Panic Buying yang Jadi Penyebab Kedatangan Falcao ke Old Trafford

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Panic Buying yang Jadi Penyebab Kedatangan Falcao ke Old Trafford

Manchester United baru saja merampungkan transfer penyerang baru mereka, Radamel Falcao. Falcao yang didatangkan dari AS Monaco ini direkrut dengan status pemain pinjaman dan opsi permanen pada akhir musim nanti.

Sebenarnya ada hal yang menarik dari transfer ini. Beberapa sumber mengatakan bahwa sejatinya Falcao lebih ingin bergabung ke Real Madrid ketimbang ke United. Hal ini pun diungkapkan oleh seorang jurnalis terpercaya asal Spanyol bernama Guillem Balague. Balague merupakan reporter Sky Sports yang berada di Spanyol untuk melaporkan kepindahan Falcao ke Madrid.

Indikasi ini menguat ketika Falcao sempat berkicau pada akun twitter-nya dengan mengatakan ‘#HalaMadrid Dream come true’, di mana kemudian ia menghapus tweet tersebut.

Gosip kepindahan penyerang asal Kolombia ini ke Madrid memang berhembus kencang. Sang agen, Jorge Mendes, berkali-kali menawarkan kliennya pada para petinggi Madrid. Mendes bahkan berani mengatakan bahwa kliennya itu lebih dari penyerang yang mereka miliki sekarang, Karim Benzema.

“Jorge Mendes terus mengusahakan kepindahan ini (ke Madrid) hampir setiap bursa transfer ” ujar Balague. Namun Madrid terus mengatakan pada Balague bahwa Los Galacticos tak tertarik untuk menfatangkan Falcao.

Madrid memang pernah mengatakan pada Mendes bahwa mereka sedang membutuhkan penyerang, tapi bukan penyerang untuk bersaing tempat utama dengan Benzema, tapi pemain yang rela bermain sebagai pemain cadangan. Maka dari itulah kemudian Real Madrid lebih mendatangkan Chicharito.

Balague pun menyangkal adanya ketertarikan Arsenal untuk memboyong Falcao. Balague mengatakan bahwa sejak awal Arsenal memang tak mengincar Falcao. Gosip beredar Arsenal memang sedang mencari penyerang karena penyerang utama mereka mengalami cedera panjang, Oliver Giroud.

Manchester United sendiri baru mengajukan tawarannya di menit-menit akhir bursa transfer. Lebih tepatnya, ketika Falcao hampir didapatkan didapatkan rival sekota mereka, Manchester City.

“Machester City terus memantau situasi transfer Falcao setelah striker mereka, Alvaro Negredo, diincar Valencia. City pun sempat menahan transfer Negredo karena menunggu kepastian Falcao bisa didapatkan.”

“Negredo kemudian hijrah ke Valencia, dan City terus bernegoisasi dengan agen Falcao, Jorge Mendes. Dan ketika negoisasi mereka tak kunjung menemui kesepakatan, di situlah Manchester United muncul dengan tawaran yang menjanjikan. Tanpa pikir panjang, sang agen pun merestui kepindahan Falcao ke United.”

Jika pernyataan Balague di atas memang benar adanya, dapat simpulkan bahwa sebenarnya United tak mengincar Falcao sejak awal. Jadi bisa dibilang peminjaman ini merupakan panic buying yang dilakukan United.

United mungkin sadar bahwa sebenarnya lini belakang mereka lah yang seharusnya mendapatkan peningkatan kualitas dengan merekrut pemain anyar. Mungkin karena tak ada satu pun pemain belakang yang cocok, baik secara harga maupun strategi, akhirnya United lebih memilih untuk mendatangkan Falcao yang merupakan penyerang berkualitas. Hal ini bahkan diakui sendiri oleh CEO Man United, Ed Woodward.

"Kami mendatangkan Falcao untuk tiga alasan. Pertama dan terpenting yakni demi menggaet sponsor. Kedua kami ingin mengantisipasi kepergian Wayne Rooney yang bisa pergi kapan saja. Ketiga, kami butuh striker yang menggantikan Van Persie setelah dia mengalami cedera. Saya tahu bahwa 'bek' merupakan posisi yang kami butuhkan. Tetapi kenapa kami mendatangkan penyerang? mungkin hanya Van Gaal yang tau," katanya.


Aneh? Tidak juga. Karena dalam sepakbola kita mengenal sebuah ungkapan yang berbunyi “menyerang adalah pertahanan terbaik”, dan mungkin Louis van Gaal kini mulai menganut filosofi itu.

foto: dalilystar.co.uk

Komentar