Industri Sepakbola Berutang kepada TV Berwarna

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Industri Sepakbola Berutang kepada TV Berwarna

Televisi banyak warna (color television) amat penting manfaatnya bagi (industri) sepakbola. Kesepakatan senilai 106 triliun rupiah menjadi buktinya. Semakin hari penonton makin dimanjakan dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Mereka membawa suasana dan atmosfer stadion ke dalam ruang keluarga.

Tepat pada hari ini, 28 Februari 1954, televisi banyak warna mulai dijual di New York. Ini merupakan terobosan baru dalam dunia penyiaran. Amerika Serikat merupakan negara tercepat dalam memperkenalkan televisi banyak warna ke publik. Mayoritas negara di Eropa baru memperkenalkan televisi banyak warna pada akhir 1960-an, sedangkan Asia dan Afrika pada akhir 1970-an.

Pada zaman awal-awal sepakbola disiarkan oleh televisi, ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi. Salah satunya terkait kostum para pemain di atas lapangan. Karena saat itu televisi menggunakan warna monochrome, maka dalam satu pertandingan mesti ada kesebelasan yang menggunakan kostum terang dan gelap.

Aturan Terang-Gelap

Pertandingan final Jerman Barat menghadapi Hungaria (Sumber: sikids.com)
Pertandingan final Jerman Barat menghadapi Hungaria (Sumber: sikids.com)

Piala Dunia 1954 menjadi spesial karena untuk pertama kalinya disiarkan televisi. Di sini pula praktik “terang gelap” diterapkan.

Ambil contoh Jerman Barat yang menjadi juara pada gelaran tersebut. Di fase grup, Jerman bermain tiga kali termasuk play-off. Mereka dua kali mengenakan kostum utama putih-hitam-hitam kala menghadapi Turki (Merah-putih-merah) dan Hungaria (Marun-putih-hijau). Pada partai play-off, Jerman harus mengenakan kostum kedua hijau-hitam-hitam, karena Turki, lawan mereka, menggunakan kostum putih-putih-merah.

Kostum tandang Jerman di Piala Dunia 1954.
Kostum tandang Jerman di Piala Dunia 1954.

Ini berlanjut pada fase knock-out. Jerman kembali mengenakan kostum utama saat menghadapi Yugoslavia (biru-putih-merah). Namun, pada babak semifinal, mereka mengenakankostum kedua dengan sejumlah perubahan. Karena Austria mengenakan kostum putih-hitam-hitam, maka, kostum kedua Jerman Barat menjadi hijau-putih-hijau.

Kostum biru muda-biru yang sulit dibedakan.
Kostum biru muda-biru yang sulit dibedakan.

Kini, desain kostum, termasuk warna, semakin ramai. Bahkan, pertandingan Manchester City menghadapi Chelsea sekalipun digelar dengan warna utama kedua kesebelasan: biru muda dan biru. Tidak terlalu banyak yang protes karena tajamnya perbedaan antara keduanya.

Pengaruh pada Bola

Kehadiran televisi banyak warna juga mengubah bentuk bola itu sendiri. Pada Piala Dunia 1970, atau 16 tahun setelah Piala Dunia disiarkan, ada perubahan pada bentuk bola itu sendiri. Piala Dunia Meksiko menggunakan bola dengan desain Buckminster, atau 32 panel hitam dan putih.

Bola motif 12 lingkaran.
Bola motif 12 lingkaran.

Desain tersebut dipercaya memperudah penonton menyaksikan pertandingan di televisi monochrome. Sebelumnya, bola sepakb pada Piala Dunia menggunakan desain mirip bola voli dengan warna putih.

Setelah televisi banyak warna ramai digunakan, desain bola pun kembali berubah menjadi desain “Tango” yang menciptakan ilusi 12 lingkaran dengan ukuran yang sama persis di sekeliling bola.

**

Televisi banyak warna amat membantu bukan hanya penggemar sepakbola, tapi sepakbola itu sendiri sebagai industri. Desain kostum makin beragam, pun dengan bola sebagai merchandise kompetisi.

Di luar itu, semaking diistimewakannya penonton, membuat mereka harus membayar lebih untuk menyaksikan pertandingan sepakbola. Lagi pula, siapa yang mau membayar demi siaran monochrome?

Komentar