Sang Pilot Pesawat dari Tragedi Munich Itu....

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Sang Pilot Pesawat dari Tragedi Munich Itu....

23 orang tewas dan 19 terluka dalam salah satu peristiwa yang paling disorot sebagai bencana terbesar di dunia sepakbola. Pada 6 Februari ini, 57 tahun yang lalu, kecelakaan pesawat Munich yang mengangkut tim sepakbola Manchester United terjadi. Sejarah pun berubah.

Tim ini kembali setelah memainkan pertandingan Piala Eropa melawan Red Star Belgrade di Yugoslavia. Saat itu, mereka harus berhenti untuk transit di Bandara Internasional Munich untuk mengisi bahan bakar.

Kapten James Thain adalah pilot Elizabethan, pesawat yang membawa tim Manchester United.

Pesawat mengalami dua kali gagal lepas landas karena pesawat tidak bisa mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk lepas landas. Upaya ketiga dan terakhir ternyata menjadi keputusan yang salah saat pesawat menabrak pohon.

Laporan dari otoritas bandara Jerman

Laporan yang disampaikan oleh pemerintah Jerman sepenuhnya menyalahkan Captain Thain untuk kecelakaan tersebut. Mereka mengaku telah menyelidikinya dengan menemukan es di sayap, yang mereka percaya adalah penyebab utama untuk tragedi itu.

Laporan yang disampaikan oleh mereka mengklaim bahwa itu adalah tanggung Jawab pilot untuk memeriksa sayap sebelum penerbangan. Mereka melanjutkan dengan mengatakan bahwa karena es itu ada di sayap, maka Elizabethan gagal mencapai kecepatan minimal untuk lepas landas.

Tim investigasi menyatakan, “Pesawat itu tertutup salju tebal sekitar 8 cm. Es sangat beku di sayap.”

Penyelidikan kemudian mendapatkan bukti lainnya dari sebuah foto dari salah satu penggemar United. Salah satu penggemar United di terminal, menunjukkan tampak seperti ada daerah berwarna putih di bagian sayap pesawat setelah kegagalan lepas landas yang ke dua. Daerah berwarna putih tersebut dinilai merupakan salju tebal.

Laporan yang dirilis Maret 1959 mengatakan, “Selain es, kami tidak bisa menemukan alasan lain yang bisa berkontribusi terhadap kecelakaan udara.”

Laporan itu juga mengatakan Kapten Thain yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan tersebut.

Akibat dari kecelakaan

Harry Gregg, salah satu korban kemudian kembali ke dalam pesawat yang saat itu sudah terbakar untuk menyelamatkan Matt Busby, Bobby Charlton, dan bayi tak dikenal.

Sir Matt Busby ada di antara mereka yang secara ajaib selamat dari kecelakaan itu. Salah satu pemain terbaik dari generasinya, Duncan Edwards, meninggal di rumah sakit setelah selamat dari kecelakaan udara.

Namun, ada satu orang yang sedang tertiban kesialan bertubi-tubi, ia tidak lain adalah Kapten Thain. Kapten Thain awalnya adalah seorang pilot Royal Air Force (RAF), ia kemudian menjadi musuh nomor satu di seantero Inggris, bahkan Eropa.

Ketika peneliti bertanya kepada Thain, ia berkata, “perasaan pribadi saya adalah bahwa harus ada salju di landasan pacu, yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan.”

Dua bulan setelah kecelakaan, penyelidikan Jerman mengeluarkan laporan yang jelas disebutkan bahwa salju di sayap adalah tanggung jawab Kapten Thain. Jadi, Kapten Thain lah yang melakukan kesalahan.

Berjuang untuk pemulihan status

Thain adalah mantan perwira RAF dan seorang pilot piawai. Karena kecelakaan tersebut, reputasinya kemudian jatuh dan ia terpaksa bertani untuk mendapatkan uang.

