Fans Inter, Lihatlah Statistik!

Cerita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Fans Inter, Lihatlah Statistik!

Mauro Icardi kembali berulah setelah bersitegang dengan fans Inter Milan pascapertandingan melawan Sassuolo. Bersama Fredi Guarin, Icardi bersitegang dengan fans Inter Milan saat kalah 1-3 pada pertandingan yang dihelat di Stadion Citta del Tricolore tersebut.

Fans Inter Milan menolak untuk menerima hadiah baju dari Icardi dan Guarin. Para penggemar justru melempar kembali baju penyerang berusia 21 tahun tersebut. Hal tersebut membuat Icardi marah. Kedua pemain ini kemudian bersitegang dengan fans Inter. Ini memang bukan kali pertama Icardi melakukan hal kontroversial. Bekas pemain Sampdoria tersebut setidaknya sudah dua kali membuat heboh jagat sepakbola Italia.

Icardi sempat membuat heboh banyak pihak setelah menikah dengan model Argentina yang merupakan mantan istri Maxi Lopez pada bulan Mei 2014 lalu (Baca: Menjadi Kekasih Pesepakbola yang Tak Setia). Selain itu Icardi juga baru saja terlibat pertengkaran saat dengan Pablo Osvaldo saat menghadapi Juventus beberapa waktu lalu.

Fans Inter Milan memang memiliki alasan tersendiri untuk kesal dengan klub kebanggaannya. Pasalnya Inter Milan saat ini dalam performa yang sangat buruk. Inter terpuruk hingga posisi ke-13 klasemen sementara karena hanya meraih 2 kali kemenangan dalam 10 laga terakhir.

Icardi sebenarnya bermain buruk sepanjang musim ini. Pesepakbola Argentina itu merupakan pencetak gol terbanyak Inter Milan dengan 11 golnya. Jumlah ini merupakan 1/3 dari total keseluruhan gol Inter Milan yang baru berjumlah 30 pada musim ini.

Sebagai striker, Icardi memang sudah menunjukkan kualitasnya. Setidaknya, dia telah berhasil menyelesaikan tugasnya untuk mengkonversi peluang-peluang yang dimiliki Inter Milan menjadi gol.

Bahkan tercatat pada bulan November lalu, Icardi menjadi pemain dengan tingkat persentase konversi gol paling tinggi. Lebih tinggi dari penyerang mematikan Serie A lainnya seperti Carlos Tevez, Gonzalo Higuain, dan Antonio Di Natale. Persentase konversi gol dari total tendangan yang dilakukan Icardi mencapai 24,6%.

Capture


(sumber: miror.co.uk)


Begitu pula dengan Fredy Guarin. Gelandang asal Comombia ini menjadi salah satu pemain yang bermain stabil. Permainan Guarin sebagai gelandang memiliki catatan yang cukup baik. Dari total 15 kali penampilannya, Guarin mencatatkan 1,9 kali tackle dan 1,9 intercept per pertandingan.

Tidak hanya dalam urusan bertahan, kontribusi Guarin kepada tim juga menyangkut urusan serangan. Guarin merupakan salah satu pemain yang banyak menciptakan peluang bagi Inter Milan. Tercatat Guarin menciptakan 1,8 umpan kunci (key pass) per pertandingannya. Hanya Kovacic dan Hernanes yang memiliki catatan lebih tinggi dari ini. Guarin pun menjadi pemain dengan torehan assist terbanyak bagi Inter Milan sebanyak empat kali.

Maka mungkin cukup beralasan pula emosi yang keluar dari kedua pemain ini di Stadion Mapei. Inter memang sedang mengalami keterpurukan, tapi mereka juga tidak sedang bermalas-malasan dan berjuang untuk mengubah keadaan. Meski juga tindakan emosi dua pemain ini tidak bisa dibenarkan.

Mancini mau tidak mau memang harus segera mencari permasalahan yang terjadi pada Inter Milan. Ditambah dengan masalah yang terjadi antara pemainnya dengan fans ini pun membuat pekerjaan rumah Mancini semakin banyak. Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan terlalu lama jika tidak ingin bergerak ke arah yang lebih buruk.



Komentar