Ross Barkley, Cedera, dan Impian Membela Timnas Inggris

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Ross Barkley, Cedera, dan Impian Membela Timnas Inggris

Melihat daftar penggawa tim nasional Inggris yang akan berlaga pada babak kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Slovenia akhi perkan nanti, terdapat nama Ross Barkley. Ya, gelandang muda milik Everton ini kembali dipanggil pelatih timnas Inggris, Roy Hodgson, usai sembuh dari cedera lutut yang didapatkannya saat menjalani pra-musim.

Pemulihan cedera Barkley terbilang cepat. Karena awalnya, tim dokter Everton sempat memvonis pemain berusia 20 tahun ini akan menepi hingga akhir tahun 2014. Namun tanpa disangka, tim dokter Everton sudah memberikan lampu hijau untuk Barkley kembali merumput sejak Oktober lalu. Bahkan ia langsung melakukan comeback gemilang saat Everton menaklukkan Aston Villa dengan skor 3-0 pada tanggal 19 Oktober. Kala itu ia bermain selama 66 menit.

Kemampuan Barkley dalam mengolah si kulit bundar memang tak perlu diragukan lagi. Meski masih berusia 20 tahun, Everton memberi banderol pemain kelahiran Merseyside ini dengan harga minimal 30 juta poundsterling. Tentu saja nilai tersebut mencerminkan betapa hebatnya kemampuan Barkley.

Barkley disebut-sebut mirip dengan mantan pemain Everton yang kini menjadi kapten tim nasional Inggris, Wayne Rooney. Selain sama-sama dari Merseyside, gaya bermain Barkley pun disinyalir terinspirasi dari pemain yang kini membela Setan Merah, Manchester United.

Namun Barkley membantah keras pernyataan tersebut. Ia tak pernah menjadikan Rooney sebagai panutan. Bahkan apa yang diungkapkannya lebih mengejutkan. Karena awalnya, Barkley justru mengidolakan gaya bermain Rio Ferdinand, mantan bek Manchester United yang kini bermain di Queen Park Rangers.

“Ambisi saya selalu ingin memainkan bola di sepertiga tengah lapangan, seperti yang dilakukan Rio Ferdinand,” ujar Barkley seperti dikutip dari Dailymail. “Rooney merupakan seorang penyerang, dan saya seorang gelandang. Tapi ketika saya muda, tepatnya ketika bermain untuk U-14, saya bermain sebagai pemain belakang. Maka tak ada yang bisa dibandingkan dengan Rooney.”

Mengenai transformasi posisi Barkley, adalah Neil Dewsnip, pelatih akademi Everton U-17 hingga U-21, yang menemukan kelebihan lain dalam diri Barkley. Pada sebuah momen, Dewsnip menyuruh Barkley untuk bermain di tengah. Tak banyak berpesan, Dewsnip hanya berkata pada Barkley: “Bermainlah di tengah, dan nikmati.”

Pengalamannya bermain sebagai gelandang semakin diperkaya ketika ia dipanggil tim nasional Inggris yang berlaga di Piala Dunia 2014. Karena dalam skuat Inggris saat itu, ia bermain dan berlatih bersama dua gelandang legenda Inggris, Frank Lampard dan Steven Gerrard.

“Saya belajar banyak ketika bermain untuk Piala Dunia. Saya dikelilingi pemain seperti Steven Gerrard dan Frank Lampard. Itu artinya saya bukan lagi seorang bocah. Satu-dua tahun yang lalu, saya masih bermain di tim cadangan. Dan itu [Piala Dunia] menjadi langkah besar. Tapi saya masih perlu belajar lebih banyak lagi,” tambah pemilik nomor punggung 10 Everton ini.

Bermain di tim nasional tentunya menjadi impian setiap pemain sepakbola, termasuk Barkley. Namun baginya, bermain di timnas senior sempat hanya akan menjadi angan-angan. Karena pada pada tahun 2010, ia sempat mengalami cedera yang cukup serius.

Saat itu, Barkley masih bermain bersama tim nasional Inggris U-19 yang hendak menjalani sebuah pertandingan di Belgia. Namun saat latihan, ia berbenturan dengan rekan setimnya yang saat ini bermain di Liverpool, Andre Wisdom.

Dokter tim Belgia saat itu memberi pertolongan pertama mengatakan bahwa cedera Barkley sangat parah. Bahkan mereka juga mengatakan bahwa ada kemungkinan Barkley tak bisa kembali bermain sepakbola.

Namun dengan keyakinan tinggi dalam dirinya, Barkley terus berusaha menemukan kembali performa terbaiknya pasca sembuh dari cedera. Ia tak mau mimpinya menjadi pesepakbola profesional terhenti begitu saja.

Untungnya manajer Everton saat itu, David Moyes, tetap mempercayai kemampuan Barkley. “Ia [Moyes] sangat menolong saya,” Barkley kembali mengenang. “Saat itu saya di rumah setelah selesai menjalani operasi, dan ia mendatangi rumahku untuk mengatakan pada ibuku bahwa semuanya saya akan baik-baik saja.”

Agar pemain binaan akademi Everton ini berkembang, Moyes lantas meminjamkan Barkley ke Sheffield Wednesday dan Leeds United ketika sudah bisa kembali merumput. Dan di sanalah Barkley kembali menemukan kembali kepercayaan diri atas masa depannya sebagai pesepakbola profesional.

Di Leeds, Barkley berjuang keras. Atas usaha kerasnya itu, ia pun mendapat menit bermain lebih banyak. Dan puncak dari usahanya itu ketika ia kembali membela Everton, dan menjadi starter ketika menghadapi Arsenal dan Tottenham Hotspurs. Ia pun langsung menyadari, ia sedang berada di jalur yang benar untuk menjadi pemain masa depan tim nasional Inggris.

foto: flickr.com

Komentar