitung dengan jari.

Mereka semua, terutama pak polisi, mengambil cuti libur akhir pekan untuk bermain sepakbola di Glasgow. Akhirnya jerih payah mereka semua terbayar.

Skotlandia memang menjadi tim pertama yang akhirnya kemasukan gol kompetitif dari Gibraltar. Namun, sebagai catatan saja, sejak bergabung ke UEFA pada 24 Mei 2013, negara anggota UEFA dengan populasi terkecil ini (30.000 jiwa) sudah memainkan 5 pertandingan resmi mereka (seluruhnya adalah pertandingan kualifikasi Euro 2016), dan semuanya kalah (telak):

Gibraltar 0-7 Polandia (7 Sep 2014), Irlandia 7-0 Gibraltar (11 Okt 2014), Gibraltar 0-3 Georgia (11 Okt 2014), Jerman 4-0 Gibraltar (14 Nov 2014), dan semalam Skotlandia 6-1 Gibraltar (29 Mar 2015).

Tapi gol pertama Gibraltar sejak bergabung dengan UEFA sudah lama terjadi, yaitu pada 1 Maret 2014 yang merupakan pertandingan persahabatan sekaligus pertandingan ke dua mereka sejak bergabung dengan UEFA.

Saat itu Roy Chipolina mencetak satu gol untuk Gibraltar, saat mereka kalah 1-4 dari Kepulauan Faroe di Victoria Stadium, Gibraltar. Chipolina berprofesi ganda sebagai seorang petugas bea cukai.

Sedangkan gol ke dua Gibraltar berhasil dicetak oleh pesepakbola profesional (akhirnya!) yang bermain untuk Bristol Rovers, Jake Gosling.

Gosling mencetak gol di Lilleküla Stadium, Talinn, ibukota Estonia, saat Gibraltar mengimbangi Estonia 1-1 pada 26 Mei 2014.

Tidak hanya dua gol itu, Gibraltar juga sudah pernah mencetak kemenangan tak resmi mereka pada (apalagi kalau bukan) pertandingan persahabatan melawan Malta di Estádio Algarve, Faro, Portugal pada 4 Juni 2014.

Saat itu mereka menang 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Kyle Casciaro, saudara dari Roy Casciaro, yang merupakan pekerja ekspeditur.

Sekilas Euro 2016

Perluasan Kejuaraan Eropa (Euro) 2016 di Prancis tahun depan yang menjadi 24 tim telah memberikan negara-negara "tak bertradisi" seperti Skotlandia dan Wales harapan yang lebih besar untuk lolos daripada kejuaraan-kejuaraan Eropa (apalagi Piala Dunia) sebelumnya.

Dari 9 grup, posisi dua teratas langsung lolos ke Prancis, bersama dengan tim urutan ke tiga terbaik. Delapan tim yang tersisa kemudian akan bermain melalui play-off untuk memperebutkan empat tempat sisa.

Tentunya dari 23 tim yang akan lolos (selain tuan rumah Prancis), kita masih bisa berharap beberapa kejutan akan terjadi sampai Bulan Juni tahun depan, termasuk Islandia (sementara peringkat dua grup A), Wales dan Israel (peringkat pertama dan ke dua grup B), dan Irlandia Utara (peringkat dua grup F).

Meskipun masih di awal tahun 2014, babak kualifikasi Euro 2016 sudah setengah-jalan. Hanya tersisa kira-kira lima pertandingan lagi sampai babak kualifikasi selesai. Lebih lengkapnya, Anda bisa menyimak tabel klasemen di situs resmi UEFA.

Baca selengkapnya: Kenapa Euro 2016 Tidak Akan Menarik?


Komentar