Bali United, Warna Baru di ISL 2015

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Bali United, Warna Baru di ISL 2015

Bali United Pusam bukanlah kesebelasan yang baru promosi dari Divisi Utama. Bali United sebelumnya merupakan Persisam Putra Samarinda yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) musim 2014. Namun kehadiran Bali United ini tampaknya akan memberikan nuansa baru di ISL 2015.

Dimulai dari pelatih. Bali United akan diarsiteki oleh pelatih yang mengorbitkan para pemain timnas U-19 pada 2013, Indra Sjafrie. Sebelumnya, Indra Sjafrie belum pernah menangani satu pun kesebelasan yang berlaga di kompetisi teratas Indonesia, bahkan untuk kesebelasan Divisi Utama atau Liga Nusantara sekalipun.

Sebelum menangani timnas U-19, Indra Sjafrie memulai karir kepelatihannya sebagai pelatih timnas U-16 pada 2011. Dirinya kala itu dibebani target untuk lolos ke Piala Asia U-16 dengan pemain yang telah disiapkan PSSI. Hasilnya gagal, karena nyatanya, para pemain tersebut kebanyakan berasal dari Jakarta alias pemain titipan.

Saat naik jabatan untuk melatih timnas U-19 pada 2013, mulailah Indra Sjafrie mencari pemain pilihannya sendiri. Dari sekian banyak bekas pemainnya di timnas U-16, hanya Muhammad Hargianto yang masuk dalam skuatnya di U-19.

Berkat pencariannya ke seluruh pelosok negeri, ia pun menemukan bakat-bakat terpendam. Pemain-pemain muda berpotensial seperti Evan Dimas, Paulo Sitanggang, Ravi Murdianto, Ilham Udin, Maldini Pali, Hansamu Yama, dan masih banyak lagi. Pemain-pemain itu lahir berkat kejelian Indra Sjafrie dalam mencari pemain.

Namun pada akhirnya kemampuan taktikal Indra Sjafrie mulai diragukan sejak tahun lalu. Setelah berhasil membawa Evan Dimas cs juara Piala AFF U-19 pada tahun 2013, timnas U-19 tak lagi berprestasi. Permainan anak asuhnya yang monoton disebut-sebut sebagai salah satu penyebabnya.

Maka dari itu, melatih Bali United, tentunya menjadi tantangan tersediri bagi pelatih berusia 52 tahun ini. Apalagi dirinya tak lagi bersama Evan Dimas, salah satu polesan terbaiknya di timnas U-19.

Para pemain yang ditanganinya pun akan memberikan warna tersendiri bagi ISL musim depan. Pasalnya, mayoritas pemainnya berusia muda. Hanya ada dua pemain yang berusia di atas 30 tahun, Yoo Jae-Hoon dan Endra Prasetya. Sementara pemain yang berusia di bawah 25 tahun sekitar 15 pemain.

Dalam daftar skuatnya ini, tak ada nama-nama pemain lokal Indonesia yang telah malang melintang di kancah sepakbola Indonesia. Selain Yoo Jae-Hoon yang memiliki nama karena sebelumnya bermain untuk  empat kali jawara Indonesia, Persipura, hanya Bayu Gatra yang namanya cukup familiar.

Untuk pemain asing, saat ini Bali United hanya diperkuat oleh dua legiun asing asal Korea Selatan. Satu pemain lain adalah Ha Dae-Won, bek berusia 29 tahun yang sebelumnya membela Barito Putera. Masih tersedia satu slot asing bagi Bali United, namun tak ada tanda-tanda Indra Sjafrie akan melengkapi kuota asingnya ini.

Indra Sjafrie nantinya akan mengandalkan pemain-pemain muda mantan anak asuhnya di timnas U-19. Awan Setho, Ricky Fajrin, Yabes Roni, Martinus Novianto, dan Hendra Sandi adalah beberapa nama bekas pemainnya di timnas U-19 yang kini berseragam Bali United.

Dalam skuatnya sendiri tak ada nama penyerang asing. Selain akan mengandalkan Martinus, penyerang yang akan diandalkan coach Indra Sjafrie adalah antara lain Lerby Aliandry, Amadeus Suropati, Sultan Samma, dan I Nyoman Sukarja.

Serangan dari lini kedua tampaknya akan menjadi kekuatan utama kekuatan Bali United dengan skuat sekarang ini. Sisi sayap dalam formasi 4-4-2 atau 4-3-3 yang biasanya digunakan Indra Sjafrie salam sejumlah uji coba, akan menjadi lini serang utama Bayu Gatra cs.

Dengan skuat pemain yang seperti ini, Indra Sjafrie pun tak mematok target terlalu tinggi. Pada ISL 2015, ia hanya menargetkan skuatnya bisa bertahan di ISL alias tak terdegradasi untuk musim berikutnya.

Bali United memang tak seperti kesebelasan-kesebelasan lain yang mematok target tinggi, seperti Borneo FC misalnya. Alih-alih mengincar trofi juara, kesebelasan yang nantinya akan bermarkas di stadion Kapten I Wayan Dipta ini lebih ingin melahirkan pemain-pemain muda berbakat.

Ya, menelurkan talenta berbakat bagi timnas Indonesia menjadi tujuan tersendiri bagi Bali United. Bahkan dalam dua tahun ke depan, nantinya Bali United akan membangun akademi. Karena ini pula Indra Sjafrie yang ditunjuk sebagai pelatih Bali United.

“Program kami ke depan adalah dalam dua tahun, kami membangun sebuah akademi sepakbola,” ujar Indra Sjafrie pada harian Super Ball akhir tahun lalu. “Jadi kami tak hanya fokus di kompetisi ISL, tetapi juga ada pembinaan berjenjang untuk usia muda.”

Indra Sjafrie dan manajemen United memang tampaknya sejalan. Bahkan Indra Sjafrie sendiri sudah dikontrak untuk lima tahun ke depan. Lewat Bali United, putra-putra daerah berbakat dari Pulau Dewata maupun dari akademi milik Indra Sjafrie akan mendapatkan kesempatan menjajal ISL.

“Ya, kami akan menyinergikan akademi yang saya miliki dengan akademi bentukan Bali United Pusam. Pokoknya, kami akan menjadikan klub ini sebagai klub professional dan tempat pembinaan pemain hebat masa depan Indonesia,” tambah Indra.

Dengan apa yang dikatakan Indra Sjafrie ini, maka sudah jelas tak perlu berekspektasi lebih pada Bali United. Jangan mengharapkan Bali United akan muncul sebagai salah satu kandidat juara untuk ISL musim depan.

Namun di sisi lain, skuatnya yang dihuni oleh para pemain muda akan menarik untuk kita nantikan. Bisa sejauh mana para pemain muda asuhan Indra Sjafrie ini menjadi kompetitor bagi skuat ISL lainnya?

Selain itu, Bali United pun menawarkan hal lain bagi persepakbolaan Indonesia. Mereka bertujuan melahirkan bakat-bakat baru untuk pemain masa depan Indonesia. Sebuah hal yang rasanya belum pernah dilakukan oleh kesebelasan lain. Karena itulah Bali United akan memberikan warna baru bagi kompetisi ISL musim depan.

foto: detiksport/rengga

Komentar