Asal Bukan Dortmund!

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Asal Bukan Dortmund!

Sudah tiga tahun berlalu sejak Julian Draxler tampil untuk kali pertama di Bundesliga. Entah sudah berapa kali usaha Borussia Dortmund untuk meminang sang pemain – berusaha mengabaikan fakta bahwa Draxler tidak mencintai mereka – menemui kegagalan. Draxler tak pernah dan tidak akan pernah bermain membela Dortmund. namun Draxler begitu menarik sehingga membuat Dortmund buta.

Lahir pada 20 September 1993 di Gladbeck, Negara Bagian Nordrhein-Westfalen, Draxler pindah ke Kota Gelsenkirchen di negara bagian yang sama sejak tahun 2001. Bakat sepakbola yang ia miliki membawanya bergabung dengan akademi sepakbola milik kesebelasan yang ia cintai sepenuh hati, Fußballclub Gelsenkirchen-Schalke 04.

Empat tahun yang lalu hari ini, Draxler menjalani debutnya di Bundesliga. Dengan usia 17 tahun 3 bulan 25 hari, Draxler menjadi debutan keempat termuda Bundesliga setelah Nuri ?ahin (Borussia Dortmund, 16 tahun 11 bulan 2 hari), Jürgen Friedl (Eintracht Frankfurt, 17 tahun 26 hari), dan Ibrahim Tanko (Borussia Dortmund, 17 tahun 2 bulan). Pada prosesnya, Draxler berhasil menjadi pemain termuda Schalke yang bermain di 100 pertandingan resmi. Hingga saat ini catatannya sudah mencapai angka 159.

Bakat besar yang dimiliki Draxler membuat dirinya menjadi incaran banyak klub. Saat Draxler berusia 16 tahun, Borussia Dortmund dikabarkan tertarik untuk merekrutnya. Itu merupakan berita besar, mengingat Dortmund adalah rival tradisional Schalke. Bakat besar Draxler membuat Dortmund rela mengabaikan fakta bahwa Draxler dilatih oleh dan bermain untuk Schalke.

Gagal pada percobaan pertama, Dortmund dikabarkan kembali melakukan pendekatan pada tahun 2013. Kepergian Mario Götze ke FC Bayern München membuat Dortmund memiliki tugas besar untuk menambal lubang di posisi penyerang lubang. Draxler, yang memiliki kaki kanan dan kiri sama baiknya dan dapat bermain di banyak posisi di barisan penyokong penyerang, dipandang sebagai pilihan tepat.

Draxler menolak. Ia mengatakan bahwa hanya ada satu hal yang membuat dirinya mau membela Dortmund: cuci otak. Schalke pun membentengi pemainnya dengan kontrak baru hingga tahun 2018. Setelah kesepakatan tercapai, Schalke tidak langsung mengumumkan hal tersebut di situs resmi mereka. Hal pertama yang dilakukan Schalke adalah menyewa delapan mobil bak terbuka untuk membawa papan iklan berkeliling kota dan menyambangi kota tetangga.

Papan iklan tersebut berisi foto Draxler dengan tulisan Julian Draxler, mit Stolz und Leidenschaft bis 2018. Dalam bahasa Indonesia, artinya adalah “Julian Draxler, dengan harga diri dan gairah hingga 2018”. Pesan tersebut bahkan dibawa mengelilingi Westfalenstadion, kandang Dortmund.

Perilaku Schalke membuat general manager Dortmund, Michael Zorc, gerah. “Saya tidak tahu yang memiliki halusinasi di sini. Tidak pernah selama transfer Götze kami berusaha merekrut Julian Draxler. Sama seperti saya yang tidak akan pernah mau bekerja untuk Schalke, saya menghargai Draxler sebagai penggemar berat Schalke,” ujar Zorc sebagaimana dikutip dari ESPN.

Draxler sudah berjanji tidak akan menyakiti hati para penggemar Schalke. Ia tak akan pernah membela Dortmund. Walau demikian, Draxler tak menutup pintu untuk kesebelasan-kesebelasan lain di luar Jerman. Beberapa mungkin kecewa jika Draxler meninggalkan Schalke, namun selama ia tidak bermain untuk Dortmund, penggemar Schalke nampaknya akan baik-baik saja.

Komentar