AFC = Arsenal FC / Alexis FC?

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

AFC = Arsenal FC / Alexis FC?

Penampilan Alexis Sánchez semalam adalah sebuah rangkuman dari arti pentingnya ia bagi Arsenal sepanjang musim ini. Permainan yang ia tunjukkan ketika Arsenal memaksa Queens Park Rangers pulang dengan tangan hampa dari Emirates Stadium membuat banter (olok-olok) Alexis FC yang ditujukan kepada Arsenal terasa tidak berlebihan. Dan tidak seharusnya membuat Arsenal merasa direndahkan.

Semalam, Alexis mencetak satu gol. Hal tersebut membuat jumlah golnya di Premier League menjadi dua digit; sudah sepuluh gol ia buat di musim pertamanya bersama Arsenal, di musim pertamanya di Premier League. Selain gol, ada satu hal yang membuat penampilan semalam lebih berkesan: assist. Gabungan keduanya menghadirkan empat alasan yang semakin menegaskan arti penting Alexis bagi Arsenal.

Pertama, bantuan Alexis membuat Tomáš Rosický memiliki sesuatu untuk dibuktikan kepada Arsène Wenger. “Untuk kali pertama di musim ini saya bermain sebagai starter, jadi saya ingin menunjukkan kepada bos bahwa ia dapat lebih sering mempercayai saya,” ujar Rosický selepas laga. Kehadiran Alexis telah membantu para pemain Arsenal yang lain.

Kedua, satu assist tersebut membuat total jumlah raihan gol plus assist Alexis (di Premier League saja) menjadi 16. Mengingat Arsenal musim ini baru mencetak 32 gol dalam 18 pertandingan Premier League, arti penting Alexis bagi Arsenal tidak bisa dipungkiri lagi. Tepat setengah dari seluruh gol Arsenal musim ini berasal dari Alexis.

Ketiga, Alexis secara resmi telah lima kali mempersembahkan poin untuk Arsenal seorang diri. Pada pertandingan melawan Leicester City, satu gol yang ia cetak di King Power Stadium (pekan ketiga, 31/8) membuat gol Leonardo Ulloa hanya memiliki arti sebagai penyeimbang saja. Tanpa gol Alexis, Arsenal bisa saja pulang dengan tangan hampa dari lawatan mereka ke kandang Leicester City.

Kurang dari dua bulan berselang, tepatnya pada pekan kedelapan (18/10) Alexis menorehkan arti penting yang sama. Satu gol dan satu assist-nya di pertandingan kandang melawan Hull menghidarkan Arsenal dari kekalahan; Hull pulang dari London dengan hasil imbang 2-2. Pada pekan kesembilan (25/10) dan ke-14 (3/12), Alexis mencetak semua gol kemenangan Arsenal dalam kemenangan 2-0 di pertandingan tandang melawan Sunderland dan 1-0 melawan Southampton.

Keempat, umpan kunci yang ia sodorkan kepada Rosický di pertandingan semalam membawa Arsenal semakin jauh memimpin walaupun bermain dengan satu orang lebih sedikit ketimbang QPR. Assist Alexis memiliki arti yang sama penting (bahkan mungkin lebih penting) ketimbang gol pembuka. Dan ini masih berhubungan dengan pembuktian diri.

Penampilan Alexis semalam adalah sebuah pembuktian kepada Wenger bahwa dirinya mampu mencetak gol dengan cara apapun dan mampu diandalkan dalam strategi dan skema permainan apapun.

Jika tidak benar demikian adanya, bagaimana bisa seorang pemain setinggi 1,69 meter mencetak gol lewat sundulan ketika dua rekannya yang lain memiliki tinggi badan yang jauh lebih menjulang? Sebagai catatan, Olivier Giroud memiliki tinggi 1,92 meter sedangkan Danny Welbeck 1,84 meter.

Jika Alexis bukanlah pemain yang mampu menerjemahkan strategi apapun dengan baik, bagaimana mungkin ia berhasil membuat keunggulan jumlah pemain yang dimiliki oleh QPR seolah tak berarti?

Walaupun Arsenal kehilangan Giroud sejak menit ke-52 dan terpaksa mengubah gaya bermain karenanya, Arsenal tetap mampu mencetak gol dengan memanfaatkan serangan balik untuk meneror lawan. Dan aktor utamanya serangan Arsenal, baik pra kartu merah Giroud maupun pasca kartu merah Giroud, adalah Alexis.

Banter Alexis FC memang dapat ditafsirkan sebagai pujian bagi Alexis sekaligus olok-olok bagi Arsenal. Namun rasanya hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan karena kehadiran Alexis adalah sesuatu yang baik.

Komentar