Mertesacker: Menuai Sukses Bermodal Cinta | Pandit Football Indonesia

Mertesacker: Menuai Sukses Bermodal Cinta

Cerita

by Taufik Nur Shidiq 5084

Taufik Nur Shidiq

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Mertesacker: Menuai Sukses Bermodal Cinta

Katanya, untuk meraih sukses, siapapun harus menekuni bidang yang ia geluti. Tak terkecuali jika seseorang (siapapun, termasuk Anda) ingin menjadi pemain sepakbola. Untuk menjadi pemain sepakbola profesional, siapapun harus giat berlatih. Di luar latihan, apapun yang dilakukan tak boleh lepas dari sepakbola.

Yang juga tak boleh dilupakan adalah bakat. Majalah Four Four Two pernah memuat hasil sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa bakat adalah faktor penting dalam keberhasilan menjadi pemain sepakbola profesional. Tanpa bakat, jalan untuk menjadi pemain profesional sangat berat. Walau, tentu saja, bakat harus selalu dikawani oleh kerja keras.

Sah-sah saja jika Anda meyakini bahwa semua pemain sepakbola profesional di luar sana adalah orang-orang yang serius menggeluti sepakbola dan/atau orang-orang yang memiliki bakat besar di cabang olah raga ini. Tidak ada salahnya Anda berpikir seperti itu. Hanya saja, ada bukti bahwa Anda salah: Per Mertesacker.

Juara Piala Dunia ini tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang pemain sepakbola profesional. Karena ia memang tidak termasuk pemain muda paling berbakat di angkatannya. Sepakbola, menurut Mertesacker, hanya ia tekuni sebagai hobi.

"Saya tidak memiliki bakat besar, jadi saya hanya menganggap sepakbola sebagai hobi. Motivasi yang saya miliki selalu tentang tetap bugar dan terlibat dalam tim, tidak pernah lebih – tidak pernah tentang menjadi pemain profesional pada suatu saat, tidak pernah setekun itu untuk tampil baik setiap hari," ujar Mertesacker kepada Arsenal Player.

Mertesacker toh pada akhirnya tumbuh menjadi salah satu pemain belakang terbaik Jerman. Setelah berkarir di klub profesional pertamanya, Hannover 96, Mertesacker melanjutkan karir di Werder Bremen dan dipercaya menjadi kapten. Pindah ke Inggris untuk membela Arsenal, Mertesacker ditunjuk menjadi wakil kapten.

Pandangan yang ia miliki terhadap sepakbola membuat dirinya selalu merasa tenang dan membumi; karena sepakbola bukanlah hal paling penting dalam hidupnya. Apa yang pada akhirnya membuat Mertesacker sukses adalah kemampuannya untuk tampil di puncak performa setiap kali diminta.

"Saya terbantu oleh cedera yang diderita oleh beberapa pemain senior untuk mendapatkan latihan pramusim saya yang pertama di tim utama, juga kemudian beberapa pertandingan yang disiarkan di televisi. Saya bermain baik ketika itu," ujar Mertesacker.

"Siapapun harus memanfaatkan peluang semacam itu. Bukan hanya untuk mendapatkannya, namun juga untuk menjemputnya dan bermain dengan solid," tambahnya.

Yang juga membuatnya berhasil adalah rasa cinta yang ia miliki terhadap sepakbola. Mertesacker adalah contoh nyata bahwa rasa cinta terhadap apa yang dilakukan dapat membawa siapapun menggapai sukses yang pantas ia dapatkan.

"Jika Anda menginginkan kesuksesan, jangan jadikan sukses sebagai target; lakukan saja apa yang Anda cintai dan yakini, dan sukses akan datang dengan sendirinya," kata seorang bijak bernama David Frost. Bisa jadi, nilai inilah yang dipegang teguh oleh Mertesacker.

Komentar