Piala Dunia 2018 Gunakan VAR?

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Piala Dunia 2018 Gunakan VAR?

Pada April 2017, Gianni Infantino selaku Presiden FIFA telah mengonfirmasi bahwa Video Assistant Referees (VAR) akan digunakan pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Infantino mengatakan bahwa VAR adalah sebuah kebutuhan untuk menghindari kesalahan pada tingkat tinggi.

"Kami akan menggunakan video wasit di Piala Dunia 2018 karena kami belum memiliki hasil yang memuaskan sejauh ini," ujarnya. "Pada 2017, ketika semua orang di stadion atau di rumah bisa melihat dalam hitungan detik jika wasit melakukan kesalahan, kita tidak dapat mendapatkan situasi di mana satu-satunya yang tidak dapat melihatnya adalah wasit," sambung Infantino seperti dikutip Goal.

Debut VAR sendiri dilakukan untuk kompetisi Piala Dunia Antarklub 2016. Kemudian VAR dicoba di A-League Australia dan pertandingan persahabatan internasional antara Prancis melawan Spanyol pada Maret 2017. Pada pertandingan Prancis melawan Spanyol itulah VAR membantu memperbaiki dua keputusan wasit yang keliru.

"Ini bukan hanya penting, ini sangat penting. Kami harus membiasakan diri. Ini harus menjadi bagian dari pertandingan sekarang dan kami harus memercayai sistem ini," ujar wasit Bjorn Kuipers seperti dikutip dari situs resmi FIFA.

Kuipers merupakan wasit yang terlibat dalam uji coba offline VAR pada Oktober 2016. Ia benar-benar bahagia melihat kemajuan sepakbola melalui VAR. Hal itu karena Kuipers menganggap bahwa wasit tidak selalu sanggup menjadi otoritas di setiap pertandingan dengan baik.

"Jika saja melakukan kesalahan besar, saya sangat senang memiliki seorang wasit memberi tahu saya, `Bjorn, dalam situasi ini, Anda benar-benar salah`. Sangat penting untuk memiliki seseorang di sana (di balik VAR) untuk memperbaiki kinerja saya," sambungnya.

Isyarat bahwa VAR akan digunakan pada Piala Dunia 2018 telah ditunjukan saat pengenalan teknologi tersebut di Piala Konfederasi 2017. Infantino pun menegaskan bahwa tidak ada yang menghalangi penggunaan VAR di Piala Dunia 2018 nanti.

"Sejauh ini sudah berhasil. Kami belajar, kami sedang memperbaiki dan kami melanjutkan tesnya. Tanpa VAR, kami akan mengadakan turnamen yang berbeda dan turnamen yang kurang bagus," ucapnya seperti dikutip dari The Guardian.

Hanya saja penggunaan VAR pada saat itu membutuhkan beberapa aspek yang perlu disempurnakan dan dibutuhkan beberapa rincian, seperti komunikasi dan kecepatan keputusan yang harus diambil wasit.

"Kami sedang dalam semacam pekerjaan yang sedang berjalan. Kami melihat hasil yang sangat positif yang kami alami, namun kami sadar bahwa kami dapat memperbaiki diri. Ini normal," kata Pierluigi Collina selaku mantan wasit.

Maka dari itu, penggunaan VAR untuk Piala Dunia 2018 terus dipertimbangkan meskipun berisiko tinggi seperti Piala Konfederasi. Namun Infantino tetap bersikukuh ingin menggunakan VAR pada Piala Dunia 2018. Ia merasa setiap kejuaraan membutuhkan VAR seperti yang dilakukan di Liga Italia dan Liga Portugal musim ini.

Maka Infantino tidak bisa membayangkan Piala Dunia 2018 akan melahirkan keputusan dari kesalahan seorang wasit. "Anda harus membantu wasit dan itu melalui teknologi. Ini jelas langkah yang maju. Anda tidak bisa membayangkan sepakbola sekarang tanpa VAR. Ini akan mengakhiri banyak masalah," tegas Infantino seperti dikutip dari Independent.

Penerapan VAR juga semakin bertambah dengan minat dari Ligue 1 Prancis. Meski ada juga kekhawatiran bahwa ketergantungan VAR bisa membunuh permainan sepakbola.

"Jika semuanya berjalan dengan baik, kami harus memulainya pada awal musim depan. Saya pikir ini adalah inisiatif yang bagus. Semua presiden klub menginginkannya. Wasit dan pengamat sepakbola lainnya juga," beber Bertrand Desplat selaku Presiden En Avant de Guingamp, seperti dikutip dari Sport 360.

"Dalam beberapa aspek ini membantu, tapi ini menyebabkan kebingungan," ujar Luka Modric, gelandang Real Madrid, seperti dikutip dari Inside World Football. "Saya tidak suka, jujur saja. Saya pikir sepakbola lebih baik tanpanya," cetus Gareth Bale selaku rekan Modric.

Baru-baru ini juga Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) memperkuat rekomendasi penggunaan VAR untuk Piala Dunia 2018. Keputusan itu merupakan hasil dari rapat mereka di Zurich, Swiss, pada akhir bulan lalu.

Bahkan IFAB juga mengusulkan bahwa VAR digunakan seluruh liga sejak 22 Januari nanti. IFAB juga sedang dalam proses meneliti 1000 pertandingan yang menggunakan VAR. Tapi sejauh ini IFAB merasa penggunaaan teknologi itu sudah jauh lebih baik di setiap pekannya.

IFAB sedang meneliti setiap tiga pertandingan yang menggunakan VAR. Penelitian itu untuk dikaji dan diperbaiki tentang keputusan-keputusan melalui VAR. Bahkan sepakbola Inggris pun sudah menggunakan VAR pada pertandingan Piala FA 2017/2018.

"Saya pikir itu sebabnya tingkat penerimaan VAR sangat tinggi karena orang-orang yang menentangnnya mengatakan bahwa hal itu hanya akan mengganggu dan menghancurkan alur permainan," papar David Elleray selaku Direktur Teknik IFAB sekaligus mantan wasit sepakbola, seperti dikutip dari Inside the Games.

Sumber lain: Soccerex.

Komentar