Menelusuri Jejak Lahirnya Kata "Soccer"

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Menelusuri Jejak Lahirnya Kata "Soccer"

Akan terjadi goncangan budaya saat Anda mencari berita sepakbola dengan menuliskan ""football" dalam mesin pencari di portal berita Amerika. Apa yang muncul, malah olahraga paling populer di Amerika: American Football.

Di Amerika sendiri, liga sepakbola tertinggi, MLS adalah kepanjangan dari Major League Soccer. Artinya, kata "Soccer" memang telah mengakar dan menjadi padanan dari kata "sepakbola" itu sendiri.

Mungkin, banyak yang merasa mengapa jauh sekali padanan kata "Soccer" dengan "Football". Memang, penyebutan sepakbola di tiap negara berbeda-beda. Namun, masih tetap dalam satu akar bahasa: "football".

Futebol (Brasil), futbal (Spanyol), fussball (Jerman), calcio (Italia), labdarugo (Hungaria), adalah contohnya. Mereka mengadopsi football ke dalam bahasa mereka sendiri, termasuk dengan kata "sepakbola" di Indonesia.

Lantas, adakah kata berdasar "socc" (jika ‘-er’ adalah kata bantu untuk subjek) dalam kamus bahasa Inggris?

Nyatanya soccer adalah sebuah kesalahan. Dr. Stefan Szymanski, pengajar dari Departemen Kinesiologi, Universitas Michigan memaparkan penelitiannya dalam paper yang berjudul "ItÂ’s Football not Soccer". Ia meneliti bagaimana soccer menjadi budaya dalam masyarakat Amerika dan bagaimana soccer sudah jarang digunakan di media-media di Inggris.

Kata Football bberasal dari Britania Raya. Menurut Oxford Dictionary, penggunaan football pertama kali ditemukan secara tertulis pada 1486, meski sebenarnya permainan tersebut telah dimainkan sejak 1175 menurut William Fitzstephen. Peraturan sepakbola modern yang pertama, ditulis oleh Universitas Cambridge pada 1848, sementara Federasi Sepakbola Inggris sendiri baru terbentuk pada 1863 dan mulai menyebarluaskan "aturan Cambridge" tersebut ke penjuru negeri.

Namun, aturan tersebut menyebabkan konflik. Pasalnya, masih ada permainan sepakbola yang menggunakan tangan. Padahal, "aturan Cambridge" menyebutkan penggunaan tangan selain oleh kiper adalah hal yang dilarang dan merupakan sebuah pelanggaran.

Akhirnya, para pengguna tangan ini diasosiasikan dengan aturan dari "Rugby School". Pada 1971, mereka pun sepakat untuk mendirikan Rugby Football Union, untuk mengubah versi dari football itu sendiri. Di Inggris pun berdiri dua asosiasi yang sama-sama menggunakan kata "football": Rugby Football dan Association Football. Inilah yang menjadi awal mula perbedaan football di Amerika dan di Inggris.

Menurut Szymanski, ada kebiasaan di Inggris yang senang menyingkat kata pertama dan kerap menjadikannya sebagai frase baru. Rugby disingkat menjadi "rugger" sementara Association Football menjadi "Socker" menyingkat kata "Association" menjadi "Sock". Penyebutan ini yang membuat The New York Times pada 1905 memutuskan menyebut Association Football (FA) sebagai "Socker".

Lantas, frasa "Soccer" bukanlah diciptakan oleh orang Amerika melainkan oleh orang inggris sendiri. Konteks pemakaian "Soccer" tentu berbeda dengan "sepakbola" atau "calcio" yang dimana frasa itu diciptakan oleh orang lokal.

Sementara itu kata "football" sendiri bukan berasal dari "rugby" karena kedua permainan tersebut memiliki perbedaan seperti bentuk lapang dan bola yang digunakan. Kata "football" di Amerika Serikat berasal dari "Gaelic Football", sebuah olahraga mirip rugby dengan aturan yang berbeda.

Syzmanski lantas meneliti tren penggunaan kata "soccer" di media Inggris The Guardian dan The Independent sejak 1984 hingga 2012. Secara jelas, terjadi penurunan drastis dari penggunaan kata "Soccer" di dua media tersebut. Presentasinya turun dari 18 persen hingga 4 persen. Penggunaan ini sendiri biasanya bukan menyebut "football" sebagai "soccer" melainkan ada dalam konteks ketika menulis budaya Amerika.

Karena sepakbola berasal dari Inggris, ya wajar kalau "Soccer" pun sebenarnya dibawa oleh budaya oral orang-orang Inggris itu sendiri; bukan Amerika.

Sumber gambar: shinguardian.com



Komentar