Anfield, Panggung Drama Alexis

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penanggung jawab rubrik PanditSharing dan Backpass. Penyunting naskah Cerita.

Anfield, Panggung Drama Alexis

Tidak ada waktu dan tempat yang lebih tepat bagi para penikmat drama sepakbola selain di Anfield esok hari. Saat Liverpool menjamu Arsenal nanti, besar kemungkinan pertandingan akan diwarnai oleh banyak rasa penyesalan dan ratapan kegagalan.

Dua hari setelah ulang tahunnya yang ke-26, mood Alexis dipastikan sedang bagus-bagusnya. Ia siap melanjutkan performa gemilang yang sudah ia tunjukkan sejauh ini di pertandingan melawan klub yang kalah dalam perburuan untuk mendapatkan dirinya pada musim panas ini. Alexis Siap mengorek kembali luka Liverpool yang belum sembuh benar.

Agar Anda lebih dapat mengerti drama yang nanti akan tersaji, pahamilah dahulu beberapa hal ini: Arsenal pernah menginginkan Luis Suárez. Liverpool tidak membiarkan Suárez pergi ke Arsenal. Suárez akhirnya pindah ke Barcelona. Liverpool menginginkan Alexis sebagai pengganti Suárez. Alexis bergabung dengan Arsenal. Arsenal 1, Liverpool 0. Nol besar.

Nol besar karena Alexis adalah pengganti sempurna untuk Luis Suárez. Alexis adalah Suárez tanpa bom waktu yang bisa meledak kapan saja dan berulang kali. Alexis memiliki kualitas serupa Suárez tapi tidak menyimpan potensi merugikan tim karena tidak suka berlaku aneh-aneh.

Malah, Alexis adalah seorang pekerja keras. Hal tersebut diakui sendiri oleh manajer Liverpool, Brendan Rodgers dalam sesi konferensi pers prapertandingan.

“Yang saya tahu Alexis adalah pemain kelas dunia. Ia disebut-sebut sebagai seseorang yang dapat bergabung dengan kami dan sempurna untuk kami. Ia adalah pemain hebat dengan kualitas yang luar biasa dan kemauan bekerja yang lebih baik dari itu. Kami tahu bahwa ia akan menjadi ancaman,” ujar Rodgers.

Rodgers tak asal bicara. Kerja keras Alexis membuat dirinya mampu bermain gemilang tanpa masa adaptasi yang lama. Tidak terlihat luar biasa? Coba bandingkan catatan Alexis dengan Mario Balotelli, yang belum juga subur bersama Liverpool walaupun sebelumnya sudah pernah bermain di Premier League selama dua setengah musim bersama Manchester City.

Sepanjang musim ini, Alexis sudah mencetak 14 gol dan membuat 6 assist dalam 24 pertandingan di semua kompetisi. Hanya dalam satu kesempatan Alexis gagal mencetak gol atau membuat assist: di pertandingan Community Shield (dan di pertandingan tersebut ia hanya bermain selama 45 menit).

Jauh dari Liverpool, di London, Arsène Wenger juga membuat pengakuan yang berhubungan dengan calon lawan mereka. “Kami tertarik kepada Suárez tahun lalu. Ia mencetak 40 gol untuk Liverpool dan itu adalah bagian dari kompetisi. Pada akhirnya setiap pemain hebat memiliki pilihan untuk pergi kemanapun ia mau,” ujar Wenger kepada media mengenai Suárez yang memilih Barcelona.

Dan entah sepenuhnya sadar mengenai keberhasilan timnya mengalahkan Liverpool dalam perburuan Alexis, Wenger menyinggung hal tersebut ketika bercerita mengenai bagaimana Alexis memilih Arsenal.

“Alexis telah memilih kami. Kami sangat bahagia karenanya dan saya tidak yakin apakah Liverpool juga menginginkannya. Saya tidak tahu mengapa ia memilih kami dan bukan tim lain, namun kami senang ia melakukannya.”

Potensi drama sudah ada. Tinggal menunggu momentum dan bumbu-bumbu tambahan saja.

Komentar