Penculikan-Penculikan yang Menimpa Para Pemain Bola

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penyunting dan penulis. Penanggung jawab rubrik Cerita, PanditSharing, dan Backpass.

Penculikan-Penculikan yang Menimpa Para Pemain Bola

Penculikan dapat terjadi kepada siapa saja. Tak terkecuali pemain sepakbola. Alasannya bisa beragam; tebusan, dendam, atau tanpa alasan sama sekali. Apapun alasan di baliknya, penculikan adalah aksi pelanggaran hak asasi manusia.

Berikut adalah beberapa kisah mengenai para pemain sepakbola yang diculik.

Nigeria dan Tebusan dari Keluarga Pesepakbola

Onyekachi Apam, pemain Seattle Sounders, pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan pada tahun 2007. Di Enugu, Nigeria, Apam yang saat itu terdaftar sebagai pemain OGC Nice pernah diculik dan dirampok.

Pada sebuah Minggu pagi di penghujung tahun, Apam beribadah di gereja. Saat ia sedang bersiap-siap pulang, tiga orang bersenjata menghampirinya dan membawa Apam pergi dengan mobil Honda Accord miliknya.

Setelah beberapa lama berusaha melawan, Apam dilepaskan. Ketiga pelaku membawa pergi mobil Apam tanpa melukai pemain yang juga pernah membela Stade Rennais tersebut.

Pada tahun 2012, penculikan bersenjata api terhadap pemain sepakbola Nigeria kembali terjadi. Christian Obodo, pemain pinjaman Udinese, diculik di sebuah Sabtu di bulan Juni. Para penculik meminta tebusan sebesar 188 juta dolar Amerika Serikat kepada keluarga Obodo.

Obodo akhirnya dibebaskan tanpa tebusan. Campur tangan kepolisian membuat membuat Obodo bebas dan para pelaku tertangkap di Isoko, dekat Warri, Nigeria bagian selatan.

Mengancam dengan Membunuh

Setelah menjalani karir sebagai pemain sepakbola profesional di Brasil, Swedia, dan Honduras, Jo�o Rodrigo Silva Santos pensiun pada tahun 2010. Kehidupannya ia teruskan sebagai penjual suplemen diet. Santos memiliki toko di distrik Realengo, Rio de Janeiro.

Di akhir bulan Oktober 2013, setelah menutup tokonya, Santos diculik oleh beberapa orang tak dikenal. Para pelaku menggunakan mobil Hyundai i30 milik Santos untuk membawa pergi dan menculik pria yang saat itu berusia 35 tahun tersebut.

Sang istri, Geisa, melaporkan penculikan tersebut ke kepolisian setempat. Ia tidak bisa tidur dan selalu menengok keluar setiap kali terdengar suara mobil di dekat rumahnya. Pagi hari setelah penculikan, sekitar pukul setengah enam, Geisa mendengar ketukan di pintu depan rumahnya.

Ketika membuka Pintu, Geisa mendapati ransel Santos dan menemukan kepala sang suami di dalamnya; tanpa mata dan lidah.

Kepolisian Rio de Janeiro menyatakan bahwa pelaku penculikan dan pembunuhan Santos adalah kelompok pengedar narkoba. Geisa sendiri bekerja di kepolisian Rio de Janeiro dan secara khusus menangani peredaran narkoba di favela (daerah kumuh) Rio de Janeiro.

Mahmoud Sarsak; dilanggar Haknya oleh Israel, didukung Cantona

Pada tahun 2009, Israel menangkap seorang pesepakbola muda Palestina bernama Mahmoud Sarsak. Tanpa tuduhan dan tanpa pernah diadili, Sarsak menjadi tahanan Israel selama tiga tahun lamanya. Sarsak sama sekali tidak bersalah. Ia tidak melakukan kesalahan apapun dan tidak memiliki catatan kriminal. Namun ia tak kunjung dibebaskan.

Pada 19 Maret 2012, Sarsak memulai aksi mogok makan. Perhatian dari dunia internasional pun perlahan berdatangan. Eric Cantona, legenda Manchester United, bahkan terang-terangan menyatakan dukungan kepada Sarsak.

Setelah 92 hari mogok makan, Sarsak pun dibebaskan. Ia kehilangan 33 persen massa tubuh dan menderita atrofi otot.

Komentar