Polemik tentang Penjualan Wembley di Tubuh FA

Berita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Polemik tentang Penjualan Wembley di Tubuh FA

Petinggi di federasi sepakbola Inggris, FA, akan mengadakan pertemuan dengan para anggota dewan FA untuk menentukan masa depan Stadion Wembley, pada Selasa (29/5). Pertemuan tersebut dihelat untuk mendengarkan aspirasi dari 127 anggota dewan FA yang menentang penjualan Stadion Wembley kepada pengusaha asal Amerika, Shahid Khan.

Shahid Khan yang juga merupakan pemilik dari klub Fulham FC mengajukan penawaran serius kepada FA untuk membeli Stadion Wembley dengan harga mencapai 900 juta paun.

Ketua FA, Greg Clark, tertarik dengan penawaran tersebut. Namun banyak dari anggota dewan senior FA belum menyetujuinya. Oleh karenanya pada minggu lalu, Clarke menulis surat yang ia tujukan kepada para anggota dewan FA untuk mengadakan pertemuan guna membahas masalah tersebut.

“Adalah sangat penting untuk membuat setiap keputusan diambil dari hasil yang kolaboratif,” tulis Clark dalam suratnya. “Setiap petinggi FA dan anggota dewan FA punya perhatian terhadap sepakbola Inggris dalam hati mereka. Bersama-sama saya yakin kita semua akan menghasilkan keputusan yang baik untuk sepakbola.”

“Suasana umum yang masih mengganggu kami adalah kami membutuhkan bagaimana detail dari penjualan tersebut,” sebut salah satu anggota dewan FA kepada Telegraph. “Kami berada di posisi yang menentukan sekarang. Dan pertemuan nanti adalah kesempatan bagi kami untuk menyuarakan apa yang kami rasakan.”

Detail yang dimaksud oleh anggota dewan FA tersebut adalah bagaimana uang dari hasil penjualan Wembley akan digunakan. Sebelumnya Clarke sendiri telah mengatakan bahwa uang dari hasil penjualan Wembley akan diinvestasikan untuk pengembangan sepakbola akar rumput. Namun tampaknya anggota dewan FA butuh penjelasan yang lebih detail terkait hal itu.

Penentangan tidak hanya datang dari anggota dewan FA. Bulan lalu, mantan ketua Liga Primer Inggris, Sir Dave Richards, juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana penjualan Wembley. Ia bahkan menyebutnya sebagai rencana yang penuh dengan skandal, serta melabeli Greg Clark dan Martin Gleen (Ketua Pelaksana FA), sebagai orang-orang yang tidak tahu sepakbola.

Akan tetapi Clark dan Gleen tampak tetap teguh pada pendiriannya untuk melepas Wembley. Mereka punya alasan kuat bahwa pembenahan fasilitas sepakbola di akar rumput sangat penting untuk dilakukan. Keduanya merujuk laporan pada musim 2017/18, di mana permasalahan yang paling banyak dilaporkan dari sepakbola akar rumput adalah kualitas lapangan yang tidak layak. Melansir Telegraph, rata-rata hanya ada satu lapangan yang layak dari total tiga lapangan.

FA, Liga Primer dan Pemerintah, sejak tahun 2000 telah menggelontorkan dana sebesar 615 juta paun untuk membangun fasilitas di sepakbola akar rumput. Kucuran dana dari hasil penjualan Wembley dianggap akan sangat membantu untuk mendorong peningkatan fasilitas.

Jika pada akhirnya kepemilikan Wembley beralih ke tangan Shahid Khan, maka besar kemungkinan stadion tersebut akan banyak digunakan sebagai markas tim American Football yang berlaga di ajang NFL, Jacksonville Jaguars—yang juga dimiliki Khan. Wembley nantinya masih akan tetap menjadi markas tim nasional Inggris, namun sebagian besar porsi jadwal pertandingan tahunan The Three Lions, terutama selama musim gugur, harus dipindah ke tempat lain.

Komentar