PT LIB Masih Berutang Pada 18 Klub Liga 1 2017

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

PT LIB Masih Berutang Pada 18 Klub Liga 1 2017

Kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 sejatinya telah rampung pada November tahun lalu, dengan menghadirkan Bhayangkara FC sebagai kampiun. Kurang lebih sudah tiga bulan lamanya Liga 1 2017 berakhir, namun polemik masih berkutat terkait penyelenggaraan kompetisi level utama sepakbola Indonesia itu. Salah satunya, masih tertunggaknya dana subsidi dari operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada 18 kontestan Liga 1 2017.

Polemik terkait tertunggaknya dana subsidi kepada kontestan Liga 1 2017, sejatinya menjadi topik pemberitaan yang hangat dibicarakan sejak akhir tahun 2017 lalu. Namun hingga memasuki bulan kedua tahun 2018 ini, permasalahan tersebut masih belum terselesaikan.

Sebelum kompetisi Liga 1 2017 digelar, PT LIB menjanjikan semua kontestan masing-masing mendapatkan dana subsidi sebesar Rp 7,5 miliar. Rencananya dana tersebut diberikan secara berkala dalam beberapa termin hingga seluruh pertandingan di Liga 1 2017 rampung digelar. Namun hingga berakhirnya kompetisi dana tersebut belum sepenuhnya diterima oleh 18 klub kontestan Liga 1 2017.

Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, mengungkapkan bahwa PT LIB sebelumnya berjanji melunasi semua tunggakan sisa dana subsidi kepada klub pada 16 dan 29 Januari lalu. Namun diakuinya hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pelunasan tersebut.

“Bukan hanya Bhayangkara FC saja sebenarnya, 18 klub semuanya masih tertunggak. Salah satunya adalah Bhayangkara FC. Dari pembicaraan terakhir, harusnya pelunasan itu dilakukan kemarin di pertengahan dan akhir bulan Januari. Seharusnya sekarang sudah beres. Tapi sampai dengan saat ini kami pun belum tahu kejelasannya seperti apa,” terangnya saat kami hubungi melalui sambungan telepon.

Menurut Sumardji total tunggakan dana subsidi dari PT LIB kepada Bhayangkara FC mencapai Rp 2,1 miliar. Namun jumlah tersebut belum termasuk dengan dana tambahan dari ranking dan hak siar televisi.

Di kompetisi Liga 1 2017, memang tidak ada hadiah uang yang diberikan operator kepada klub juara. Namun dalam pertemuan antara PSSI, PT LIB, dan 18 kontestan Liga 1 pada Mei 2017 lalu, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi memprediksi bahwa jawara Liga 1 2017 akan mendapat uang kurang lebih sebesar Rp 17 miliar yang didapat dari dana subsidi, ranking, dan hak siar.

“Kurang lebih totalnya sekitar Rp 2,1 miliar. Itu dari tunggakan termin pertama sebesar Rp 625 juta, ditambah Rp 1,5 miliar dari termin-termin selanjutnya. Tambahan dana dari Rangking dan hak siar juga sampai sekarang belum dibahas. Ya, jangan dulu berbicara soal tambahan dana dari rangking dan hak siar, toh subsidi untuk klub saja sampai dengan saat ini belum ada kejelasan,” tambahnya.

Sumardji berharap agar kejelasan terkait pelunasan dana subsidi kepada semua kontestan Liga 1 2017 menemui titik terang. Sebab, tak dimungkiri bahwa klub sangat membutuhkan sisa dana subsidi yang belum dibayarkan PT LIB. Apalagi, kompetisi Liga 1 2018 tak lama lagi akan segera bergulir. Biaya yang akan dikeluarkan klub akan semakin membengkak untuk keperluan operasional seperti gaji pemain dan pelatih, latihan tim, hingga akomodasi pertandingan kandang dan tandang.

“Tentu dengan adanya polemik penunggakkan dana subsidi kepada klub ini Sangat mengganggu, khususnya bagi Bhayangkara FC. Masalah finansial ini kan dibutuhkan untuk operasional tim setahun ke depan. Harapan saya, PT LIB tentunya bisa segera melunasi tunggakan mereka,” tandasnya.

***

Polemik terkait tunggakan uang dari PT LIB kepada klub juga dialami Persebaya Surabaya, Blitar United, dan Persipura Jayapura U-19. Persebaya yang notabene berstatus jawara Liga 2 2017 sampai dengan saat ini belum mendapatkan uang hadiah juara sebesar Rp 1 miliar rupiah.

Tak hanya uang hadiah juara, Persebaya pun belum mendapatkan uang kompensasi akibat perpindahan venue babak 8 besar Liga 2 dari Stadion Wibawa Mukti, Cikarang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung. Saat itu, operator kompetisi menjanjikan bakal mengganti seluruh kerugian klub akibat berpindahnya venue 8 besar Liga 2 2017.

Sementara, juara kompetisi Liga 3 2017, Blitar United pun belum menerima uang hadiah sebesar 200 juta. Masalah tersebut juga di alami juara Liga 1 U-19, Persipura U-19 yang belum menerima uang hadiah juara sebesar Rp 300 juta.

Chief Operating Officer (COO) PT LIB, Tigor Shalom Boboy mengungkapkan bahwa tunggakan PT LIB kepada klub akan segera dilunasi. Harapannya polemik tersebut sudah terselesaikan sebelum Liga 1 2018 bergulir pada 10 Maret mendatang.

”Kami masih menunggu penyelesaian dari sponsor. Harapannya rampung sebelum Liga 1 2018 dimulai,” kata Tigor, dilansir dari JPNN.

Komentar