Prahara Nigel Pearson

Cerita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Prahara Nigel Pearson

Aksi Manajer Leicester City Nigel Pearson memang tidak lepas dari kontroversial. Ketika kesebelasannya bertanding dengan Crystal Palace di Stadion King Power, sebuah insiden terjadi di pinggir lapangan.

Sekitar 31.695 pasang mata penonton, menyaksikan Pearson mencekik leher James McArthur. Gelandang Crystal Palace tersebut, tengah mengejar bola dan tidak sengaja terjatuh karena ditekel Marc Albrighton. Posisi jatuh pemain 27 Tahun ini tidak jauh dari posisi pelatih Leicester, Nigel Pearson, berada. McArthur pun kemudian menubruk Pearson dan keduanya tersungkur di pinggir lapangan.

Dalam posisi berbaring keduanya saling berbicara. Tiba-tiba Pearson mencekik leher pemain bernomor 18 tersebut. Meski tidak lama kemudian Pearson melepaskan cekikannya sambil tertawa, Alan Pardew Manajer Crystal Palace pun ikut menenangkan.

Pearson pun yang membantu McArthur berdiri, sehingga tidak terlihat ada masalah yang melibatkan keduanya. Akan tetapi mantan Manajer Hull City itu seperti yang masih penasaran dengan McArthur. Dirinya lalu menarik jersey McArthur dari belakang.

Pemain berkewarganegaraan Skotlandia tersebut mencoba menjauh dari Pearson. Akan tetapi Pearson tetap menarik jersey milik McArthur, hingga ada petugas dari offisial memisahkan.

Insiden itu memunculkan beberapa kecurigaan ada masalah apa antara manajer kelahiran Nottingham Inggris ini dengan McArthur. Ternyata sempat ada cerita diantara mereka berdua. Pearson pernah sakit hati kepada McArthur karena pilar Crystal Palace itu, merupakan incarannya pada bursa transfer musim panas lalu.

Kala itu ia masih memperkuat Wigan Athletic, yang gagal lolos ke Liga Primer setelah kalah dari QPR di babak playoff. Pearson tertarik untuk merekrut McArthur untuk menjadi masuk ke skuat Leicester yang baru saja promosi ke Liga Primer Inggris 2014/2015. Akan tetapi McArthur justru lebih memilih bergabung bersama Crystal Palace, di waktu deadline transfer.

Mungkin hal ini yang membuat Pearson sakit hati dan emosi saat bertemu McArthur pada pertandingan kemarin. Namun pada konferensi pers usai pertandingan, Pearson mengatakan tidak ada masalah dengan pemain incarannya itu.

"Saya tidak punya masalah dengan anak itu. Dia anak yang menyenangkan. Saya hanya kecewa bagaimana proses transfer dengannya tidak selesai. Tapi itu merupakan tanggung jawab klubnya. Tentunya manajer (Uwe Rosler) yang membuka perangkap ketika ia seharusnya menutup mulut," ungkapnya.

Pearson mengatakan sempat kesal karena McArthur mengatakan sesuatu yang menyinggungnya. "Dia mengatakan sesuatu kepada saya," cetusnya. Akan tetapi menurut beberapa kesaksian McArthur hanya berbicara "turunkan saya".

Selain itu, diduga Pearson tengah frustasi karena kesebelasannya sedang tertinggal 1-0, di kandang sendiri. Pada menit ke-55 Leicester tengah tertinggal melalui gol Joe Ledley, hasil umpan matang dari Brade Hangeland.

Kekalahan di kandang sendiri ini, semakin menenggelamkan Leicester peringkat paling bawah Premier League sementara musim ini. Kesebelasan berjuluk The Foxes tersebut, berada di bawah Queens Park Rangers dan Hull City dengan mengemas 17 poin.

Maka namanya pun semakin kuat bakal lengser dari kepelatihan Leicester. Bahkan usai pertandingan, sempat beredar kabar jika Pearson sudah dipecat. Akan tetapi pihak petinggi klub meluruskan jika Pearson, masih tetap melatih The Foxes.

"Leicester City Football Club akan memperjelas posisi manajernya Nigel Pearson. tidak seperti spekulasi media pada hari Minggu malam, Nigel tetap manajer utama. Laporan sebaliknya, tidak akurat dan tanpa dasar. Nigel, staf dan skuat timnya akan sepenuhnya fokus pada Selasa malam untuk melawan Arsenal dan akan berusaha untuk terus mengamankan posisi di Barclays Premier League," statement dari pihak Leicester tersebut.

Memang nama pria 51 Tahun tersebut banyak menuai kontroversi. Selain Leicester yang terpuruk, tingkah lakunya yang membuat banyak isu pemecatan dirinya. Tidak hanya insidennya dengan McArthur, ia pernah tertangkap kamera mamaki fans Leicester sendiri.

Pada akhir bulan Desember itu, ia sempat berkata-kata kasar setelah kekalahan di kandang sendiri melawan Liverpool. Akan tetapi ia tidak melakukan permohonan maaf atas insiden itu dan hanya menanggapinya dengan santai. Walau begitu Pearson tetap mendapatkan denda 10 ribu poundsterling dari federasi sepakbola Inggris (FA).

Kini tersiar kabar jika FA kembali akan menyoroti kasusnya dengan McArthur. Kita lihat saja, hukuman seperti apa bagi Pelatih yang dikenal keras kepala ini. Semoga membuat kau jera Pearson!

Foto dari : The Guardian

Komentar