Debut Manis Stger Bersama Borussia Dortmund

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Menulis dan menyunting di Pandit Football. Menulis untuk Tirto jika cuaca sedang bersahabat. Menulis kalimat pendek, membaca artikel panjang.

Debut Manis Stöger Bersama Borussia Dortmund

Menjelang pertandingan melawan FSV Mainz dalam lanjutan Bundesliga 2017/18, situasinya begini: Peter Stöger, dalam 15 pertandingan Bundesliga musim ini, belum pernah menang dan Borussia Dortmund terakhir kali menang pada pekan ketujuh, tepatnya 30 September lalu. Tapi bersama-sama, Stöger dan Dortmund meraih kemenangan dalam percobaan pertama. Tanpa kebobolan pula.

Menyoal nirbobol, Dortmund terakhir kali tidak kebobolan di pertandingan Bundesliga musim ini pada pekan kelima, dalam kemenangan tiga gol tanpa balas di kandang Hamburger SV. Empat pertandingan sebelum Hamburg pun Dortmund selalu nirbobol. Mereka mencetak 13 gol dan tak sekali pun kebobolan di lima pertandingan pertama. Tapi dalam sepuluh pertandingan pascamenghadapi Hamburg, Dortmund kebobolan 23 kali.

Serangkaian hasil buruk akhirnya membuat pihak manajemen memutuskan untuk memberhentikan Peter Bosz dan meminta Stöger menjadi pengganti. Dortmund menukar gaya main menyerang dengan stabilitas pertahanan. Stöger langsung memberi apa yang Dortmund minta. Rangkaian sepuluh pertandingan selalu kebobolan berhenti bersamanya. Rangkaian delapan pertandingan tanpa kemenangan juga.

Stöger, yang biasa memainkan formasi 4-4-2, tetap mempertahankan formasi yang dimainkan pendahulunya: 4-3-3. Roman Bürki menjadi penjaga gawang utama. Empat posisi di depannya, dari kanan ke kiri, diisi oleh Jeremy Toljan, Sokratis Papastathopoulos, Ömer Toprak, dan Marcel Schmelzer. Tiga gelandang Dortmund adalah Shinji Kagawa, Julian Weigl, dan Raphaël Guerreiro. Andriy Yarmolenko, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Christian Pulisic mengisi tiga posisi terdepan.

Gol pertama baru tercipta di menit ke-55. Pencetak golnya adalah Sokratis, yang terakhir kali mencetak gol pada pekan keempat, saat Dortmund menang 5-0 ketika FC Koln yang masih dilatih Stöger bertandang. Gol Shinji Kagawa di menit ke-89 memastikan kemenangan Dortmund atas Mainz. Terakhir kali Stöger merasakan kemenangan di Bundesliga pada pertandingan terakhir musim lalu, dan lawannya saat itu adalah Mainz.

“Rasa bahagia dan lega benar-benar terasa,” ujar Stöger dalam wawancara singkat pasca pertandingan. “Rasanya sangat menyenangkan bisa menang setelah lama tidak. Babak pertama tidak mudah untuk kami, namun kami memperkuat beberapa hal saat turun minum dan setelahnya permainan kami meningkat. Ini hasil yang penting.”

Kemenangan pertama pada percobaan pertama, sedikit banyak, dipengaruhi kualitas dan kesiapan para pemain Dortmund. “Harus saya akui dalam banyak hal, tim ini dalam kondisi optimal,” ujar Stöger dalam kesempatan yang sama. “Kolega saya, Peter Bosz, telah bekerja dengan baik di sini -- tidak seorang pun mengatakan hal buruk tentangnya, dan para pemain bekerja sebagai tim, jadi semuanya baik-baik saja.”

Semuanya baik-baik saja, menurut Stöger. Menurut Weigl, bisa jadi lebih dari itu. Oleh pelatih kepala barunya, Weigl dikembalikan ke posisi dan peran yang paling cocok untuknya.

“Saya mendapat peran yang lebih bebas di depan pertahanan, belakangan saya tidak mendapat itu; peran ini cocok untuk saya,” ujar Weigl sebagaimana dikutip dari situs resmi Dortmund. Weigl dipaksa bermain lebih jauh ke depan semasa ditangani Bosz.

Mengenai hal tersebut, dalam jumpa pers pascapertandingan, Stöger menjelaskan: “Saya berusaha mengorganisir sistem permainan sehingga setiap individu bermain di posisi yang paling membuatnya nyaman. Sebagai pelatih, saya bergantung kepada apa yang dapat diberikan para pemain.” Dari Weigl, Stöger mendapat 61 umpan akurat dari 62 percobaan umpan.

Langsung Menatap Pertandingan Berikutnya

Berkat kemenangan ini Dortmund naik ke peringkat keempat. Dengan 25 poin Dortmund masih mungkin turun peringkat. Bayer Leverkusen (peringkat ketujuh, 24 poin) serta TSG Hoffenheim dan FC Augsburg (kedelapan dan kesembilan, sama-sama 23 poin) masih belum memainkan pertandingan ke-16. Ini saja cukup alasan untuk tidak merayakan kemenangan atas Mainz secara berlebihan, tapi Sokratis punya alasan lain.

“Untuk sekarang, kami berkonsentrasi penuh pada pertandingan Sabtu (melawan Hoffenheim), yang harus kami menangi,” ujarnya sebagaimana dikutip dari situs resmi Dortmund. “Jika kami memenangi pertandingan itu, kami bisa memastikan rangkaian buruk sudah lewat. Kemudian kami bisa mempersiapkan diri untuk pertandingan DFB Pokal di München.”

Kapten tim, Schmelzer, sependapat dengan Sokratis: “Saya yakin kami bisa menang pada Sabtu jika kami bermain seperti melawan Mainz malam ini. Namun pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada tim. Kami mampu, kami tahu itu, tapi kemampuan saja tidak cukup. Ada hal lain yang harus kami tunjukkan di lapangan; hanya dengan demikian kami bisa memenangi pertandingan. Tentu nirbobol juga penting untuk menjaga semangat tim kami. Kami harus menjaga momentum ini, membangunnya, dan terus seperti ini untuk dua pertandingan terakhir (sebelum jeda musim dingin).”

Komentar