Sepakbola pada Perang Dunia Pertama | Pandit Football Indonesia

Sepakbola pada Perang Dunia Pertama

Cerita

by Frasetya Vady Aditya 7295

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Sepakbola pada Perang Dunia Pertama

Sepakbola mestinya menjadi alat pemersatu meski ada dua tim yang saling adu. Hasil bukanlah akhir, karena masih ada nilai-nilai yang ‘kan terukir. Ini yang terjadi di sepakbola pada masa perang dunia pertama. Ada hal-hal bertentangan yang terjadi pada masa itu.

Di Inggris, ketika semua pertandingan kriket dibatalkan akibat perang dunia, sepakbola malah terus berjalan. Football League musim 1914/1915 berjalan dengan normal, pun dengan Piala FA.

Sejarawan Inggris, Amanda Mason, menuliskan sembilan fakta sepakbola di Perang Dunia pertama. Berikut sembilan fakta tersebut kami sadurkan dari situs Imperial War Museum.

Banyaknya Pabrik Perlengkapan Militer yang Memiliki Tim Sepakbola Perempuan



Selama perang dunia pertama, lebih dari 900 ribu perempuan bekerja di pabrik perlengkapan militer. Kebanyakan, pabrik-pabrik tersebut mempekerjakan petugas yang memantau kesehatan, kesejahteraan, dan perilaku tenaga kerja perempuan.

Olahraga, khususnya sepakbola, mendorong sejumlah pabrik mengembangkan tim sepakbola perempuan. Yang paling terkenal adalah Dick, KerrÂ’s Ladies FC yang berdiri di Preston pada 1917. Saat tim tersebut bertanding, pastilah banyak penonton yang hadir.

Pertandingan dilangsungkan melawan pabrik lain yang berbeda. Foto di atas memperlihatkan tim sepakbola perempuan dari pabrik perlengkapan militer Associated Equipment Company (AEC) di Beckton, London.

Menjaga Kebugaran dan Moral Tetap Tinggi

Batalion 1 Resimen Wiltshire

Tentara di front barat menghabiskan waktu cukup lama berdiri di garis terdepan. Untuk menjaga mereka tetap bugar dan aktif, serta untuk menjaga semangat, olahraga dijadikan alat utama bahkan secara resmi didorong oleh pemerintah.

Foto di atas yang diambil pada September 1916, memperlihatkan pertandingan antara Btalion 1 Resimen Wiltshire di Bouzincourt, Prancis.

Sepakbola Sebagai Alat Perekrutan



Sepakbola secara luas digunakan sebagai alat untuk merekrut pemuda untuk dijadikan tentara. Gambar di atas memperlihatkan poster dari sekretariat Federasi Sepakbola Inggris, bertuliskan �"Daftar sekarang untuk membantu olahragawan lain yang secara gagah berani menghadapi musuh�". Poster serupa juga diproduksi untuk menyasar suporter dari klub-klub tertentu.

Tawanan Perang Bermain Sepakbola di Tahanan



Bola pada gambar di atas dimainkan pada November 1918. Letnan Jack Shaw mengatur pertandingan antar tawanan di Kamp Holzminden. Sepakbola membantu sipir dan penjaga untuk tetap bugar meskipun komandan kamp kerap menghentikan pertandingan tersebut. Pertandingan biasanya berlangsung sembilan lawan sembilan karena lahan yang sempit.

Digunakan Sebagai Porpaganda



Gambar di atas menunjukkan mainan asli Inggris pada Perang Dunia pertama. Tujuannya adalah memasukkan bola ke mulut �"Kaiser�" dengan melewati sejumlah halang dan rintang.

Sepakbola Dimainkan di Mana pun



Foto di atas memperlihatkan sejumlah perwira mengadapi satu sama lainnya dalam pertandingan sepakbola di Salonika pada Hari Natal 1915. Olahraga seperti sepakbola menjadi cara yang tepat bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan memimpin dan untuk menjalin hubungan dengan rekan-rekan yang lain.

Olahraga Baru Dimainkan di Lapangan Sepakbola
Baseball di Highbury
Dengan datangnya bala bantuan dari Amerika, mereka pun membawa olahraga baru seperti Baseball untuk menarik perhatian warga Inggris. Poster di atas mengiklankan sebuah pertandingan di Anglo-American Baseball untuk digelar di Highbury, kandang Arsenal.

Bertarung di Christmas Truce

Guci Christmas Truce

Malam Natal 1914 merupakan hari yang tak biasa. Pasalnya dua musuh: tentara Jerman dan Inggris bermain bola bersama-sama. Banyak surat-surat yang menceritakan pertandingan tersebut, termasuk foto di atas. Guci bierstein atau mug untuk bir di atas kerap diasosiasikan dengan pertandingan yang dikenal sebagai Christmas Truce tersebut.

Melawan Kebosanan



Trofi di atas merupakan hadiah dari kapal perang HMS Dreadnought atas pemenang dalam kompetisi sepakbola antar personel. Kebanyakan awak kapal mesti bertahan dengan kebosanan dalam jangka waktu yang lama saat mereka tidak bekerja (baca: perang). Untuk menghilangkan kejenuhan tersebut agar tak menjadi gelisah dan sulit diatur, Laksamana Jellicoe mendorong pengembangan fasilitas olahraga di pangkalan laut Scapa Flow di Pulau Okrney. Setelah lapangan sepakbola dibangun, merekapun mulai melakukan kompetisi sesamanya.



Disadur dari IWM.org.uk

Sumber gambar: nationalfootballmuseum.com

Komentar