Thain selalu yakin bahwa es di sayap tidak menyebabkan kecelakaan itu. Putrinya ingat bahwa Thain adalah orang yang optimis.

Putrinya berkata, “Dia bertekad untuk menemukan penyebab kecelakaan yang sebenarnya.”

Segera, Thain memutuskan untuk meluncurkan penyelidikan sendiri ke dalam masalah dan mencari tahu alasan sebenarnya di balik kecelakaan itu. Thain percaya bahwa penyebab sebenarnya untuk kecelakaan itu didasarkan pada penurunan drastis dari kecepatan pesawat terbang dari 170 Mph ke 100 Mph.

Peneliti pesawat percaya bahwa es di sayap tidak bisa menurunkan kecepatan. Tapi sesuatu yang lain bisa, yang Thain juga diyakini menjadi penyebab sebenarnya dari kecelakaan, yaitu lumpur es di landasan pacu.

Pakar penerbangan percaya bahwa karena gesekan yang disebabkan oleh lumpur di landasan pacu, Elizabethan tidak bisa menciptakan dorongan yang diperlukan untuk mendapatkan udara. Investigasi saksi mata juga mendukung teori ini. Sedangkan bukti ilmiah lainnya datang dari sumber yang tidak diduga, yaitu istri Thain.

Dia menyaksikan bahwa jumlah bahan kimia pemadam kebakaran yang disemprotkan pada pesawat malah melelehkan salju. Dengan laporan saksi mata dan bukti ilmiah, ada sisi baru dari cerita ini. Tapi Jerman tidak ingin membuka kembali penyelidikan.

Seluruh kasus dibahas kembali oleh politisi paling kuat di Inggris, Harold Wilson, yang membuat pernyataan yang menyatakan bahwa ia percaya kapten adalah korban dari ketidakadilan. Komentar ini menciptakan kegilaan di media.

Pada tahun 1968, peneliti Inggris memulai misi mereka untuk mencari tahu siapa yang benar-benar bertanggung jawab terhadap kecelakaan tersebut. Mereka segera menemukan bahwa foto dari pesawat yang diambil oleh penggemar United tidak menunjukkan es apapun.

Negatif gambar tidak menunjukkan apa-apa di sayap, daerah putih itu pada dasarnya adalah pantulan cahaya dari permukaan basah yang membuat Jerman percaya bahwa itu adalah salju.

Akhirnya pada Maret 1969, Pemerintah Inggris secara resmi membersihkan nama James Thain. Tapi ia sudah terlalu stres dan trauma, segera setelah laporan pembersihan dia dari tuduhan dirilis, ia meninggal dunia.

Harry Greg, dalam sebuah wawancara dengan National Geographic, menyatakan bahwa ia selalu tahu bahwa penyelidikan Jerman terlalu mengkambinghitamkan Thain. Dia jua selalu berpendapat bahwa salju di sayap tidak bertanggung jawab atas bencana tersebut.

Pada foto paling atas, terlihat bahwa Thain bersama istrinya setelah ia dibebaskan dari tuduhan oleh Pemerintah Inggris. Sayangnya dia tidak mendapatkan waktu untuk merayakan kemenangan saat ia meninggal tak lama setelahnya.

“Ini adalah peristiwa pahit, bencana udara Munich tidak hanya menewaskan 23. Tetapi 24. Ayah saya juga hampir tewas dalam kecelakaan itu,” ujar S. Thain, putri dari James Thain.


Baca juga

Menghormati Busby

Tragedi Munich 1958

Jimmy Murphy, Dia yang Membangun United dari Puing Reruntuhan Munich

Sang Pilot Pesawat dari Tragedi Munich Itu….

Tugu-tugu yang Mengabadikan Tragedi

Tragedi Munich dan Cerita Persahabatan Real Madrid-Man United

The Flowers of Manchester: Ketika Band Liverpool Menghormati Tragedi Munich

Sepotong Ingatan dari Para Penyintas Tragedi Munich


Komentar