Begini Cara Unik (Atau Berlebihan?) Spurs Sambut Final Piala Liga

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Begini Cara Unik (Atau Berlebihan?) Spurs Sambut Final Piala Liga

Menjelang laga final Piala Liga Inggris atau Capital One Cup pada akhir pekan ini (01/03) antara Chelsea melawan Tottenham Hotspur, mungkin Spurs sedikit tidak diuntungkan karena mereka harus bermain ke kandang Fiorentina pada dini hari tadi (27/02) di "Liga Malam Jumat" atau Liga Europa UEFA. Hal ini membuat tim berjuluk The Lillywhites ini memiliki waktu istirahat yang lebih sedikit daripada The Blues.

Tercatat ada nama Hugo Lloris, Jan Vertonghen, dan Christian Eriksen yang dimainkan sejak menit pertama. Pelatih Mauricio Pochettino memang tampaknya tidak ingin merelakan Liga Europa lepas dari genggaman sambil juga mencoba untuk mengistirahatkan beberapa penggawa jagoannya, seperti Harry Kane misalnya.

Sayangnya pada pertandingan semalam, Spurs harus mengakui keunggulan La Viola 2-0 sehingga mereka harus tersingkir dari Liga Europa dengan agregat 3-1.

Jika dalam urusan jadwal (dan hasil) Spurs dirugikan, tidak demikian dengan urusan persiapan pesta final.

Manajemen kesebelasan Spurs telah membuat sebuah "bungkusan pesta yang bisa diunduh", atau downloadable party pack, yang bisa kita semua unduh di sini.

Bungkusan ini diperuntukkan terutama untuk penggemar mereka yang tidak bisa hadir ke Stadion Wembley untuk menyaksikan langsung pertandingan final tersebut. Jika Anda penasaran dengan apa isi bungkusan tersebut, Anda bisa menyimaknya pada video di bawah ini.



Party pack ini berisi lengkap sampai dengan instruksi cara membuat nacho (cemilan untuk menemani nonton) dan juga permainan-permainan menghibur.

Spurs bahkan membuat lagu khusus yang didedikasikan untuk pertandingan "final bersejarah" tersebut. Lagu ini dinyanyikan oleh Ledley & the Kings yang pastinya merupakan pendukung Spurs... atau malah itu maksudnya Ledley King?

Lagu yang berisi lirik tentang Pochettino, Kane, Nacer Chadli, Nabil Bentaleb, Benjamin Stambouli, dan kawan-kawannya ini lebih terdengar seperti nyanyian fans mabuk di pub atau sedikit aksi rap dari rapper amatiran. Namun, sebenarnya lagu ini tidak benar-benar baru, karena ini hanya merupakan versi yang lebih "up to date" dari lagu berjudul "Hot Shot Tottenham".

Di sini kita semua akhirnya bisa tahu pengucapan yang benar dan betul dari Tottenham, yaitu (kurang lebih) "Totnh~m" atau /?t?t(?)n?m/ (menurut Wikipedia). Jika Anda bingung, Anda juga bisa menyimak videonya di bawah ini.



Sampai saat ini, sebagian besar penggemar Spurs mungkin tidak menyadari bahwa hanya dengan membeli tortilla chips, salsa, dan keju, kemudian menggabungkan mereka semua ke dalam satu piring adalah bagaimana Anda membuat nachos.

Kemudian salah satu game di tool kit memungkinkan penggemar benar-benar menjadi manajer Pochettino yaitu dengan menyediakan foto-foto semua pemain untuk Anda cetak, gunting, dan kemudian diletakkan di semacam papan taktik (tactic board).

Jika Anda adalah suporter Spurs dan benar-benar percaya bahwa pertandingan nanti akan menjadi "Party of the Century", sebaiknya unduh bungkusan tersebut kemudian undang teman-teman Anda ke rumah untuk menonton laga tersebut.

invite_friends_to_party_of_the_century_Spurs

Sebagai pengingat saja, Chelsea dan Spurs sebelumnya pernah bertemu di final Piala Liga Inggris musim 2007/08. Pertandingan tersebut mencatatkan diri ke dalam buku sejarah, karena merupakan pertandingan final Piala Liga pertama yang berlangsung di Stadion Wembley yang baru setelah Wembley direnovasi.

Pertandingan pada 24 Februari 2008 tersebut dimenangkan oleh Spurs dengan skor 2-1. Sempat ketinggalan melalui gol Didier Drogba di babak pertama, Spurs berhasil comeback melalui gol yang dicetak oleh Dimitar Berbatov dan Jonathan Woodgate.

Sejarah juga mencatat, pada tahun 2008 itu terakhir kali Spurs meraih trofi (di semua ajang resmi). Meskipun pada musim berikutnya mereka kembali berlaga di final Piala Liga, tapi di tanggal yang sama dengan final nanti (1 Maret) pada tahun 2009 tersebut mereka dikalahkan oleh Manchester United 4-1 lewat babak adu penalti setelah kedua kesebelasan gagal mencetak satupun gol sepanjang pertandingan.

Mengingat setelah itu, sudah enam tahun lamanya, Spurs belum pernah juara ataupun sampai ke final dalam ajang apapun, apakah wajar melihat persiapan berlebihan ini?

Kemudian mari tengok kembali gambar paling atas, perhatikan ekspresi wajah Kyle Walker (kanan). Seolah ia sedang berkata, "Apa-apaan sih ini?"

Baca juga:

Rites de Passage Seorang Harry Kane

Spurs Jadi Klub Pertama yang Melarang Tongsis

“Branding” Kotor Bassbuds Permalukan Tottenham Hotspur

10 Kegagalan Tottenham Hotspur di Liga Inggris


Sumber cerita: The Telegraph

Komentar