Pertunjukan Gol-gol Indah

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Menulis dan menyunting di Pandit Football. Menulis untuk Tirto jika cuaca sedang bersahabat. Menulis kalimat pendek, membaca artikel panjang.

Pertunjukan Gol-gol Indah

Pertandingan papan atas Ligue 1 memunculkan Memphis Depay sebagai pemungkas. Gol sang pemain Olympique Lyonnais, yang dicetak di menit ketiga dari empat menit masa injury time pertandingan semalam, membuat Paris Saint-Germain menderita kekalahan keduanya musim ini.

Lyon, yang bertindak sebagai tuan rumah di pertandingan ini, sudah unggul sejak menit kedua. Pelanggaran terhadap Nabil Fekir, 36 meter dari gawang PSG, menjadi penyebabnya. Fekir sendiri yang maju sebagai eksekutor.

Gol yang dicetak Fekir ke gawang Alphonse Areola menjadi gol ketiga yang dia cetak dengan tendangan bebas langsung -- di lima liga top Eropa musim ini, koleksi Fekir adalah yang terbanyak. Gol ke gawang PSG juga berarti dia selalu mencetak gol dalam lima pertandingan Ligue 1 terakhirnya.

Usaha-usaha PSG untuk menyamakan kedudukan mentah di tangan Anthony Lopes. Sundulan Edinson Cavani digagalkan oleh sang penjaga gawang Lyon. Pun begitu dengan kesalahan Jeremy Morel, yang nyaris mencetak gol bunuh diri. Pada pertemuan pertama antara kedua tim musim ini, di Parc des Princes, Morel mencetak gol bunuh diri -- PSG menang dua gol tanpa balas saat itu.

PSG bertamu ke Groupama Stadium tanpa Neymar yang cedera, dan setengah jam pertandingan berjalan, mereka kehilangan Kylian Mbappe pula, setelah sang pemain berbenturan dengan Lopes dalam perebutan bola.

Penanganan cedera Mbappe dan hal-hal lain membuat injury time babak pertama berlangsung selama empat menit. Pada menit kedua injury time, PSG menyamakan kedudukan. Layvin Kurzawa, fullback kiri PSG, menyambut umpan silang Dani Alves, fullback kanan, dengan tendangan voli yang membuat Lopes tak berkutik.

Dua belas menit babak kedua berjalan, PSG bermain dengan sepuluh orang. Pelanggaran Dani Alves terhadap Tanguy Ndombele membuatnya mendapat kartu merah langsung dari wasit utama, Clement Turpin.

Unai Emery, pelatih kepala PSG, menarik keluar Angel Di Maria tak lama berselang dan menggantinya dengan Thomas Meunier. Lyon tetap menghadapi empat pemain belakang, namun terus menerus mengancam. Walau demikian peluang-peluang dari Rafael dan Maxwel Cornet mentah di tangan Areola.

Tidak demikian dengan peluang Depay, yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69. Dari luar kotak penalti, Depay melepas tembakan yang mengarah ke pojok kanan atas gawang PSG. Areola tak berkutik.

“Kedua tim mengerahkan seluruh kemampuan selama 90 menit,” ujar Unai Emery pasca pertandingan. “Beberapa kejadian terasa sulit bagi kami, namun kami mampu melewatinya dengan karakter. Kami membuat peluang dan menguasai bola. Imbang mungkin hasil yang adil.

“Kami memulai babak kedua seperti kami mengakhiri babak pertama, dengan mendominasi. Kami tidak memberi mereka peluang, namun kartu merah berarti kami sedikit kehilangan kendali permainan. Tim bekerja dengan baik. Kami membiarkan mereka menembak di akhir pertandingan. Lyon punya pemain bagus, sehingga mereka bisa mencetak gol kedua. Hasil ini sedikit tidak adil, namun beginilah sepakbola.”

Bruno Genesio, pelatih kepala Lyon, sedikit banyak sepakat dengan pendapat Emery. “Untuk inilah kami menjalani pekerjaan ini, untuk momen-momen semacam ini,” ujarnya sebagaimana dikutip dari situs resmi Lyon. “Imbang mungkin hasil yang adil, tapi kami bermain untuk menang dengan sepenuh hati dan kemampuan.

“Gol penyeimbang membuat frustrasi. Kami bermain dengan sangat baik di babak pertama. Tim bisa kembali ke jalurnya setelah kartu merah (Dani Alves). Pemain pengganti menjadi pembeda. Sudah begitu dalam banyak pertandingan. Ini membuktikan sebagai kelompok, para pemain akrab dengan satu sama lain dan memiliki tujuan yang sama.

“Saya bahagia untuk Memphis dan para pemain lain. Kami berkembang, kami menciptakan momentum dalam pertandingan-pertandingan kami. Kami juga naik di tabel klasemen. Itu penting. Persaingan akan ketat hingga akhir. Harus konsisten. Kami akan menghadapi beberapa pertandingan yang sangat sulit.”

Lyon naik ke peringkat kedua berkat kemenangan ini, sementara PSG tetap di peringkat pertama. Jarak keduanya kini terpangkas menjadi delapan poin saja. Olympique de Marseille masih menempel ketat Lyon dari peringkat ketiga; dengan 47 poin dari 22 pertandingan, Marseille hanya berjarak satu poin dari peringkat kedua. Tepat satu peringkat dan berjarak satu poin dari Marseille adalah juara bertahan, AS Monaco.

Komentar