Sepakbola Sebagai Cara Imigran Beradaptasi di Australia

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Sepakbola Sebagai Cara Imigran Beradaptasi di Australia

Penelitian dari University of Adelaide menjelaskan peran penting olahraga, utamanya sepakbola dalam membantu para imigran untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan baru mereka di Australia. Penelitian ini telah menemukan berbagai manfaat bagi individu dan masyarakat luas, terutama para imigran, yang masih belum sepenuhnya dikenali oleh lingkungan di tempat mereka berada saat ini.

Justin Civitillo, doktor dalam bidang geografi, lingkungan, dan kependudukan, melihat dampak dari sepakbola amatir dan semi-profesional pada kelompok imigran di Australia Selatan, serta perubahan dalam hubungan antara pendatang dan sepakbola sejak Perang Dunia II. Selain rugbi, sepakbola saat ini adalah olahraga yang umum dimainkan di Australia Selatan.

"Banyak yang telah ditulis pada pengalaman imigran pasca perang ke Australia berkaitan dengan ekonomi, sosial, dan budaya mereka. Namun, dampak dari olahraga pada pengalaman imigran tidak boleh diabaikan," kata Civitillo.

Hasil studinya mengonfirmasi bahwa partisipasi dalam klub sepakbola telah menjadi pengaruh besar pada pengalaman pembauran pendatang baru dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda, yang banyak berasal dari Eropa.

"Dari imigran generasi pertama yang kami wawancarai, 44% percaya bahwa keterlibatan mereka dengan klub sepakbola telah langsung membantu mereka menyesuaikan diri dengan kehidupan di Australia," tutur Civitillo, "Berpartisipasi dalam sepakbola membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris mereka, dan untuk membangun hubungan dengan para imigran lain dan masyarakat yang lebih luas. Hal ini telah membantu untuk meningkatkan tingkat integrasi mereka ke dalam masyarakat Australia."

Civitillo mengatakan klub sepakbola turut membantu imigran untuk mendapatkan pekerjaan melalui jaringan kontak yang terjalin di klub. Klub sepakbola pun dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kesejahteraan pribadi mereka. Klub sepakbola memberikan beberapa imigran satu-satunya kesempatan mereka untuk bersosialisasi tanpa kemampuan berbahasa Inggris. Kemudian pendatang baru dari Asia, Afrika, dan Timur Tengah, juga sudah tertarik dengan sepakbola untuk alasan yang sama.

Dia mengatakan penelitian ini memiliki implikasi bagi para pembuat kebijakan imigrasi untuk memaksimalkan peluang bagi imigran untuk menetap di Australia.

"Saat ini olahraga bukan merupakan komponen utama bagi Onshore Orientation Program untuk imigran di Australia. Mengingat pengaruh olahraga sangat signifikan, maka ini dapat berpotensi untuk memiliki partisipasi sosial dan kesejahteraan fisik dan mental. Ini adalah kesempatan yang tidak terpikirkan sebelumnya," lanjut Civitillo.

Dengan sepakbola menjadi olahraga yang paling banyak dimainkan, maka sepakbola juga sudah semakin populer di Australia. Hal ini lah yang mendorong para imigran untuk berpartisipasi dalam sepakbola, karena dapat memberikan banyak manfaat pada tingkat individu dan sosial.

Jadi, bagi Anda yang merupakan imigran, pendatang baru di sebuah daerah, atau berencana untuk berpindah daerah, coba lah untuk melakukan "pendekatan" dengan sering-sering bermain sepakbola dengan masyarakat sekitar.

Selain di Australia, penelitian ini sebenarnya bisa berlaku juga untuk daerah lain, bahkan negara lain, tapi tergantung olahraga yang populer di daerah tersebut. Meskipun demikian, sepakbola memang sudah menjadi olahraga paling populier di dunia ini.

Hal ini juga yang dilakukan staf kami, Abimanyu Bimantoro, saat ia melakukan studi pertukaran pelajar ke Jepang pada akhir tahun lalu. Dua bulan ia di Chiba, ia yang tidak mahir berbahasa Jepang, berkomunikasi dengan masyarakat sekitar dengan cara bermain sepakbola. Tidak seperti bahasa lainnya, sepakbola adalah bahasa universal di planet bumi.

Sumber gambar: Dokumentasi pribadi saat di Chiba, Jepang

Komentar