Wembley Disulap dalam Waktu Kurang dari 18 Jam

Cerita

by redaksi

Wembley Disulap dalam Waktu Kurang dari 18 Jam

Sebuah stadion sepakbola memang memiliki fungsi utama untuk menggelar sebuah pertandingan sepakbola. Namun bukan berarti hal tersebut menjadi fungsi satu-satunya bangunan besar ini. Pertandingan sepakbola yang tidak berlangsung setiap hari membuat stadion menjadi sering tak terpakai.

Menggunakan stadion untuk menyelenggarakan acara lain merupakan solusi untuk permasalahan ini. Besarnya kapasitas penonton yang dapat ditampung oleh stadion ketimbang gedung-gedung pertunjukan menjadi nilai lebih untuk menyelenggarakan sebuah acara di stadion. Maka dari itu banyak konser musik, pertunjukan atraksi, dan berbagai acara-acara yang membutuhkan gedung dengan kapasitas yang besar sering diadakan di stadion sepakbola.

Hal ini sudah dilakukan di semua negara di dunia termasuk Indonesia. Sering kita dengar stadion Gelora Bung Karno digunakan untuk sebuah konser musik ataupun acara-acara lainnya. Selain untuk mengisi kekosongan saat tidak digunakan, penyelenggaraan acara lain juga dapat menjadi pemasukan tersendiri untuk biaya perawatan stadion yang sangat besar.

Namun menyelenggarakan pertandingan sepakbola dan konser musik tentu tidak dapat disamakan. Penyelenggaraan yang dilakukan dengan asal-asalan hanya akan membuat bagian-bagian penting dari stadion rusak. Bagian yang paling sensitif dalam hal ini tentu saja rumput lapangan. Maka dari itu, rumput pada lapangan akan selalu dilapisi agar tidak mengalami kerusakan setelah digunakan untuk selain pertandingan sepakbola.

Begitu pula yang dilakukan pengelola stadion kebanggan Inggris, Wembley. Wembley bukan sekedar dipakai untuk pertandingan tim nasional Inggris atau pertandingan final Piala FA dan Carling Cup saja. Beberapa konser musik besar dan berbagai acara lainnya pun sering diadakan di stadion yang megah ini. Tingginya profesionalitas yang dimiliki oleh pengelola stadion Wembley membuat stadion ini tetap terjaga meski digunakan untuk berbagai macam acara.

Pada hari Jumat, 30 Mei 2014 lalu, pengelola stadion Wembley menunjukan bagaimana seharusnya sebuah stadion dikelola meski dipakai untuk acara selain pertandingan sepakbola. Pada hari itu Wembley digunakan untuk pertandingan persahabatan tim nasional Inggris melawan Peru dalam rangka persiapan Piala Dunia 2014. Dan hanya berselang kurang lebih 18 jam setelahnya wembley digunakan untuk pertandingan tinju profesional antaraCarl Froch melawan George Groves.

Keduanya memang pertandingan olahraga, namun yang satu adalah pertandingan sepakbola dan yang satu lagi adalah pertandingan tinju. Tentu saja penyelenggaraan pertandingan sepakbola dan tinju membutuhkan perlakuan yang berbeda. FA merekam setiap kejadian dari mulai Wembley dipersiapkan untuk pertandingan sepakbola Inggris melawan Peru hingga selesai menyelenggarakan pertandingan tinju antara Froch melawan Groves.

Pada video di bawah ini√ā¬†diperlihatkan bagaimana setelah pertandingan sepakbola selesai digelar dan semua penonton telah meninggalkan stadion, penyelenggara tinju langsung merapihkan stadion untuk persiapan pertandingan tinju. Dari mulai melepas kedua gawang, melapisi rumput, mendirikan ring di tengah lapangan, hingga memasuki kursi untuk area penonton VIP di sekitar ring tinju. Setiap tahapan tersebut dilakukan dalam waktu kurang dari 18 jam.

Setiap bagian penting dari stadion Wembley pun sudah terlindungi sehingga Wembley kembali siap jika ingin digunakan untuk pertandingan sepakbola kembali. Berikut rekaman FA tentang aktivitas di dalam Wembley pada tanggal 30 mei-31 mei 2014 ketika Wembley akan digunakan untuk pertandingan sepakbola Inggris melawan Peru dan setelah digunakan untuk pertandingan tinju Froch melawan Groves.



Sumber gambar: bleacherreport.com

(Abi)

Komentar