Kejadian Langka Bernama Hat-Trick ke Gawang Bayern

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penanggung jawab rubrik PanditSharing dan Backpass. Penyunting naskah Cerita.

Kejadian Langka Bernama Hat-Trick ke Gawang Bayern

Sergio Aguero berhasil mencetak tiga gol ke gawang klub perkasa Eropa, FC Bayern Munchen, semalam (26/11). Sebuah catatan hebat, mengingat melihat Bayern kebobolan tiga kali oleh satu pemain yang sama dalam sebuah pertandingan Champions League adalah sesuatu yang langka. Telah sangat lama waktu berlalu sejak terakhir kali Bayern merasakan hal tersebut sebelum Aguero. Terakhir kali Bayern kebobolan tiga kali oleh satu pemain yang sama, Aguero belum menjadi pemain profesional.

Sangat lama jeda yang ada antara Aguero dan sang pendahulu, sehingga selama itu Bayern telah berhasil meraih 21 gelar juara. Rinciannya adalah tujuh gelar juara Bundesliga, tujuh DFB Pokal, dua DFB/DFL Supercup, dua DFB-Ligapokal, dan masing-masing satu gelar di ajang Champions League, UEFA Super Cup, dan FIFA Club World Cup: 2013.

Lama benar jeda yang ada antara Aguero dan sang pendahulu, sehingga selama itu pula Bayern telah dipimpin oleh delapan pelatih kepala yang berbeda. Ottmar Hitzfeld, pelatih terakhir sebelum Pep Guardiola yang pernah melihat gawang Bayern dibobol sebanyak tiga kali oleh satu pemain yang sama dalam satu pertandingan Champions League, malah sempat kembali setelah pergi. Setelah Hitzfeld meninggalkan Bayern pada tahun 2004, mereka pernah ditangani oleh Felix Magath, Ottmar Hitzfeld, Jurgen Klinsmann, Jupp Heynckes, Louis van Gaal, Andries Jonker, Jupp Heynckes, dan Pep Guardiola.

Pendahulu Aguero adalah Rudolphus Antonius Makaay, pemain berkebangsaan Belanda yang juga pernah mengabdi untuk Bayern selama empat musim sejak tahun 2003. Roy Makaay, begitulah ia dikenal luas, mencetak tiga gol ke gawang kawalan Kahn pada 19 September 2002. Kala itu, Makaay sedang menjalani musim terakhirnya untuk Deportivo La Coruna, klub yang ia bela sejak satu tahun sebelum pergantian millenium.

Jika boleh dibandingkan, Aguero pantas disebut lebih hebat ketimbang Makaay. Selain karena Aguero melakukannya dalam usia yang satu tahun lebih muda, Bayern yang ia pecundangi bukanlah tim yang sembarangan. Bayern yang ia bobol gawangnya sebanyak tiga kali adalah Bayern yang sedang nyaman menguasai puncak klasemen Grup, yang telah mengantongi empat kemenangan dari empat pertandingan yang telah mereka jalani sebelum bersua dengan Manchester City.

Makaay, sementara itu, melakukannya ke gawang tim yang sedang terseok-seok di Eropa walaupun perkasa di dalam negeri. Pada musim itu, Bayern berhasil menjadi juara Bundesliga dan DFB-Pokal walaupun di ajang Champions League mereka tidak lolos penyisihan grup karena hanya mampu mengumpulkan dua angka dari enam pertandingan. Bayern, karenanya, tidak mendapatkan hak bermain di UEFA Cup karena hanya mampu menjadi juru kunci di belakang RC Lens, Deportivo, dan AC Milan.

Kebobolan tiga gol oleh Makaay, bagaimanapun, adalah sebuah berkah terselubung untuk Bayern. Dalam diri Makaay, mereka menemukan seorang penyerang baru. Dari Spanyol, Makaay melanjutkan kariernya ke Jerman untuk membela Bayern. Mungkinkah hal yang sama terjadi kepada Aguero?

Komentar