Dukungan Para Lawan untuk Kapten Peru

Berita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Dukungan Para Lawan untuk Kapten Peru

Para kapten Tim Nasional Perancis, Denmark, dan Australia meminta FIFA untuk mencabut hukuman larangan bermain Paolo Guerrero—kapten Tim Nasional Peru—agar ia bisa tampil membela negaranya di Piala Dunia 2018. Perancis, Denmark, Australia, dan Peru tergabung dalam grup C di Piala Dunia 2018.

Federasi Internasional Asosiasi Pesepakbola Profesional (FIFPro), mengeluarkan sebuah surat yang ditandatangani oleh Hugo Lloris (kapten Timnas Perancis), Simon Kjaer (kapten Timnas Denmark), dan Mile Jedinak (kapten Timnas Australia) pada Selasa (22/5). Surat yang mereka tujukan kepada FIFA itu berisi permohonan untuk mencabut hukuman larangan bermain Guerrero, yang ia dapatkan sejak Oktober 2017. Guerrero divonis hukuman lantaran terbukti menggunakan doping.

Hasil tes membuktikan bahwa pemain berusia 34 tahun itu terbukti positif mengonsumsi zat bernama benzoylecgonine—unsur yang terkandung dalam kokain. Namun pengacara Guerrero berujar bahwa zat tersebut sama sekali tidak punya pengaruh dalam meningkatkan penampilan Guerrero di atas lapangan. Ditambah lagi, zat tersebut masuk ke dalam tubuh Guerrero secara tidak sengaja lewat minuman teh yang terkontaminasi.

Namun Pengadilan Arbitrase Olahraga tetap menjatuhkan hukuman kepada Guerrero. Awalnya, hukuman sempat dikurangi dari 12 bulan larangan bermain menjadi 6 bulan saja. Namun setelah Badan Anti-Doping Dunia melakukan banding, hukuman untuk Guerrero malah bertambah menjadi 14 bulan larangan bermain.

Praktis, Guerrero tidak akan bisa memperkuat Peru di Piala Dunia 2018. Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat ini adalah ajang Piala Dunia yang pertama bagi Peru setelah 36 tahun absen di turnamen tersebut. Ditambah lagi, di usianya yang sudah menginjak 34 tahun, kemungkinan besar ini adalah kesempatan terakhir Guerrero untuk tampil di Piala Dunia. Oleh karena itu para kapten tim negara-negara yang tergabung dengan Peru di fase grup memohon FIFA dapat mencabut hukuman tersebut.

“Dengan demikian kepada Dewan FIFA kami mengajukan permohonan untuk menghentikan sementara larangan bermain yang dijatuhkan kepada Guerrero selama Piala Dunia 2018 di Rusia,” tulis para kapten di surat itu. “Kami percaya bahwa untuk kepentingan keadilan dan proporsionalitas, Paolo—yang semua orang tahu ia tak bersalah—harus bisa berpartisipasi dan bertanding melawan sesama pemain sepakbola profesional di Piala Dunia 2018.”

Dukungan untuk Paolo Guerrero tidak hanya datang dari sesama pemain. Presiden Peru, Martin Vizcarra, juga mengerahkan pemerintah—di antaranya Duta Besar Peru untuk Swiss—guna menentang putusan yang diberikan oleh Pengadilan Aribitrase Olahraga terhadap Guerrero, di Mahkamah Agung Federal Swiss.

Guerrero dapat meminta hakim federal untuk mempelajari putusan yang dijatuhkan Pengadilan Aribitrase Olahraga kepada dirinya. Jika terbukti ada kekeliruan, Pengadilan Federal Swiss dapat melakukan intervensi terhadap proses hukum.

Sebelumnya, pada Minggu (20/5), ribuan masyarakat Peru juga telah berkumpul di Estadio Nacional yang terletak di ibu kota Peru, Lima. Mereka lalu melakukan parade dengan berjalan kaki menyusuri jalan-jalan besar di Kota Lima. Dengan memakai baju berwarna merah-putih (warna kebesaran tim nasional Peru), mereka melantangkan dukungan mereka untuk sang kapten.

Spanduk-spanduk dukungan terhadap Guerrero bertebaran. Seperti dikabarkan New York Times, beberapa di antaranya bertuliskan, “Maafkan Paolo!” dan “Aku Ingin Kaptenku Bermain di Piala Dunia!”

Komentar